Cengkareng > Laporan Utama

Tolak Copot Spanduk Provokatif, RW di Cengkareng Akan Dipanggil Panwaslu

Kamis, 16 Maret 2017 09:17 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi Warga Copot Spanduk Provokatif
Ilustrasi Warga Copot Spanduk Provokatif (Ist)
Foto : istimewa

Share this





Panwaslu akan melakukan klarifikasi terhadap pelaku penolakan penurunan spanduk provokatif di kawasan Cengkareng.

CENGKARENG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, ketua RW 04 Cengkareng Barat Ali Rosyani akan di panggil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat, hari ini Kamis (16/3/2017).

Pemanggilan tersebut dilakukan terkait penolakan penertiban spanduk bernada provokatif di kawasan Cengkareng, tepat di RW 04 jalan Pondok Randu, Cengkareng, Jalarta Barat.

"Hari ini rencananya akan dipanggil Panwaslu Jakarta Barat, karena ada penolakan yang dilakukan ketua RW didaerah Cengkareng," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (16/3/2017).

Sementara itu, Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi menuturkan pihaknya kini tengah melakukan klarifikasi terhadap pelaku penolakan penurunan spanduk provokatif di kawasan Cengkareng. Namun dalam pesan singkatnya dia tidak menyebutkan sejauh mana pemanggilan tersebut. "Sedang klarifikasi pemanggilan RW," pungkasnya .

Sebelumnya diberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat melakukan penertiban spanduk bernada provokatif di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi mengatakan, penertiban dilakukan di 17 titik wilayah Cengkareng. Sebelum penertiban pihaknya terlebih dahulu melakukan pemetaan di wilayah tersebut. "Setelah dipetakan, untuk di Cengkareng ada 17 titik yang akan diturunkan, salah satunya di jalan Pondok Randu, Cengkareng, Jalarta Barat," Kata Puadi saat di hubungi media, Rabu (15/3/2017).

Dia menjelaskan, saat penertiban sejumlah spanduk di wilayah Cengkareng pihaknya sempat mendapatkan penolakan oleh ketua RW 04, Cengkareng Barat, Ali Rosyani. Penolakan itu terjadi ketika petugas Satpol PP menurunkan sebuah spanduk bernada provokatif di wilayah RW tersebut.

"Kami berikan penjelasan kepada ketua RW jika sepanduk tersebut harus dicopot. Hal tersebut tidak sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2017 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota," tuturnya.