Cibubur > Laporan Utama

Pembunuhan Muniarti Bukan Bermotif Pencurian

Selasa, 10 Januari 2017 14:08 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Kapolsek Cipayung
Kapolsek Cipayung

Share this





Kapolsek Cipayung Kompol Dedi Wahyudi menegaskan pembunuhan Muniarti bukan bermotif pencurian.

CIPAYUNG- Kapolsek Cipayung Kompol Dedi Wahyudi menegaskan Muniarti tewas akibat korban pembunuhan. Dedi mengungkapkan pernyataan itu untuk menepis anggapan Muniarti tewas akibat kasus pencurian dengan kekerasan.

Miniarti, remaja berusia 20 tahun, ditemukan tewas di kediamannya di Jalan makmur RT 03 RW 03 Kelurahan Pondok Ranggon Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017) dinihari. "Tidak ditemukan benda atau barang berharga milik korban di TKP yang hilang, dugaan sementara ini murni pembunuhan," kata Dedi saat dihubungi infonitas.com di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017).

Dedi menjelaskan, hingga kini pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti guna mencari pelaku pembunuhan gadis yang diketahui merupakan mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dari identifikasi polisi, sejumlah luka tusukan ditemukan di beberapa beberapa bagian tubuh korban. Selain itu, bibir korban robek. "Sementara jenazah korban saat ini sudah berada di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi," tambah Dedi.

 

 

 

 

Description: https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

 







Cibubur > Laporan Utama

Adegan 5 Sampai 10, Saat Murniarti Dibantai Kakaknya

Jumat, 27 Januari 2017 11:23 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Tersangka Abdul Rahman yang tak lain kakak kandung dari korban Murniarti (22) saat rekonstruksi yang digelar  Polres Metro Jakarta Timur, di lokasi pembunuhan yang terletak di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.
Tersangka Abdul Rahman yang tak lain kakak kandung dari korban Murniarti (22) saat rekonstruksi yang digelar Polres Metro Jakarta Timur, di lokasi pembunuhan yang terletak di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Share this





Dalam adegan itu korban tak menyangka perlakuan kakaknya sehingga korban tak sempat melawan dan akhirnya tewas.

CIPAYUNG – Satuan unit Reskrim Polres Metro Jakarta Timur menggelar proses rekonstruksi terbunuhnya mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bernama Murniarti (22) di kediamannya yang terletak di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam rekonstruksi yang dimulai pada Jumat pagi (27/1/2017) sekitar pukul 08.30 WIB itu, pelaku tunggal yang tak lain kaka kandung korban Abdul Rahman turut diikutsertakan dalam jalannya rekonstruksi. Total ada 17 adegan pembunuhan yang dilakukan oleh Abdul Rahman yang berstatus sebagai kakak kandung korban.

"Jadi ada 17 adegan di rekonstruksi  pembunuhan mahasiswi UMJ ini," ujar Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Martinus Marbun, di lokasi, Jumat (27/1/2017).

Marbun menyampaikan, dalam rekonstruksi tersebut, pada adegan 5 sampai 10 merupakan adegan krusial di mana nyawa Murniarti mulai dihabisi oleh pelaku. Marbun menjelaskan, dalam adegan 5, pelaku mulai terlibat cekcok dengan korban di kamarnya.

"Di adegan 5 sampai 10, korban mulai terlibat cekcok dengan pelaku hingga terlibat pertengkaran," tambah Marbun.

Marbun menjelaskan, dalam rentang adegan tersebut, pelaku juga sempat membenturkan kepala korban ke tembok dan menyekap korban dengan bantal hingga akhirnya korban kehabisan napas dan meregang nyawa.

"Dalam adegan itu korban tak menyangka perlakuan kakaknya sehingga korban tak sempat  melawan dan akhirnya tewas," ujar Marbun.

Marbun menyampaikan, usai melakukan perbuatan kejinya, pelaku langsung bergegas pergi dari kediaman korban. Pelaku juga turut mengunci pintu rumah korban dan menuju ke sepeda motor yang sebelumnya disimpan di samping rumah korban.

"Pelaku meninggalkan rumah korban dengan menuntun sepeda motornya terlebih dahulu sampai ke depan gang agar tak diketahui warga sekitar," ucap Marbun.

Sementara itu, lanjut Wakasat, dari hasil rekonstruksi ini belum ditemukan bukti tambahan atas terbunuhnya Murniarti. Rekonstruksi ini pun dilakukan guna melengkapi berkas perkara sebelum pelaku masuk ke proses pengadilan.

"Sementara pelaku terancam dikenai Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau seumur hidup," pungkas Marbun.







