Selasa, 05 Juni 2018 16:42:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Sayangianak.com
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa
 

CIBUBUR - Setiap individu memiliki potensi bakat masing-masing. Namun begitu, masih banyak orangtua yang tak menyadari bakat yang dimiliki sang buah hati. Lantas, bagaimana melihat dan mengasah bakat mereka sedini mungkin ?

Peka Terhadap Anak

Kebanyakan orangtua bisa dibilang “kecolongan” karena telah kehilangan masa perkembangan emas anak yang terjadi sejak umur 3-14 tahun. Kondisi ini sering menjadi penyebab kesenjangan atau arah yang tertinggal karena kurang tanggap akan potensi si buah hati.

Oleh karena itu, orangtua harus memiliki kepekaan sedini mungkin akan potensi bakat anak. Tak ketinggalan, memberikan dukungan untuk mengembangkan potensi anak tersebut.

Dorongan Dan Arahan

Rasa percaya diri anak akan tinggi apabila ia mengerti tentang olahan daya pikir serta keikutsertaan orangtua dalam memberi semangat. Ini juga akan membuat orang-orang di sekitar mereka akan memiliki anggapan serupa untuk terus mendorong anak-anak dalam meraih sebuah prestasi

Pada dasarnya, potensi seorang anak adalah hal yang sangat penting untuk diketahui orangtua. Namun, juga harus terdapat arahan untuk membuat potensi yang dimiliki oleh anak mampu berkembang dengan kesesuaian yang tepat sekaligus terarah.

Pengembangan Potensi

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan potensi tersebut. Dengan banyak sekali macam potensi akan membuat orangtua mengetahui arahan mana yang dapat membuat anak semakin banyak mengolah rasa dan karsa yang dimiliki menjadi sesuatu yang bernilai dalam hidupnya.

Pasalnya, bakat seorang anak menjadi salah satu citra khusus yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga terdapat rasa ingin mengembangkan, melakukan yang terbaik, hingga mengeksplorkan bakat yang ia miliki tersebut.

Bakat Bukan Penghapus Tanggung Jawab

Pengertian satu ini juga menjadi sebuah arahan dari orangtua pada anaknya. Menjadikan bakat berupa upaya pengembangan diri anak, bukan menghapuskan tanggung jawa tertentu yang memang seharusnya dilaksanakan oleh anak dengan baik.

Misal, membiarkan anak yang memiliki bakat menari untuk meninggalkan pendidikan formalnya begitu saja diatas bakat atau secara potensial yang ingin anak kembangkan. Inilah PR yang harus diaksanakan orangtua sehingga anak mampu memberikan keseimbangan antara eksplorasi bakat dengan kewajiban mutlak. Dengan demikian, anak akan mampu mengembangkan bakat, tetapi juga tidak melupakan begitu saja mengenai kewajibannya.

Pengertian Yang Sesuai Pengembangan

Dalam berkembangnya anak, tentu memiliki tingkat pengertian hingga potensi yang berbeda. Maka dari itulah, orangtua tidak dapat menyamaratakan, atau memukul rata nilai-nilai aspek pengembangan bakat dengan usia anak. Karena berbeda tingkat usia, juga berbeda pula pengertian hingga himbauan bagi mereka. Jadi, anak harus tetap dibimbing untuk mengembangkan bakatnya, namun juga sesuai akan usia yang ia miliki saat itu.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda