Cibubur > Laporan Utama

LBH Masyarakat Nilai Pengguna Narkotika Harus Dapat Perawatan

Kamis, 10 Agustus 2017 19:31 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi narkotika.
Ilustrasi narkotika.
Foto : istimewa

Share this








Dari pantauan LBH Masyarakat, pengguna yang tergolong hanya korban seakan mendapat perlakuan hukum sama seperti pengedar atau bandar Narkoba.

CIBUBUR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat menilai, aparat berwenang harusnya memberikan pelayanan pengobatan bagi para pengguna Narkotika. Namun kenyataannya, para pengguna yang tergolong hanya korban dari barang haram tersebut seakan mendapat perlakuan hukum sama seperti pengedar atau bandar Narkoba.

Kepala Bidang Analis Kebijakan Narkoba LBH Masyarakat, Yohan Misero mengungkapkan alih-alih memberantas peredaran gelap napza, penegak hukum justru memilih untuk fokus pada target operasi (TO) yang terdiri dari nama-nama daftar figur publik yang menggunakan napza.

"Rekan-rekan pengguna napza seharusnya diintervensi dengan pendekatan kesehatan, bukannya hukum pidana. Hal ini menunjukan ketidakseriusan pemerintah dalam menghadapi persoalan peredaran gelap napza, yang di satu sisi mendorong pengguna napza untuk merehabilitasi diri," katanya melalui keterangan resmi yang diterima Infonitas.com, Kamis (10/8/2017).

Yohan menerangkan, di dalam Pasal 62 UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika bahwa kepemilikan psikotropika yang dilakukan secara tanpa hak adalah melawan hukum.

"Namun Pasal 41 peraturan yang sama membuka ruang putusan rehabilitasi. Menurut hemat kami, seharusnya dapat dijadikan pijakan bagi penegak hukum untuk melakukan diskresi untuk tidak memproses perkara-perkara semacam ini," jelas Yohan.