Cibubur > Laporan Utama

Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMJ, Peragakan 17 Adegan

Jumat, 27 Januari 2017 10:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Share this





Proses rekonstruksi ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

CIPAYUNG – Polres Metro Jakarta Timur menggelar  kasus rekonstruksi pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Fakultas Arsitektur di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang tewas dibunuh oleh kakak kandungnya sendiri yang bernama Abdul Rahman. Total terdapat 17 adegan dalam rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB Jumat (27/1/2017) pagi itu.

Pantauan infonitas.com di lokasi rekonstruksi di kediaman korban yang terletak di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, adegan pertama  pelaku datang seorang diri pada Selasa dinihari (10/1/2017) sekitar pukul 01.30 WIB. 

"Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor dan menyembunyikan sepeda motor di sebuah gang kecil samping rumah korban," kata salah satu petugas kepolisian yang membacakan reka adegan, di lokasi, Jumat (27/1/2017).

Setelah adegan pertama, pelaku lalu terlihat memasuki rumah korban. Ketika hendak masuk, pelaku mendapati pintu rumah korban yang berada di rumah nomor 23 itu terkunci. Namun, pelaku berhasil membuka pintu tersebut karena ia lebih dahulu memiliki kunci cadangan.

"Setelah membuka pintu, pelaku kemudian masuk ke dalam rumah korban dan langsung menghampiri kamar korban yang berada di pintu pertama sebelah kiri," ujar petugas pembaca reka adegan.

Setelah adegan itu, wartawan yang meliput tidak diperkenankan untuk mengambil gambar di dalam rumah korban. Sementara itu, Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Martinus Marbun menyampaikan, proses rekonstruksi ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Jadi total 17 adegan ini untuk meyakinkan penuh JPU apa yang dilakukan tersangka selama rekonstrukai pembunuhan mahasiswi UMJ ini," pungkas Marbun. 







Cibubur > Laporan Utama

Warga Padati Lokasi Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMJ

Jumat, 27 Januari 2017 10:02 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Meski diguyur hujan warga tetap berbondong-bondong ingin melihat petugas dari Polres Metro Jakarta Timur melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Meski diguyur hujan warga tetap berbondong-bondong ingin melihat petugas dari Polres Metro Jakarta Timur melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Share this





Sejumlah warga yang menyaksikan, mengaku ingin melihat bagaimana Rahman melakukan aksi kejinya terhadap adik kandungnya itu.

CIPAYUNG – Satuan reskrim Polres Metro Jakarta Timur menggelar proses rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22) yang tewas dibunuh oleh kakak kandungnya sendiri yang berinisial AR alias Rahman di kediamannya di Jalan Makmur RT 03 RW 03 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Proses rekonstruksi yang semula akan digelar pada Jumat (27/1/2017) pagi pada pukul 07.30 WIB terpaksa molor lantaran hujan deras yang mengguyur di lokasi kejadian. Rekonstruksi pun baru dimulai selang satu jam kemudian sekitar pukul 08.30 WIB.

Pantauan infonitas.com di lokasi, meski masih diguyur hujan, warga terlihat memadati lokasi digelarnya rekonstruksi pembunuhan wanita yang berstatus sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut. Sejumlah warga yang menyaksikan, mengaku ingin melihat bagaimana Rahman melakukan aksi kejinya terhadap adik kandungnya itu.

"Penasaran mas, mau lihat seperti apa pelakunya, kok tega banget ya, nggak kasihan sama keluarganya sendiri," kata Fatimah (39), ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Salamun, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, kepada infonitas.com, di lokasi, Jumat (27/1/2017).

Sementara itu, warga lainnya, Ratih (42) mengaku kaget saat mengetahui kakak kandung korban lah yang nekat menghabisi nyawa Murniarti. Ia tak menyangka, pelaku yang terkenal pendiam dan dikenal rajin ibadah itu menjadi pelaku tunggal.

"Tenang banget mas si Aman (Rahman) pas rekonstruksi tadi. Saya kenal sama dia, sering nyapa dan panggil saya itu 'Emak' kalau pas lagi mau berangkat kerja," kata wanita yang juga tetangga korban kepada infonitas.com, di lokasi.

Sementara itu, guna mengamankan jalannya proses rekonstruksi, petugas dari reskrim Polres Metro Jakarta Timur memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk membatasi warga yang ingin menonton proses rekonstruksi.

"Tolong ibu-ibu, harap berdiri di belakang garis polisi, jangan mengganggu jalannya rekonstruksi supaya lancar," tukas salah satu polisi melalui pengeras suara.







