Cibubur > Laporan Utama

Petugas Razia Mobil Gunakan Lampu Rotator Ilegal di Cibubur

Kamis, 12 Oktober 2017 13:54 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Detiknews.com

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Penertiban terkait kendaraan yang menggunakan lampu isyarat dan sirine yang tanpa memiliki hak, atau tidak sesuai dengan Undang-Undang aturan lampu lalu li

CIBUBUR - Sedikitnya ada 200 Personil gabungan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menggelar operasi di kawasan Cibubur. Operasi ini khusus untuk menertibkan kendaraan yang memakai sirine dan lampu rotator ilegal. 

"Ada 200 orang personil, kita akan melakukan penertiban terkait kendaraan yang menggunakan lampu isyarat dan sirine yang tanpa memiliki hak, atau tidak sesuai dengan Undang-Undang aturan lampu lalu lintas," kata Kabagbin Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Harry Sulistiadi seusai melakukan apel di Kawasan Buperta Cibubur, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/10) seperti yang dikutip Detiknews.com, Kamis (12/10)

Dalam apel tersebut Harry menjelaskan, penggunaan rotator hanya boleh digunakan oleh petugas. Lampu berwarna merah untuk pemadam kebakaran dan ambulance, lampu biru untuk polisi, dan lampu kuning untuk petugas jalan tol dan kendaraan berat.

“Jadi lampu rotator yang berwarna biru dan merah masyarakat wajib memberikan prioritas," tegasnya.

Harry juga menambahkan jika operasi ini akan dilakukan di dua tempat di kawasan Cibubur. Yang pertama ada di depan pintu masuk tol, dan pintu keluar tol.

"Hari ini (Rabu,11/12) diprioritaskan di arah Cibubur, baik yang ke arah Cileungsi maupun ke arah Cimanggis, Ada dua kelompok, di depan Cibubur Junction, dan di Buperta Cibubur." ujar Harry.

Harry pun menginfokan jika operasi ini akan dilakukan selama satu bulan. Yaitu mulai dari hari ini Rabu (11/10/2017) sampai Sabtu (11/11/2012)

“Operasi ini adalah sesuai dengan perintah Kakorlantas selama satu bulan dari 11 Oktober sampai 11 November 2017," ujarnya. 

Masyarakat yang kedapatan melanggar akan diberikan teguran dan diminta untuk melepaskan lampu rotator atau sirine mereka. Selain itu tentunya ada sanksi khusus denda sebesar Rp 250 ribu.

"Bagi pelanggar bisa dikenakan sanksi berupa hukuman penjara dua bulan atau denda sebesar Rp 250 ribu," ucap Harry.