PUGers, Berkontribusi Dalam Kegiatan Sosial
Depok > Komunitas

PUGers, Berkontribusi Dalam Kegiatan Sosial

Selasa, 21 April 2015 14:20 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





Info Komunitas - Peugeot merupakan sebuah merk mobil ternama keluaran Perancis yang dikenal memiliki desain dan performa yang nyaman. Mobil tersebut menjadi salah satu brand   yang memiliki populasi yang cukup banyak di Indonesia. Salah satu komunitas penggemar Peugeot ada di Kota Depok.

Komunitas yang bernama Depok PUGers terbentuk pada 14 Mei 2013, yang   berawal dari perkenalan para penggemar, pemerhati, dan pengguna kendaraan Peugeot yang mempunyai hobi yang sama di media sosial

  “Pada saat membentuk komunitas ini, hanya lima orang yang ikut bergabung. Tapi seiring berjalannya waktu kini sudah bertambah menjadi 40 anggota,” papar Santoso selaku Humas Depok PUGers. Setiap anggota Depok PUGers memiliki varian mobil yang beragam, mulai dari keluaran tahun 1976 sampai koleksi terbaru seperti seri 306, 406, 505, hingga 807

Sebagai komunitas mobil, Depok PUGers tidak hanya berfokus pada kegiatan otomotif saja. Mereka juga banyak melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Seperti program santunan kepada anak yatim, kunjungan ke pondok pesantren, dan bagi - bagi takjil saat bulan puasa. “Kami ingin memberikan kontribusi positif dalam kegiatan sosial, karena ini merupakan komitmen awal sejak berdirnya komunitas ini,” pungkasnya.

  Narasumber : Komunitas Depok PUGers



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Lanosta, Tetap Eksis di Usia Senja

Jumat, 13 Januari 2017 13:57 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : M Nashrudin Albaany

Komunitas Lanosta Depok
Komunitas Lanosta Depok

Share this





Diusia senja seseorang tidak boleh berdiam diri dirumah, dan justru harus lebih aktif bergerak.

DEPOK – Memasuki masa lanjut usia (lansia), seseorang biasanya lebih mudah terkena penyakit lantaran kondisi fisik yang menurun. Namun, hal itu bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. 

Paling tidak itulah yang diyakini oleh Wikanto. Menurut pria berusia 64 tahun ini, diusia senja seseorang tidak boleh berdiam diri dirumah, justru harus lebih aktif bergerak.

Atas dasar itulah dirinya bersama dengan rekan-rekan seusianya, mendirikan komunitas yang diberi nama lansia bernostalgia atau yang disingkat Lanosta. Lanosta adalah sebuah komunitas yang berisi orang-orang dari beragam profesi dengan minat dan kepedulian yang sama, yakni kepedulian akan orang-orang lanjut usia.

"Kami ini komunitas peduli lansia. Awalnya kami yang sudah memasuki usia lanjut ini memang hanya sekedar berkumpul, itu sudah lama sejak beberapa tahun lalu. Kemudian digagas untuk membentuk sebuah wadah yang akhirnya diberi nama Lanosta ini," ujarnya kepada infonitas.com, Jumat (13/1/2017).

Komunitas yang terbentuk sejak Mei 2014 ini berisikan orang-orang yang memiliki minat dibidang kesenian. Karena bagi mereka, seni adalah obat yang dapat menyehatkan tubuh.

Sebagian besar kegiatan Lanosta saat ini memang tak lepas dari dunia seni terutama bernyanyi. Selain itu, komunitas juga kerap mengikuti acara-acara seni hingga diundang ke beberapa stasiun TV untuk memeriahkan kegiatan yang mereka adakan. 

"Jadi intinya kami selalu ada kegiatan. Lansia itu jangan selalu dianggap hanya bisa berdiam diri saja dirumah saja, tapi harus bergerak agar tetap sehat. Dan kami disini bergerak melalui seni," tegasnya.

Wikanto mengungkapkan, selain melakukan berbagai kegiatan internal. Lanosta juga kerap melakukan kunjungan ke panti-panti jompo dan menghibur teman-teman seusianya yang berada disana. 

"Hal itu kami lakukan untuk menghibur mereka. Kami berbagi kegembiraan dengan bernyanyi dan sebisa mungkin, kami juga memberikan support materi meski tak banyak," jelasnya.

Komunitas yang beranggotakan 60an orang ini berkomitmen untuk berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kedepan, ia berharap akan lebih banyak lagi lansia yang bergabung dengan komunitas yang terletak di Sukmajaya, Depok ini.



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Wayang Beber, Lestarikan Kesenian Wayang Beber

Selasa, 24 Maret 2015 16:28 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





Info Komunitas - Siapa tak kenal wayang. Ya. Salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang berasal dari Tanah Jawa ini memang memiliki keunikan tersendiri dari bentuk beserta coraknya. Anda pernah mendengar Wayang Beber? Wayang Beber adalah seni cerita pewayangan dengan mempergunakan medium kain lebar sebagai ‘panggungnya'. Wayang Beber dapat dikatakan sangat jarang dikenal oleh masyarakat. Dengan demikian, seseorang yang bernama Samuel, bersama dengan koleganya mendirikan sebuah komunitas yang bernama Komunitas bernama Komunitas Wayang Beber Metropolitan.

Samuel yang menjabat sebagai Art Director Wayang Beber Metropolitan berniat memperkenalkan kembali komunitas yang mereka dirikan bersama. Cara menceritakan wayang beber berbeda dengan wayang lainnya, serta banyak makna cerita dalam wayang beber yang bisa diaplikasikan dalam proses kehidupan. “Kami ingin menjadi pintu utama dalam mememperkenalkan budaya wayang ini kepada generasi muda. Karena wayang merupakan media sosial pertama sebelum adanya internet. Dan jika ingin bergabung dengan kami, datang saja ke Villa Pertiwi, Cimanggis. Mari belajar bersama mengenai wayang beber,” pungkas Samuel.

Narasumber : Komunitas Wayang Beber Metropolitan



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Hexa Papercraft, Alternatif Lain Seni Kertas

Selasa, 24 Maret 2015 14:59 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





Info Komunitas - Selain berfungsi sebagai alat tulis menulis dan menggambar, kertas juga dapat difungsikan sebagai salah satu karya seni yang memiliki nilai tinggi. Papercraft atau seni membuat bentuk tiga dimensi dari kertas umumnya memiliki objek figure atau karakter film kartun Jepang (anime) dalam film tertentu. Proses pembuatannnya dapat dilakukan seperti menggunting, melipat hingga mengelem dengan pola tertentu. Karena keunikannya tersebut maka banyak orang menyukai dan menjadikannya sebuah hobi. Mereka kemudian berkumpul dan bertukar info seputar hal ini, dalam sebuah komunitas yang bernama Komunitas Hexa Papercraft Depok.

“Dengan terbentuknya komunitas ini, para anggota bisa menggali kreativitas mereka dan memicunya untuk terus berkarya. Kegiatan positif seperti ini yang harus dikembangkan agar generasi muda dapat membuat produk secara mandiri yang memiliki nilai jual,” papar Farhan selaku pengurus Komunitas Hexa Papercraft. Komunitas ini berdiri pada Desember 2012. Tujuannya adalah memberikan alternatif lain dari seni kertas. Untuk itu komunitas tersebut sering melakukan workshop ke sekolah atau mengikuti pameran tertentu untuk memperkenalkan papercraft dan mengajarkan membuat sebuah karya kepada khalayak yang berminat.



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Keruk Rupiah dari Hobi Fotografi

Selasa, 24 Maret 2015 10:55 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





Info Usaha - Bagi sebagian masyarakat, hobi fotografi memang menyenangkan. Beraneka moment yang dianggap indah atau penting kerap diabadikan dengan menggunakan alat yang dinamakan kamera, entah menggunakan kamera profesional pun kamera dari telepon seluler. Dari hobi dapat mengeruk rupiah. Hal tersebut yang dilakukan oleh Sachlan Syailendra selama beberapa tahun terakhir ini, dengan mendirikan bisnis photobooth saat ada event wedding. Dari Event pernikahan dirinya mengenal konsep photobooth.

Sachlan menjabarkan bahwa photobooth miliknya berbeda dengan usaha sejenis yang ada. Karena dia mendesain sendiri semua konsep dan properti yang dipergunakannya secara kreatif. “Ternyata para konsumen menyukai orisinalitas konsep yang saya ajukan, sehingga mereka merasa senang, “ ujarnya bangga.

  Narasumber : Syailendrapro Photobooth


Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Muldok, Melestarikan Hewan Musang

Selasa, 10 Maret 2015 13:32 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK - Musang merupakan salah satu jenis mamalia liar yang sering ditemui di sekitar pemukiman warga namun ternyata satwa ini mempunyai banyak penggemar di Kota Depok. Bahkan mereka kemudian berkumpul dan membentuk komunitas tersendiri, dengan nama Komunitas Musang Lovers Depok atau disebut Muldok.

Dika selaku salah seorang anggota Komunitas Muldok menyatakan, terbentuknya komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan populasi musang di Indonesia yang hampir punah. “Kami sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang musang. Kami ingin masyarakat bisa melihat bahwa musang adalah hewan yang lucu dan jinak. Bahkan bisa menjadi hewan peliharaan,” papar Dika.

Komunitas yang telah terbentuk sejak 21 Juli 2012 ini, para anggotanya   memiliki berbagai jenis musang. Di antaranya musang pandan, musang bulan, musang akar, musang marten, musang otter/berang – berang, dan musang rase. Dika mengungkapkan apabila musang dipelihara sejak kecil, maka lebih mudah melatihnya agar tidak agresif.

Untuk merawat seekor musang tidak sulit. Dengan kesabaran musang akan terlatih bisa sendirinya. Walaupun musang termasuk kategori binatang yang aktif, kebersihan kandang juga harus tetap dijaga. Untuk itu membersihkan kandang harus dilakukan secara teratur setiap sore, karena di malam hari musang akan sangat aktif.

Reporter: Heni

Editor: Hari Sudibyo

Foto: Info Depok/Irving



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Yoyo Depok, Mainkan Teknik Memukau

Selasa, 10 Maret 2015 13:26 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK – Jenis mainan yang sudah lama digandrungi anak muda ini sering dimainkan dengan trik yang unik. Seperti apa yang ditampilkan oleh komunitas bernama Komunitas Depok Yoyo Club ini.

Iqbal sebagai salah seorang anggota Depok Yoyo Club mengatakan, dengan semakin berkembangnya zaman, kini banyak sekali bentuk - bentuk yoyo yang bisa dimainkan. Termasuk pula teknik permainannya. Dengan kreativitas para pemainnya inilah, kemudian bermain yoyo bisa menarik perhatian banyak orang.

Sebut saja teknik bermain long sleeper, bindling dan around the world. Ketiga teknik tersebut masih sangat dasar dan harus bisa dimainkan oleh semua pemain,“ jelasnya. Selain itu ada beragam teknik lain yang dapat diaplikasikan untuk permainan yoyo, seperti trapeze, double or nothing, break away, dan forward pass. Ada juga teknik lain yang membutuhkan keahlian tinggi seperti rock the baby dan sleeper.

Walapun demikian Iqbal menambahkan, memainkan yoyo sebenarnya cukup mudah dan setiap trik dapat dipelajari. Selain itu pemain juga dapat menciptakan kreasi permainan yoyonya sendiri. Agar dapat berkembang   maka di antara sesama anggota komunitas biasanya akan bertukar informasi mengenai trik bermain hingga kepada peralatan yoyo yang dipakainya.

