Bogor > Pendidikan

Belajar Bahasa Inggris dengan Metode Phonics

Minggu, 08 Oktober 2017 22:15 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Arimbi M

I Can Read menerapkan metode belajar phonics.
I Can Read menerapkan metode belajar phonics.
Foto : Arimbi Margono

Share this








Lewat metode phonics, siswa akan mudah membaca tulisan dan mengucap bahasa Inggris secara tepat.

BOGOR - Mengusai bahasa Inggris merupakan salah satu kunci untuk mampu bersaing di tengah era globalisasi seperti sekarang ini. Terlebih, saat ini bahsa Inggris menjadi salah satu bahasa internasional. Tak heran bila minat pelajar akan belajar bahasa Inggris makin bertambah. Salah satu tempat belajar bahasa Inggris yang bisa menjadi pilihan adalah I Can Read Bogor.

I Can Read yang berasal dari Autralia ini, menggembangkan sebuah metode pembelajaran unik dan mudah dipahami. Berbeda dengan lembaga kursus pada umumnya yang mengutamakan penguasaan tata bahasa (grammer), perbendaharaan kata (vocabulary) yang diterapkan pada reading, writting, listening dan speaking, di I Can Read siswa diajarkan untuk mengenali berbagai bunyi (phonics) dalam Bahasa Inggris.

Grace Banunaek, Pemilik I Can Read Bogor mejelaskan, metode phonics siswa akan mudah membaca sebuah tulisan dan mengucapkan secara tepat. Jika terbiasa mengucapkan dengan tepat, kata Grace, akan mempermudahkan anak untuk mendengar. Nah, mendengarkan itu kunci utama untuk melakukan percakapan.

Lebih lanjut Grace mengatakan, I Can Read Bogor memberikan batasan usia bagi siswanya mulai dari 2,5 tahun hingga 16 tahun. Terdapat enam level pada kurikulum I Can Read yaitu Little Bears Club (LBC), Thinking & Creative Skills (TCS), I Can Read Preliminary (ICRP), I Can Read (ICR), Primary English Programme (PEP) dan I Speak English.

"I Can Read sudah terbukti dapat membantu anak untuk belajar bahasa Inggris. Metode kami inilah yang membuat belajar bahasa Inggris menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Karena kurikum ini memang di reset selama 20 tahun. Biaya untuk 24 kali pertemuan ini sebesar  Rp 2,1 juta," jelasnya