Selasa, 04 Desember 2018 17:11:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
Strategi Bisnis ala Rumah Daging Jakarta
Aktivitas pemotongan daging di Rumah Daging Jakarta.
Foto : Dwi Prastyo
 

CIBUBUR – Ketatnya persaingan bisnis daging tidak membuat Susanto Hidayat dengan Rumah Daging Jakarta miliknya gentar. Berbekal strategi bisnis yang cermat dengan selalu berinovasi dan brekreasi, Susanto sebagai pemilik cukup pede menekuni bisnis ini. Salah satu strategi bisnisnya adalah, berdagang dengan menggunakan sistem syariat Islam.

Lebih jauh Susanto mengatakan, berawal dari keinginannya untuk mempermudah orang lain untuk membeli daging tanpa harus jalan ke pasar, ia memciptakan layanan pesan-antar secara online sebagai salah satu strategi bisnisnya.

"Daging yang kami jual dengan perusahan lain sama. Yang membedakan dan menjadi keunggulan, sekaligus strategi bisnis kami, hanya cara penyimpanan daging dan cara penanganan produk knowledge-nya. Kemudian, cara memperlakukan daging, misalnya higienis atau tidak," kata Susanto kepada infonitas.com disela-sela kesibukanya.

Menurut Susanto, suhu penyimpanan daging harus benar-benar diperhatikan, agar daging tetap bagus kualitasnya. Menurutnya, titik beku air dan daging berbeda. Air titik bekunya hanya minus 2 derajat celcius. Sementara daging, titik bekunya 18-20 derajat celcius.

“Teknik penyimpanan juga menjadi salah satu strategi bisnis kami, untuk memiliki daging yang berkualitas. Harapannya, Rumah Daging Jakarta semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat,” tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda