Cengkareng > Kesehatan

Vertigo Bukan Penyakit

Jumat, 17 Maret 2017 14:38 WIB
Editor : Admin | Reporter : Reza Antares. P

Ilustrasi Vertigo.
Ilustrasi Vertigo.
Foto : istimewa

Share this

0





0

Kendati tidak termasuk dalam penyakit, jika berlarut-larut, Vertigo dapat menyebabkan tumor dan stroke.

Info Kesehatan - Nyeri tak tertahankan di kepala sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beragam jenisnya, mulai dari Tension, Cluster, Migrain hingga Vertigo. Berbeda dengan nyeri kepala lainnya, Vertigo boleh dibilang ‘unik’ dengan sensasi berbeda, dimana diri sendiri atau sekeliling terasa berputar dan terjadi tiba-tiba.

Dokter Spesialis Saraf dari RS Mitra Keluarga Kalideres dr. Thomas Henry B.P, Sp.S mengatakan, serangan Vertigo bisa bervariasi, mulai dari pusing ringan dan muncul berkala, hingga pusing berat dan berlangsung lama hingga beberapa hari dan menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas dengan normal. “Penyebabnya ada dua, akibat kelainan di kepala dan kelainan selain di kepala,” jelasnya.

Lebih jauh ia menerangkan,  gejala kehilangan keseimbangan saat Vertigo menyerang, membuat penderitanya kesulitan berdiri dan berjalan, mual, muntah, berkeringat, pusing dan kadang disertai gerakan mata yang tidak normal. Menurutnya, bila kondisi tersebut berlanjut dan tak kunjung sembuh usai pemeriksaan sederhana, harus dilakukan pemeriksaan lanjut, terlebih apabila frekuensinya sering. “Bila sudah mengganggu otak kecil, harus segera diatasi karena dapat mengakibatkan tumor dan stroke,” ungkapnya.

Biasanya, lanjut Thomas, Vertigo disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam yang mengganggu mekanisme keseimbangan tubuh. Namun, perlu diingat, Vertigo termasuk gejala, bukan penyakit. Karena itu, cara mengatasinya tergantung pada penyakit yang menyebabkannya. Sebagian kasus Vertigo bisa sembuh tanpa pengobatan, hal ini lantaran otak bisa ‘beradaptasi’ dengan perubahan pada telinga bagian dalam.

“Ada langkah untuk mengurai atau mencegah gejala Vertigo. Seperti, menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh, menggunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur lebih tinggi, hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, hingga tubuh membungkuk. “Hal-hal tersebut bisa mencegah terjadinya Vertigo. Ingat, bila sudah berlarut, segera periksa ke dokter,” tutupnya.