Cibubur > Laporan Utama

Sosialisasikan Bahaya Bullying di Tahun Ajaran Sekolah 2017/2018

Senin, 17 Juli 2017 14:00 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi bullying.
Ilustrasi bullying.
Foto : istimewa

Share this








Tahun Ajaran (TA) sekolah 2017/2018 bisa dimanfaatkan sosialisasi para pelajar agar menjauhi bullying terhadap sesama.

CIRACAS - Menurut pengamat pendidikan, Seto Nurdiantoro para pelaku pendidikan sebaiknya diwajibkan memberi pendidikan anak perbaikan mental agar menjauhi sikap bullying pada Tahun Ajaran (TA) sekolah 2017/2018. Pasalnya, para pelajar yang baru masuk ke lingkungan baru akan mudah diberikan pelajaran tentang larangan melakukan bullying.

"Para guru dan dosen yang menjadi panutan para pelajar, harusnya memanfaatkan moment hari pertama sebagai wadah untuk memberikan pemahaman menjauhi sikap bullying," kata Eko kepada Infonitas.com, Senin (17/7/2017).

Selain itu, tambah Eko, pihak sekolah ataupun perguruan tinggi yang para pelajarnya terlibat bullying harus memiliki sanksi tegas agar merubah sikap pelaku bullying. Eko mencontohkan, para pelaku tersebut harus diberikan pemahaman konseling langsung oleh guru yang memahami bidang tersebut.

"Di sekolah ada namanya guru BP (Bimbingan Konseling), itu bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan sikap anak agar menjauhi sikap bullying,"  kata dia.

Sementara itu, juru bicara yayasan Al Maruf, Cibubur, Jakarta Timur, Sutayanto mengatakan program pendidikan anti bullying sudah masuk dalam materi pembelajaran hari pertama sekolah. Bahkan, guru yang mengajarkan langsung merupakan spesialis dibidang penataan moral bagi anak.

"Ada psikolog anak yang kami hadirkan dalam pemahamaan program anti bullying pada saat hari pertama sekolah. Diharapkan, dengan adanya pembelajaran tersebut bisa merubah sikap anak menjauhi sifat bullying," ungkap dia.