Cibubur > Laporan Utama

Pilkada DKI 2017

Penyandang Gangguan Jiwa Ikut Nyoblos di Pilkada DKI Jakarta

Selasa, 18 April 2017 16:00 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

jakarta
Ilustrasi penyandang gangguan jiwa yang sedang melakukan pencoblosan
Foto : Amin Hayyu Al Bakki

Share this





Penyandang masalah kejiwaan yang akan mengikuti pencoblosan, sudah dilakukan pemeriksaan kondisi dan telah dinyatakan lulus diperbolehkan mencoblos.

JAKARTA - Sejumlah penyandang gangguan kejiwaan atau psikotik di panti sosial siap mencoblos. Panti milik Dinas Sosial DKI Jakarta ini siap mengikuti pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, yang akan dilangsungkan Rabu (19/4/2017) esok. Penyandang masalah kejiwaan itu telah mendapatkan rekomendasi dari Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan mengungkapkan, penyandang masalah kejiwaan yang akan mengikuti pencoblosan, sudah dilakukan pemeriksaan kondisi dan telah dinyatakan lulus sehingga diperbolehkan mencoblos.

"Kami sudah siapkan warga binaan sosial yang psikotik untuk memeriksakan diri mereka ke RSKD Duren Sawit. Jadi ada beberapa yang direkomendasikan, ada beberapa yang tidak," ujar Masrokhan, Selasa (18/4/2017).

Masrokhan melanjutkan, melalui pemeriksaan itu, pihak Dinas Sosial DKI Jakarta ingin memastikan hanya penyandang masalah kejiwaan yang direkomendasikan oleh pihak rumah sakit saja yang mampu mengikuti Pilkada. Hal itu dilakukan karena para penyandang masalah kejiwaan memiliki kondisi psikis yang berbeda-beda sehingga tidak semuanya mampu mengikuti pencoblosan.

"Kami ingin berikan kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam pilkada. Namun kami juga tidak ingin sembarangan mengajak mereka berpartisipasi," ujar Masrokhan.

Baca juga : Mengenang Masa Kecil dengan Colt T-120

Penyandang psikotik atau gangguan kejiwaan yang mendapatkan rekomendasi dari rumah sakit akan diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendapatkan formulir C 6. Setelah mendapatkan formulir itu, mereka sudah bisa mengikuti pilkada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu, pihaknya juga akan mengerahkan petugas yang turut mendampingi penyandang masalah kejiwaan tersebut.

"Petugas kami tidak akan mengarahkan mereka kepada calon tertentu. Kami berkomitmen untuk netral. Petugas akan tetap mendampingi," kata Masrokhan.

Masrokhan menjelaskan, hingga saat ini terdapat 3.737 orang penyandang masalah kejiwaan atau peikotik. Namun, yang mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti pencoblosan di Pilkada putaran dua esok hanya 127 orang saja.

"Di antara mereka yang mendapatkan rekomendasi dari rumah sakit merupakan psikotik yang sudah hampir pulih dan siap mandiri," pungkas Masrokhan.