Cibubur > Laporan Utama

Hari Ini, Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Murniarti

Jumat, 27 Januari 2017 09:30 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Share this





Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Murniarti yang merupakan kakak kandung korban.

CIPAYUNG – Satuan reskrim Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang tewas di tangan kakak kandungnya sendiri pada Selasa dinihari, tanggal 10 Januari 2017. Rekonstruksi digelar di kediamannya, di Jalan Makmur RT 03/03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono menyampaikan, proses rekonstruksi sudah dimulai Jumat (27/1/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Murniarti yang merupakan kakak kandungnya, akan dihadirkan oleh kepolisian.

"Rencananya rekonstruksi akan dihadiri langsung oleh pelaku yakni AR," katanya saat dihubungi infonitas.com, Jumat (27/1/2017). 

Sementara itu, pantauan infonitas.com di lokasi, rekonstruksi yang awalnya akan digelar pada pukul 07.30 WIB, terpaksa diundur sampai waktu yang belum diketahui lantaran di lokasi kejadian diguyur hujan deras. 

Sementara itu, di lokasi sendiri petugas terlihat bersiap-siap untuk melaksanakan proses rekonstruksi. Terlihat pula Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol M. Marbun yang akan memimpin jalannya proses rekonstruksi.

Seperti diketahui, Murniarti tewas setelah dibunuh oleh AR usai dibekap bantal di kediamannya sendiri di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Motif AR membunuh adik kandungnya itu lantaran ingin memiliki rumah warisan keluarganya yang saat itu dihuni oleh korban.







Cibubur > Laporan Utama

Polisi Terus Dalami Motif Pembunuhan Mahasiswi UMJ

Jumat, 13 Januari 2017 14:10 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono

Share this





Beredar kabar jika dugaan sementara AR tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri lantaran berebut harta warisan.

CIPAYUNG – Teka-teki motif pembunuhan Murniarti (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang dibunuh oleh kakak kandungnya sendiri yang berinisial AR, masih menjadi misteri.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur pun terus melakukan pemeriksaan secara intensif pelaku untuk membongkar motif terbununuhnya Murniarti.

"Kita masih lakukan pemeriksaan intensif yang bersangkutan (AR) dan mencocokan dengan keterangan saksi serta olah TKP lanjutan semalam," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono saat dihubungi infonitas.com, Jumat (13/1/2017).

Sebelumnya beredar kabar jika dugaan sementara AR tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri lantaran berebut harta warisan. Meski begitu, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Agung mengaku belum bisa memastikannya."Untuk saat ini (soal warisan) motifnya masih didalami penyidik," tambahnya.

Sementara itu Agung menambahkan, hingga saat ini belum ada dugaan keterlibatan pelaku lain dari pembunuhan tersebut. Untuk hasil otopsi sendiri, Agung juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut.

"Otopsi penyebab meninggal, belum ada dan sementara belum ada keterlibatan pelaku lainnya," imbuhnya.

Seperti diketahui, pembunuhan sadis itu menimpa seorang mahasiswi UMJ bernama Murniati (22) dirumahnya sendiri di Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Untuk saat ini polisi menetapkan kakak kandungnya, AR sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut.







Cibubur > Laporan Utama

Polisi Kembali Olah TKP Kasus Pembunuhan Murniarti

Jumat, 13 Januari 2017 11:25 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono

Share this





Olah TKP lanjutan ini dilakukan untuk mencocokan keterangan dari para saksi sesuai dengan hasil olah TKP serta pencocokan sejumlah barang bukti.

CIPAYUNG – Polres Metro Jakarta Timur kembali menggelar olah TKP di lokasi terbunuhnya Murniarti (22) di Jalan Makmur RT 03/03 Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (12/1/2017) malam.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono menyampaikan, olah TKP lanjutan ini dilakukan untuk mencocokan keterangan dari para saksi sesuai dengan hasil olah TKP serta pencocokan sejumlah barang bukti.

"Bukti baru belum ada, tapi ini kita cocokkan dulu keterangan yang diperoleh karena di TKP itu ada kegiatan, seperti datangnya (pelaku) itu ngobrol dulu, posisinya di mana, kita cocokkan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono kepada awak media di lokasi kejadian, Kamis (12/1/2017) malam.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai apa motif sebenarnya dalam pembunuhan Muniarti, Agung mengaku pihaknya masih mendalami secara intensif pelaku yang diketahui adalah kakak kandung korban yang berinisial AR itu.

"Yang bersangkutan (AR) masih kita lakukan pemeriksaan intensif malam ini,  motifnya sedang kita dalami nanti kalau sudah terang benderang baru kita sampaikan," pungkas Agung.