Cibubur > Laporan Utama

Tawuran di Jalan Dewi Sartika, Dendam Lama Pemicunya

Minggu, 12 Maret 2017 17:48 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Tawuran di Jalan Dewi Sartika
Tawuran di Jalan Dewi Sartika
Foto : Amin Hayyu Al Bakki

Share this





Tawuran warga kembali terjadi di Jalan Dewi Sartika, akibat dendam lama yaitu perebutan lahan parkir dan U-Turn

KRAMAT JATI - Tawuran antara warga kembali pecah di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (12/3/2017) sore. Tawuran terjadi antara warga Komplek BSI Siliwangi Cililitan dengan warga RW 03 Cawang tepatnya di depan Rumah Sakit Budhi Asih.

Warga sekitar menuturkan, tawuran terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Pecahnya tawuran bermula dari segerombolan warga dari komplek BSI Siliwangi yang tiba-tiba datang secara bergerombol dari arah Cililitan menuju ke arah Dewi Sartika. 

"Tiba-tiba mereka langsung menimpuki warga di depan Jalan Taman Harapan ini," ucap Suryani (42), warga RW 03 Cawang, kepada infonitas.com di lokasi, Minggu (12/3/2017).

Baca : Ini Peta Contra Flow di Depok

Akibatnya, warga Taman Harapan pun membalas sehingga tawuran antar kedua kubu pun pecah. Menurut salah satu anggota Satpol PP dari Kelurahan Cawang bernama Joko (59), tawuran di wilayah tersebut hampir terjadi setiap seminggu sekali.

"Permasalahannya itu dendam lama, dan setiap seminggu sekali pasti tawuran," tambah Joko.

Ironisnya, dendam lama itu adalah saling rebut lahan parkir liar dan putaran jalan (U-Turn) yang disinyalir menjadi penyebab pecahnya tawuran.

Joko menjelaskan, tawuran antar warga itu sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu. Tawuran disebabkan oleh adanya rebutan lahan "basah" yang menjadi tempat pungutan liar (pungli)  sebagai pemicu tawuran yang melibatkan warga Komplek BSI Siliwangi, Cililitan dengan warga di Jalan Taman Harapan, Cawang.

"Awal mulanya di sini kan ada putaran jalan, dan ada beberapa warga Cawang yang jadi "pak ogah" yang narikin duit dari pengendara. Nah, di sebalah sana juga ada dari warga Cililitan yang jadi "pak ogah" dan mereka itu jadi lebutan lahan," ujar Joko.

Lebih lanjut disampaikan oleh Joko, akibat dari perebutan lahan pungli itu, warga antar kedua kubu mulai sering terlibat pertikaian. "Awal mulanya sepele, jadi warga Jalan Taman Harapan lewat ke Cililitan sana dipukulin, begitu juga warga Cililitan kalau lewat sini dipukulin, jadi dendam," tambahnya.

Joko menjelaskan, buntut dari pertikaian itu pun terus memanjang hingga akhirnya menyebabkan tawuran yang seakan menjadi agenda rutin karena hampir terjadi setiap seminggu sekali.

"Tawuran itu juga gak nentu, biasanya setiap malam sekitar abis maghrib dan tengah malam sekitar jam 2 atau 3, tapi ini sore-sore gini," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Jatinegara, Kompol Nurdin Dale menyampaikan, pihaknya selalu menyiagakan personel setiap harinya terutama di malam hari untuk mencegah terjadinya tawuran di lokasi tersebut.

"Setiap malam Bhabinkamtibnas sama warga ngeronda, jaga di lokasi, sampai jam 3 atau 4 pagi," ujar Nurdin saat dihubungi infonitas.com, Minggu (12/3/2017).

Pantauan infonitas.com di lokasi pasca tawuran, serpihan batu dan beling yang digunakan untuk saling serang antar kedua kubu nampak bercecer di kedua sisi Jalan Dewi Sartika. Petugas kepolisian dari sektor Jatinegara pun turun untuk melakukan pengamanan kalau tawuran susulan pecah.