Rabu, 10 Januari 2018 17:12:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso
Spanduk protes warga perumahan Kota Wisata terhadap proyek Tol Cibitung-Cimanggis
Spanduk protes warga perumahan Kota Wisata terhadap proyek Tol Cibitung-Cimanggis
Foto : Ronald Tanoso
 

CIBUBUR - Warga perumahan Kota Wisata geram. Beberapa pekan belakangan ini, proyek pembangunan jalan tol Cibitung-Cimanggis telah mengganggu ketentraman warga, khususnya yang bermukim di klaster Madrid.

Puncaknya, aksi blokir terhadap proyek jalan yang dikerjakan kontraktor Waskita Karya sempat dilakukan. Warga secara beramai-ramai memarkirkan kendaraannya di depan pintu masuk Proyek, Senin pagi (18/12/17) silam. 

Proyek pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung yang kebetulan melewati wilayah perumahan Kota Wisata Cibubur, dinilai tidak sesuai dengan rencana awal sebagaimana disepakati dengan warga perumahan.

Mengutip Gatranews.com, Rabu (10/1/2018), Ketua Paguyuban Klaster Madrid Brigjen polisi (purn) Agus Kusnadi mengatakan, proyek pembangunan jalan tol ini tidak memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan warga disekitarnya.

Selain itu, proyek pembangunan telah merusak keseimbangan alam sekitar. 

"Hampir 2 tahun kami merasakan dampak negatif proyek tol tanpa solusi yang jelas," ujar Agus Kusnadi pada Minggu, Rabu (10/1/2018),

Menurutnya, pelaksanaan proyek ini sudah tidak sesuai dengan rencana pembangunan tol semula yang dipublikasikan kepada warga, yaitu jalan tol dengan konstruksi terowongan di bawah sungai atau underpass.

Namun malah diubah menjadi jembatan jalan (fly over) yang mengakibatkan adanya kenaikan permukaan jalan hingga 1,4 meter dan berdampak pada lingkungan sekitar. 

“Akar masalahnya adalah pekerjaan proyek tidak bisa selesai tepat waktu yaitu bulan Desember 2017 dan mereka tidak bisa menjamin secara pasti kapan proyek akan selesai," bebernya. 

Dengan adanya perpanjangan waktu pekerjaan proyek kata dia akan memperpanjang penderitaan warga klaster Madrid Kota Wisata karena harus terus menerus menerima  dampak dari pembangunan tanpa ada kompensasi yang ditawarkan pihak pengembang.

Sementara itu, dalam pertemuan yang dilakukan pada Minggu (17/12/17) malam, PT Waskita Karya berdalih,  keterlambatan pekerjaan proyek akibat masih adanya persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas dengan pihak Kota Wisata.

Warga yang mendengar alasan tersebut, sempat menanyakan kepada perwakilan pihak Estate Management Kota Wisata yang diwakili Duriyadi yang ditunjuk oleh Hogeny Pimpinan Estate Management Kota Wisata untuk mewakilinya. 

Namun, Duriyadi justru tidak bisa menjelaskan persoalan tersebut. Menurut Agus, warga Cluster Madrid akan segera meminta penjelasan langsung kepada Hogeny selaku Pimpinan Estate Management.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda