Komunitas JACCO, Yang Tua Membimbing yang Muda
Cengkareng > Komunitas

Komunitas JACCO, Yang Tua Membimbing yang Muda

Rabu, 14 Desember 2016 14:52 WIB
Editor : Naufal | Reporter :

Komunitas JACCO
Komunitas JACCO

Share this





Komunitas - Jakarta Children Community (JACCO) berlokasi di Gading Arcadia Sport Club, Perum Gading Arcadia, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ratnaganadi, Artistic Director JACCO, menjelaskan komunitas ini merupakan embrio dari Satu Kata Indonesia dan anak organisasi Yayasan Peduli Pendidikan AnakIndigo (YPPAI), yang memberikan perhatian ke arah performing art. Kehadiran JACCO, sambungnya, dimulai pada 2010, tapi belum memiliki nama. Pada 2015, semua pengurus dan pengurus sepakat menggunakan nama JACCO.

Langkah yang dilakukan setelah memiliki nama adalah mengikuti seleksi 14th World Festival of Children’s Theatre (WFCT) di Ontario, Kanada. Tim JACCO mengirimkan contoh produksi berupa foto, video, sinopsis. “Bersyukur dari 80 negara yang mengikuti seleksi tersebut, JACCO menjadi salah satu dari 20 negara terpilih,” ungkapnya.

Alika Chandra, pembina JACCO, menambahkan anggota komunitas merupakan anak-anak yang terpilih melalui audisi bakat performing art di berbagai sekolah di Jakarta, khususnya Jakarta Utara. “JACCO berdiri dengan sebuah konsep, yang tua membimbing anak muda. Penggambungan antara yang senior dengan pemula. Kami menggalang supaya anak muda mengetahui budaya bangsa.  Mereka berbakat, maka akan kami gali terus,” tuturnya.

Setelah sukses menggelar pertunjukan teater berjudul Cindelaras di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 22 Mei 2016 dan mengikuti 14th World Festival of Children’s Theatre (WFCT) membuat JACCO mendapat undangan resmi dari Kementerian Kebudayaan Tiongkok untuk melakukan pertunjukan pada September 2016.







Cengkareng > Komunitas

Komunitas Tamiya 4WD Jakbar Senang Ngebut di Trek

Selasa, 21 Oktober 2014 09:45 WIB
Editor : | Reporter :

Komunitas Tamiya 4WD Jakarta Barat
Komunitas Tamiya 4WD Jakarta Barat

Share this





Para anggota Tamiya 4WD Cengkareng rutin datang dan bermain pada hari Rabu dan Sabtu sore.

CENGKARENG – Tamiya, mainan yang satu ini begitu digemari pada era ‘90-an. Variannya yang beragam sekaligus mudah dibuat jadi kencang, menjadi daya tarik Tamiya.

Adalah sebuah komunitas di Cengkareng bernama Tamiya 4WD Jakarta Barat yang bergumul dengan Tamiya. Bagi sebagian anggotanya yang berusia dewasa, Tamiya menjadi ajang nostalgia.

Terbentuknya perkumpulan pecinta mobil balap mini ini digagas oleh seorang maniak Tamiya bernama Junet. “Saya hobi banget dengan Tamiya sejak SD, zaman itu lagi booming. Sekarang saya pun buka toko khusus menjual perlengkapan Tamiya,” cetusnya.

Tokonya yang terletak di Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat ini sering dibuat menjadi tempat berkumpul komunitas Tamiya 4WD. Sebabnya fasilitas untuk mengutak-atik Tamiya terbilang lengkap. Selain itu tersedia pula lintasan balap khusus Tamiya.

Para anggota Tamiya 4WD Cengkareng rutin datang dan bermain pada hari Rabu dan Sabtu sore. Mereka pun kerap bertukar pikiran tentang hobinya itu, balapan, dan memodifikasi mobil.

Tamiya 4WD Jakarta Barat juga kerap menggelar permainan Standard Tamiya Original (STO) dan Standard Tamiya Box (STB). Dalam kelas STO para peserta mengadu mobil hasil modifikasi masing – masing. “Kami jadikan sebagai ajang latihan kami untuk menguji hasil modifikasi atau untuk mengikuti kejuaraan,” tambah Junet.

Asyiknya, komunitas ini kerap menjuarai perlombaan Tamiya di Jakarta maupun di luar Jakarta. “Menjadi motivasi para anggota yang lain untuk bisa berkreasi memodifikasi hobi mereka lewat Tamiya ini,” ucapnya.

Menurut Junet, bermain Tamiya bukanlah sekadar menjalankan hobi. Melainkan dijadikan sebagai ajang bakat di bidang mekanikal dan merakit mobil hasil dari kreasi sendiri.