Cibubur > Laporan Utama

Kian Memanas, Farhat Abbas Kembali Polisikan Vicky Prasetyo

Sabtu, 13 Januari 2018 13:25 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso

Surat laporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang telah terdaftar di Polres Kabupaten Bogor
Surat laporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang telah terdaftar di Polres Kabupaten Bogor
Foto : Ronald Tanoso

Share this








Farhat Abbas kembali mempolisikan Vicky Prasetyo atas kasus dugaan penipuan atau penggelapan

CIBUBUR - Perseteruan antara Vicky Prasetyo dengan Farhat Abbas semakin memanas. Sebelumnya diberitakan, Vicky dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Farhat Abbas atas dugaan pengeroyokan. 

Kali ini, mantan suami Nia Daniaty itu kembali melaporkan Vicky atas dugaan penipuan atau penggelapan. Dalam laporan yang telah terdaftar di Polres Kabupaten Bogor dengan nomor laporan LP/B/38/1/2018/JBR/RESBOGOR pada tanggal 12 Januari 2018, Jumat (12/1) kemarin.

Pada laporan kali ini, Farhat menuding Vicky dengan temannya yang bernama Nabella dengan dugaan menjual rumah tanpa seijin pemiliknya.

Kejadian ini berawal pada saat korban yang tak lain adalah salah satu klien Farhat hendak masuk kedalam rumah miliknya yang ada di kawasan Perumahan Kota Wisata, Cibubur.

Akan tetapi, bukannya masuk tanpa halangan, malahan yang terjadi adalah si klien Farhat ini tidak bisa masuk. Pasalnya, kunci dari rumah itu sudah diganti. Sementara, petugas keamanan yang ada di komplek perumahan ini menyebutkan bahwa rumah tersebut sudah dijual.

Melihat kejadian yang dialami oleh kliennya, Farhat menduga Vicky dan Nabella sudah mengambil sertifikat untuk hak guna bangunan yang sudah disimpan seseorang yang diduga bernama Slamet itu tanpa ijin pemiliknya terlebih dahulu.

Atas kejadian tersebut, Farhat menduga kalau Vicky dan rekannya telah memalsukan data milik kliennya. Dari hasil perbuatan tersebut, Farhat menilai korban merasa dirugikan secara materiil dengan nilai sebesar Rp. 1,3 miliar.

“Hari ini Vicky dilaporkan menjual rumah klien saya di Polres Kabupaten Bogor,” ujar Farhat.

Dari kejadian ini, Farhat sangat menyesalkan atas perbuatan tersebut. Vicky dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan dimana akan dikenakan pasal 378 dan pasal 372 KUHP.

“Cukup disayangkan jika nantinya dia akan terancam dengan hukuman empat tahun penjara,” timpal Farhat.