Komunitas yang memiliki anggota 20 orang ini sering mengikuti beberapa event kejuaraan bermain yoyo di Kota Depok. “Tempat gathering Depok Yoyo Club biasanya dilakukan di Taman Lembah Gurame dan di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Depok,” ujarnya. Iqbal juga kerap mengajak teman - temannya berkreasi dalam menciptakan trik baru bermain yoyo.

Reporter: Heni

Editor: Hari Sudibyo

Foto: Info Depok/Irving



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Belajar Sulap Bersama Komunitas Depok Magician

Senin, 26 Januari 2015 09:36 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK – Hiburan berupa sulap sangat diminati masyarakat kita. Tak pelak komunitas sulap juga dapat tumbuh subur di berbagai kota, termasuk di Depok yang mempunyai nama Komunitas Depok Magician.

Salah satu tujuan utama dari komunitas ini, selain menghibur penonton, adalah ingin   memajukan seni sulap di Kota Depok. Menurut Sofyan selaku salah satu anggota Depok Magician, hiburan sulap bisa terkenal di Kota Depok bisa berkat komunitas ini.

Dalam mempertunjukkan keahlian tersebut, mereka juga menerapkan beberapa konsep art performing yang lain. Seperti musik, teater, dan busana. “Ada kepuasan tersendiri bagi kami saat bisa menghibur orang banyak dengan berbagai trik sulap. Karena bagi kami keajaiban seharusnya disebarkan, bukan dipamerkan,” kata Sofyan.

Kegiatan mereka pada umumnya dilakukan pada acara - acara tertentu. Seperti pada kegiatan penggalangan dana, bakti sosial, menghibur anak yatim, serta berbagai acara lainnya. “Kami senang jika orang yang melihat aksi sulap menjadi terkejut dan heran, karena itu merupakan keberhasilan untuk memberikan hiburan bagi orang banyak,” tutupnya.

  Reporter: Heni Editor: Hari Sudibyo Foto: Info Depok/Irving


Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Komunitas Chevy Spin, Saling Bertukar Info Tunggangan

Senin, 26 Januari 2015 09:20 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK - Komunitas Chevy Spin Indonesia Wilayah Cibubur – Depok dan Depok Raya (Cipokdora) merupakan satu - satunya komunitas Chevrolet Spin yang diakui oleh produsen kendaraan Chevrolet di Indonesia, yaitu General Motors Indonesia.

Menurut Satrio Anindito selaku Koordinator Wilayah Harian Chevy Spin Indonesia Cipokdora, komunitas ini mewadahi para pemilik Chevrolet Spin untuk bertukar informasi seputar dunia otomotif. Selain itu komunitas tersebut juga mengusahakan kerja sama dengan sejumlah vendor yang berhubungan dengan mobil Chevrolet Spin. Mulai dari bengkel resmi hingga pada penyediaan spare parts bagi para anggotanya.

“Spin merupakan varian yang tergolong baru dan dikeluarkan oleh merek Chevrolet, “ jelasnya. Sehingga bertukar informasi mengenai kendaraan ini menjadi sesuatu yang dicari oleh para anggotanya. Saat ini anggota yang sudah resmi disahkan oleh pengurus pusat Chevy Spin Indonesia berjumlah sekitar 86 orang.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini. Seperti kopdar bulanan, touring, family gathering, coaching clinic tentang Chevrolet Spin, olahraga, serta bakti sosial. Komunitas Chevy Spin Indonesia Cipokdora dalam berkegiatan mengutamakan kegembiraan dan kekeluargaan. Selain itu, komunitas ini juga merencanakan untuk membuat pelatihan safety driving bagi para anggotanya.

  Reporter: Heni Editor: Hari Sudibyo Foto: Info Depok/Istimewa


Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Asyik Berdansa dengan Komunitas ILDI Depok

Jumat, 09 Januari 2015 09:41 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK - Berdansa yang dilakukan secara berkelompok adalah alasan terbentuknya Komunitas Ikatan Langkah Dansa (ILDI) Kota Depok. Berdiri sejak November 2013, ILDI semakin mengembangkan dansa menjadi gaya hidup bagi para anggotanya.

