Cibubur > Kesehatan

Mengenal Sirosis dan Kanker Hati

Jumat, 24 Februari 2017 14:25 WIB
Editor : Admin | Reporter : Ronald

Ilustrasi kanker hati
Ilustrasi kanker hati
Foto : istimewa

Share this





Perilaku hidup tidak sehat memunculkan sirosis hati. Hindari alkohol, junk food, kurangi makanan berlemak, hindari jarum tato tidak steril, tidak narkotik

Info Kesehatan - Selamat jalan bung Sutan Bhatoegana, politisi dan mantan anggota DPR RI. Kabar terakhir sebelum wafat, Sutan divonis dokter terkena sirosis hati. Lalu, berubah menjadi kanker hati. Akhirnya, ajal pun menjemputnya.

Secara umum, sirosis hati merupakan penyakit hati atau liver. Berupa peradangan, kerusakan atau kematian sel hati. Sirosis menyebabkan hati mengeras, lalu mengecil. Fungsi hati menurun. Dalam tahap lanjut, tak tertutup kemungkinan, sirosis berkembang menjadi kanker hati (Hepotocellullar Carcinoma/HCC). Kanker hati merupakan keganasan pada organ hati. Kanker jenis ini menjadi penyebab ketiga dari kematian akibat kanker di dunia.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Meilia Cibubur, dr. Henry Simon Saragih, M.Kes, SpPD memaparkan, bila sirosis tidak ditangani dengan tepat, proses kerusakan sel hati akan terus berjalan. Fungsi hati semakin menurun karena banyak sel hati yang mati. Kerusakan terus-menerus itu akhirnya memicu pertumbuhan sel kanker. “Kanker hati bisa terjadi karena peradangan menahun, menyebabkan sifat sel hati berubah menjadi sel kanker,” tuturnya.

Penyebab sirosis hati karena infeksi virus hepatitis B maupun C. Bisa karena autoimun, perlemakan hati atau konsumsi alkohol yang berlebihan, juga diabetes. Henry mengatakan, sirosis hati masih bisa disembuhkan. Asalkan, penyebabnya bisa dihilangkan. 

Dia mengingatkan, apabila sirosis ini sudah jadi kanker, maka penyakit ini akan lebih berat. Untuk itu, pengobatan sirosis dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker hati. Selain itu, sirosis bisa berlanjut menjadi gagal hati. “Terpenting adalah melakukan deteksi dini untuk pencegahan terkena penyakit hati sebelum berkembang jadi sirosis. Sebab, kebanyakan pasien datang sudah dalam keadaan sirosis, pada umumnya awal kerusakan hati tidak memunculkan gejala yang jelas” timpalnya.

Biasanya para penderita kanker hati ini berusia 45-50 tahunan ke atas. Gejala umum terlihat dari kehilangan berat badan, kehilangan nafsu makan, sering mual dan muntah, adanya pembengkakan pada perut. Lalu, perubahan warna kuning pada kulit dan bagian putih mata, sering mengalami nyeri perut di bagian bawah. 

“Intinya, untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini yaitu hindari terinfeksi virus hepatitis dengan vaksinasi hepatitis, tidak konsumsi narkotika, tidak minum alkohol, hindari penggunaan jarum tato tidak steril, kurangi makanan berlemak,” tegasnya. 

Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja. Terutama mereka berperilaku hidup tidak sehat. Namun kecenderungan ini banyak dialami kaum pria. “Intinya kita kembali memprioritaskan pola hidup 4 sehat 5 sempurna, giat berolahraga dan hindari fast food,” tutupnya.