Cibubur > Laporan Utama

Pelaku Tawuran Jalan Dewi Sartika Akan Diberikan Pekerjaan

Minggu, 19 Maret 2017 10:34 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi tawuran di Jalan Dewi Sartika
Ilustrasi tawuran di Jalan Dewi Sartika
Foto : istimewa

Share this





Tawuran yang kerap terjadi di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur membuat Camat Kramat Jati turun tangan memberikan lowongan pekerjaan bagi para pelaku.

KRAMATJATI – Solusi terhadap perselisihan yang terjadi antar warga di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur adalah memberikan lowongan pekerjaan kepada pelaku tawuran. Sebab, perselisihan yang menyebabkan ricuh lantaran berebut lahan pak Ogah di putar balik (U Turn) depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhudi Asih.

Jumat (17/3/2017) Malam, pihak Kecamatan Kramat Jati sempat mengundang kedua kelompok yang bertikai untuk dilakukan mediasi. Namun, pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, lurah dan Babinsa serta Bimaspol tidak dihadiri oleh pihak yang bertikai.

"Kesimpulannya dari dua pihak menyatakan damai. Sayangnya yang biasa jadi "pak ogah" tidak ada yang hadir semalam. Kita akan carikan solusi lain agar tidak terjadi tawuran lagi," ujar Camat Kramat Jati Eka Dharmawan mengatakan, Sabtu (18/3/2017).

Menurutnya, pertemuan Jumat malam lalu membahas masalah penutupan putaran balik atau u-turn depan RSUD Budi Asih yang dianggap sebagai pemicu kemacetan lalu lintas. Kemudian dalam pertemuan ini juga membahas tentang penyaluran remaja yang masih menganggur. Mereka akan diikutkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) untuk dilatih keterampilan.

"Jika sudah memiliki keterampilan maka akan disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan lowongan kerja," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kramat Jati Kompol Supoyo mengatakan, belum diketahui penyebab tawuran antar warga ini.  Pihaknya mengerahkan sekitar 30 anggota, gabungan dari Polsek dan Polres untuk membubarkan tawuran. Dan disiagakan 12 personel setelahnya di pos dekat lokasi.

"Masalah selalu tidak jelas, setiap ada yang mengejek tersinggung, langsung tawuran," ucapnya.

Baca juga : Puluhan Nelayan Orasi Tuntut Tangkap Penyuap Reklamasi di PTUN Jakarta