Ketua ILDI Kota Depok Elisabet Simanjuntak menjelaskan, jika tubuh ingin terlihat langsing, dansa adalah salah satu cara untuk membakar lemak. Berdansa minimal 30 menit tiga kali dalam sepekan dapat menjaga tubuh tetap bugar.

ILDI pun memiliki sejumlah kegiatan rutin untuk menari bersama. Salah satunya jamming di mal setiap dua minggu sekali. Elisabet memaparkan, walaupun anggota yang bergabung dalam ILDI sebagian besar adalah wanita berusia lanjut, tapi masih banyak yang energik untuk berdansa.

“Walaupun sudah berumur, rata - rata yang ikut bergabung dengan kami memiliki tubuh yang langsing dan bugar. Hal ini karena kalori yang terbakar membuat tubuh tidak mudah gemuk, dan keseimbangan tubuh tetap terjaga meski bertambahnya usia,” paparnya.

Elisabet menambahkan, ILDI selalu memberikan gerakan dan musik terbaru agar tarian dansa tidak terlihat lebih klasik. Pemilihan tempat dalam kegiatan menari bersama pun ternilai sangat tepat, karena dapat menarik perhatian masyarakat untuk ikut bergabung dalam komunitas ini.

“Sebenarnya para remaja juga bisa bergabung. Dengan adanya ILDI, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi banyak orang untuk menjaga kesehatan tubuhnya,” pungkasnya.

Reporter: Heni

Editor: Hari Sudibyo

Foto: Info Depok/Irving



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali




Depok > Komunitas

Kebersamaan dalam Perbedaan

Rabu, 17 Desember 2014 15:45 WIB
Editor : Admin | Reporter : Admin



Share this





DEPOK – Kebersamaan menjadi senjata untuk tetap solid bagi komunitas otomotif bernama Blank Blend Thonk ini. Hal ini dikarenakan anggota komunitas ini terdiri dari berbagai macam kalangan, mulai dari pegawai negeri hingga karyawan swasta dan pengusaha.

Menurut Keko selaku salah seorang pengurus Komunitas Blank Blend Thonk, awal mula berdirinya komunitas tersebut adalah dari perkumpulan para penggemar Radio Komunikasi se-Jabodetabek. Mereka ini setiap pagi dan sore hari selalu bertukar info mengenai kondisi jalan raya yang dilalui. “Dari sana akhirnya berkembang menjadi   acara kopi darat,“ jelasnya.

Karena berawal dari kebersamaan tersebut, kemudian mereka membuat aturan untuk tidak membatasi keanggotaan berdasarkan merek atau warna mobil. “Maka dari itu kami menamakan komunitas ini Blank Blend Thonk. Kata Blend tersebut mengandung arti kebersamaan,” paparnya.

Blank Blend Thonk yang terbentuk sejak 1 Agustus 2012 dengan jumlah anggota 100 orang ini, mengisi kegiatannya dengan beragam aktivitas. Mulai dari sarapan nasi uduk bersama pada setiap akhir pekan di Bukit Golf Cimanggis, touring ke luar kota setiap dua bulan sekali, hingga menggelar pengajian rutin pada akhir bulan.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan anggotanya, mereka juga kerap melakukan kegiatan safety driving, serta segala kegiatan yang berkaitan dengan perihal radio komunikasi. “Kami juga pernah mengadakan event pemasangan Radio Frequency Identification di Bukit Golf Cimanggis, pada sekitar 300 kendaraan,” imbuhnya.

Keko kemudian menambahkan, bagi rekan komunitas yang ingin bergabung atau sekadar butuh informasi, dapat langsung mengakses link mereka lewat media sosial yang ada sesuai dengan nama komunitas ini.

Penulis: Heni Editor: Hari Sudibyo Foto: Info Depok/Irving



Depok Kekurangan PNS

dibaca 208 kali