Kamis, 11 Januari 2018 13:21:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso
Positif Konsumsi Narkoba, 4 Penghuni Rusun Cipinang Besar Angkat Kaki
Pengosongan 4 Unit Hunian Rusunawa Cipinang Besar Selatan RT 018 RW 05 Kelurahan Cipinang Besar Selatan pada Rabu (10/1).
Foto : Ronald Tanoso
 

JATINEGARA -  Sebanyak 50 petugas gabungan dari Satpol PP Kecamatan, Polri, TNI dan dibantu oleh petugas keamanan Rusunawa Cibesel dikerahkan dalam kegiatan pengosongan 4 Unit Hunian Rusunawa Cipinang Besar Selatan RT 018 RW 05 Kelurahan Cipinang Besar Selatan pada Rabu (10/1).

Kegiatan pengosongan unit hunian yang berada di Blok D yaitu 108,203,303 dan 501 dipimpin langsung oleh Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Cipinang  Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta Septalina Purba.

Menurut Septalina, pengosongan ini sebagai tindak lanjut usai pemeriksaan oleh BNN Provinsi DKI Jakarta yang melakukan tes urine pada bulan Desember 2017 lalu kepada seluruh penghuni di Rusunawa Cipinang Besar Selatan.

"Kegiatan pengosongan empat unit hunian di Cipinang Besar Selatan Blok D karena penghuninya kedapatan menggunakan narkoba," ujar Septalina atau biasa disapa Lina.

Lebih jauh Lina mengatakan, sidak BNN pada bulan Desember 2017 berhasil mengamankan empat penghuni blok D Cipinang Besar Selatan karena positif menggunakan narkoba.

“Dari hasil sidak BNN yang kami terima ada empat warga. Yaitu, dua pengguna merupakan pegawai kami yang bertugas sebagai petugas keamanan dan teknisi, dan dua lagi merupakan warga hunian," jelasnya. 

Sebelumnya, proses pengosongan unit juga pernah dilakukan pada 21 Desember 2018. Saat itu didapat beberapa warga yang positif sebagai pengguna narkoba, atas nama Amsori (Blok D 203), Rudi (Blok D 303), dan Denny (Blok D 108). Namun, saat itu, para pertugas yang melakukan pengosongan mendapat perlawanan.

"Mereka melakukan perlawanan. Informasi yang kami dapat saat itu, mereka membawa orang luar rusun yakni preman Pasar Gembrong. Maka demi keamanan, waktu itu proses (pengosongan) dibatalkan," ujar Lina.

Sebagai informasi, Blok D ini terkenal eksklusif dan memiliki petugas keamanan sendiri. Para petugas dari DKI kerap mengalami kesulitan untuk menembusnya.

Oleh karena itu, Lina mengungkapkan jika pihaknya melibatkan kepolisian dalam pengosongan unit rusun. "Proses pengosongan empat unit rusun hari ini berlangsung lancar, meski sempat ada adu argumentasi saat petugas hendak mengosongkan kamar yang ditempati Rudi," kata Lina.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda