Cibubur > Laporan Utama

Remaja Putri Tewas Diduga Jadi Korban Pencurian Disertai Pembunuhan

Selasa, 10 Januari 2017 11:11 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Murniati (20) ditemukan tewas di kediamannya sendiri dan terkunci dari dalam.
Murniati (20) ditemukan tewas di kediamannya sendiri dan terkunci dari dalam.

Share this





Seorang remaja putri bernama Murniati yang berusia 20 tahun ditemukan tewas di kediamannya sendiri dan terkunci dari dalam.

CIPAYUNG – Kasus dugaan pencurian serta pembunuhan kembali terjadi di kawasan Jakarta Timur. Kali ini terjadi di Jalan Makmur RT 03/03, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dalam kasus ini, seorang remaja putri bernama Murniati yang berusia 20 tahun ditemukan tewas di kediamannya sendiri dan terkunci dari dalam.

"Iya benar, ini diduga tindakan pencurian dan pembunuhan," kata Kapolsek Cipayung Kompol Dedi Wahyudi saat dihubungi infonitas.com di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017).

Dedi menceritakan, kejadian itu diperkirakan terjadi pada Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan keterangan dari para saksi yang sudah diperiksa oleh pihak kepolisian, pada pukul tersebut sempat terdengan suara gaduh dari kediaman korban.

"Tetangga korban itu sempat dengar suara-suara gaduh seperti orang dibenturin ke tembok. Lalu tetangga korban juga sempat dengar suara seseorang yang ngomong 'Silahkan ambil apa aja yang ada'," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, saksi yang saat itu tidak berani menghampiri rumah korban akhirnya memutuskan untuk mengabari tetangganya yang lain melalui telepon. Sehingga memancing warga yang lain untuk ikut keluar dan ramai-ramai menghampiri rumah korban.

"Kemudian orang tua korban saat itu datang dan membukakan pintu yang terkunci dari dalam menggunakan kunci cadangan, dan saat terbuka korban sudah meninggal dunia dalam keadaan terlentang," jelas Dedi.

Dedi melanjutkan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian tubuh korban. "Di antaranya luka lebam di pelipis kiri bekas benturan, luka robek di bibir kanan, dan ada bekas bekapan bantal," tambahnya.

Polisi masih terus meminta keterangan sejumlah saksi, untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Muniarti."Sementata masih kita dalami (saksi) dan pelaku masih dalam penyelidikan petugas," pungkasnya.







Cibubur > Laporan Utama

LPSK Lindungi Korban Perampokan Sadis Pulomas

Selasa, 31 Januari 2017 15:43 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai, saat memberikan penjelasan dalam jumpa pers.
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai, saat memberikan penjelasan dalam jumpa pers.

Share this





Jenis bantuan dan pelayanan hukum yang akan diberikan kepada para korban berupa perlindungan fisik saat di sidang dan rehabilitasi trauma.

CIRACAS – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pemberian perlindungan hukum kepada seluruh korban perampokan sadis tragedi Pulomas yang terjadi pada akhir tahun 2016 kemarin.

"Saat ini kita sudah berikan perlindungan kepada seluruh korban yang selamat, yang terdiri dari satu anak korban dan empat orang asisten rumah tangga," katanya di Kantor LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2017).

Haris menjelaskan, jenis bantuan dan pelayanan hukum yang akan diberikan kepada para korban di berupa pemenuhan hak prosedural, seperti perlindungan fisik saat di sidang, serta rehabilitasi trauma.

"Sementara itu, salah satu korban yakni putri almardum Dodi Triono yang bernama Zanette Kalila Azaria (13) akan diberikan pendamping penerjemah, karena dia memiliki keterbatasan berbicara, itu untuk di persidangan nanti," tambahnya.

Sedangkan, untuk bantuan perlindungan hukum akan diberikan kepada seluruh korban dengan jangka waktu selama 6 bulan atau hingga rangkaian proses hukum kasus perampokan sadis Pulomas ini selesai.

"Jangka waktu perlindungan sementara 6 bula dan inj nanti akan kita evaluasi kembali karena ini terdiri dari proses penyidikan yang sedang berlangsunh sampai dengan pengadilan. Kalau masih ada kebutuhan yang masih diperlukan oleh korban, maka akan kita perpanjang," tukasnya.