Jumat, 02 November 2018 10:52:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
Kejelian Rae Sport Garap Produk Apparel Olahraga.
Produk Rae Sport Indonesia.
Foto : istimewa
 

CIBUBUR – Berawal dari berdagang baju bola, Rae Sport Indonesia kini tumbuh sebagai salah satu brand lokal penyedia berbagai produk apparel  olahraga, khususnya untuk sepakbola dan futsal yang didirikan pada tahn 2012 silam.

Sang pemilik Raden Angga Erningpraja mengatakan, awalnya ia mengoper ke orang lain permintaan yang datang untuk dibuatkan apparel olahraga. Namun, seiring dengan meningkatkan permintaan, ia pun memutuskan untuk memproduksi dan membuat brand sendiri dengan nama RK Sport pada di tahun 2012. Selang setahun, ia mengganti nama usahanya menjadi RAE Sport pada Desember 2013.

“Awalnya tidak mudah dan membutuhkan kerja keras, agar orang mau membeli dan tumbuh rasa kepercayaan terhadap produk yang kami jual. Namun, saya terus berusaha untuk membuktikan kualitas yang kami miliki dan akhirnya kepercayaan mulai datang. Salah satunya dari seorang siswa SMP yang hingga saat ini masih menjadi konsumen Rae Sport, bahkan menjadi salah satu reseller Rae Sport,” kenangnya.

Nama Rae Sport Indonesia kian terkenal, seiring dengan pemilihan Rae Sport sebagai penyedia apparel bagi tim nasional Sepak Takraw Indonesia. Mulai dari untuk ajang PON, hingga pertandingan di luar negeri, seperti Thailand dan Korea. “Sejak saat itu, orderan meningkat, mulai dari Aceh hingga Papua. Sementara, untuk order ke luar negeri itu datang dari Singapura, Malaysia hingga Jerman,” paparnya.

Soal bahan, jahitan sablon, hingga bordir, Angga menjamin seluruhnya berkualitas, kuat, tahan lama dan sesuai standar premium yang dimiliki RAE Sport Indonesia. Sementara, jenis produk yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari jersey, jaket, polo shirt, t-shrit, hoodie, kaos kaki, tas, celana training hingga jogger.

Ditambahkan olehnya, dengan modal awal sekira Rp 70 juta untuk membuka usaha produk apparel olahraga, RAE Sport Indonesia saat ini memiliki omzet penjualan sekira 1.500 unit per bulan, atau rata-rata pemasukan sekira Rp 225 juta per bulan. Namun, kalau sedang sepi, perbulan itu Rp 60 juta – Rp 80 juta.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda