Cibubur > Pendidikan

Kindy School, Kurikulum Internasional Pencetak Lulusan Berkualitas

Senin, 28 Mei 2018 09:09 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso

Kindy School Kota Wisata
Kindy School Kota Wisata
Foto : Ronald Tanoso

Share this








Penerapan kurikulum internasional berbasis Singapore menjadikan lulusan Kindy School generasi berkualitas.

CIBUBUR - Perkembangan zaman yang semakin maju menuntut orangtua memberikan pendidikan bagi buah hati sedini mungkin. Terlebih, saat ini banyak lembaga pendidikan menyediakan kurikulum berkualitas dalam membentuk generasi muda berkarakter.

Salah satunya, Kindy School Kota Wisata. Berlokasi di Klaster Amsterdam Boulevard I3, No. 7, Perumahan Kota Wisata. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2007 lau, memiliki kurikulum dan tenaga pendidik berkualitas.

“Sekolah ini memiliki kurikulum seperti english language activity, mathematics, phonics reading, groos motor skills, fine motors, music and movement, art and craft, poems, rhymes dan fingerplay, cookery lessons, moral education, science experiments, swimming activities dan field trips,” jelas Principal Kindy School Kota Wisata Dian Wuriyani Sasanti.

Dalam proses belajar, sekolah yang diperuntukan untuk anak uasia 2-6 tahun ini menggunakan bahasa Inggris karena berbasis kurikulum Singapore. "Untuk playgroup kita full menggunakan bahasa Inggris. Tetapi di kelas KG 1 (TK A) dan KG 2 (TK B) masih menggunakan bahasa Indonesia,  “terang Ms. Santi, sapaan akrabnya.

Meski begitu kata dia, penggunaan bahasa Indobesia juga diterapkan buat anak-anak di sekolah ini. Hal ini dilakukan agar si anak tidak meninggalkan akar budaya dalam berkomunikasi di depan publik.

Lanjutnya, untuk menjaga kualitas pendidikan, Kindy School membatasi murid dalam kelas. Dimana, hanya terdapat 4-6 murid saja dengan satu guru mengajar paling banyak 5-7 murid. Hal ini diharapkan dalam penyampaian materi dapat terserap maksimal oleh anak didik.

Dia menambahkan, materi belajar yang diberikan kepada murid menggunakan sistem tematik. “Artinya, setiap hari mereka  akan mendapatkan tema belajar berbeda-beda. Contohnya, menggunakan tema uang suatu negara dan bendera,” pungkasnya.