Cibubur > Laporan Utama

Wali Kota Jaktim Harap Cap Go Meh Bersinergi dengan OK OCE

Senin, 05 Maret 2018 12:18 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana. (Ist)
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Dengan melihat antusiasme masyarakat yang hadir dalam perayaan Cap Go Meh ini, Wali Kota menginginkan kegiatan ini dapat bersinergi dengan program OK OCE.

JATINEGARA - Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menghadiri perayaan Cap Go Meh atau prosesi Goan Siau 2569/2018 di Vihara Amurva Bhumi “Hok Tek Cheng Sin”, di sasar lama selatan RW. 06 Kelurahan Bali Mester Kecamatan Jatinegara, Minggu (4/3). 

Perayaan Cap Go Meh berlangsung sangat meriah. Diisi dengan doa bersama dangan para umat Tionghoa yang hadir, acara ini juga dumeriahkan dengan pelepasan arakan pawai Joli Dewa oleh Wali Kota.

Bambang beserta jajaran yang hadir sangat mengapresiasi terselenggaranya Perayaan Cap Go Meh Jatinegara.

Menurutnya, perayaan Cap Go Meh ini selain merupakan sebagai kegiatan seni budaya, juga memiliki potensi yang sangat besar dalam menggerakan perekonomian.

"Pemkot Jakarta Timur sangat mendukung acara ini karena selain menampilkan berabagai atraksi hiburan yang kental dengan etnis Tionghoa sekaligus mendorong meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya. 

Dengan melihat antusiasme masyarakat yang hadir dalam perayaan Cap Go Meh ini, Wali Kota menginginkan kegiatan ini dapat bersinergi dengan program OK OCE.

"Ini salah satu perayaan yang memiliki nilai keunikan, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, untuk itu program OK OCE Pak Gubernur diharapkan dapat mengisi perayaan Cap Go Meh Jatinegara di tahun depan," imbuhnya.

Selain itu juga, Bambang berpesan perayaan yang kental dengan kebudayaan ini, dapat dijadikan sebagai momentum mempererat tali kesatuan dan persatuan bangsa.

"Tentunya kegiatan ini kita harapkan dapat mempersatukan keutuhan NKRI jadi tidak ada lagi permasalahan yang timbul akibat gesekan antar budaya dan agama, yang kita inginkan bersama Kota Jakarta yang damai," pungkasnya.