Cibubur > Laporan Utama

Menyoal Penggusuran Di Jakarta

Wanita Penghuni Rusunawa Rawabebek Ini Berat Bayar Uang Sewa

Rabu, 11 Oktober 2017 16:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

Warga Rusunawa Rawabebek
Tuti Sulastri (39), korban penggusuran Pasar Ikan yang sekarang menempati Rusunawa Rawabebek.
Foto : Chandra Purnama

Share this








Korban gusuran Pasar Ikan yang kini tinggal di Rusunawa Rawabebek merasa berat membayar uang sewa.

JAKARTA - Tuti (39), korban penghuni Rusunawa Rawabebek, Jakarta Timur kerap menunggak pembayaran uang sewa. Wanita yang sebelumnya tinggal di Pasar Ikan, Jakarta Utara ini mengeluh sang suami, Roni (42) jarang pulang karena lokasi pekerjaannya jauh dari Rusunawa Rawabebek.

Kepada Infonitas.com Tuti bercerita, Klaster B dan C di Rusunawa Rawabebek memiliki harga sewa yang bervariasi. Untuk lantai 1 seharga Rp 303.000, lantai 2 Rp 275.000, lantai 3 Rp 250.000, lantai 4 Rp 227.000, dan lantai 5 Rp 206.000.

"Kalau saya kan yang di lantai dua, jadi biasanya bayar Rp 275 ribu," kata Tuti saat Infonitas.com datang berkunjung, Rabu (11/10/2017).

Uang sewa tersebut menurutnya cukup memberatkan. Sebab, semasa tinggal di Pasar Ikan, Tuti tidak perlu memikirkan biaya sewa. "Waktu di Pasar Ikan, satu rumah bisa dua atau tiga kepala keluarga. Jadi, bisa saling bantu. Nah, kalau sekarang, gimana bisa bayar. Buat makan aja susah,” imbuhnya.

“Suami saya juga jarang pulang karena ngirit ongkos. Kalau dulu kan dekat. Lagipula, capek kan berangkat subuh pulang malam, subuh berangkat lagi. Kasihan," tambah Tuti.

Akibatnya, Tuti harus memutar otak memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sembari menunggu kiriman dari suami yang bekerja sebagai nelayan, Tuti mencoba-coba berusaha dengan membuka warung di tempat yang telah disediakan oleh pihak Rusun.

"Sewa Rp 80 ribu per bulan, saya jualan pulsa, es batu, dan gas. Tapi keuntungannya enggak seberapa," ungkap Tuti.