Wakil Walikota Bogor Sidak Proyek Pedestrian Kebun Raya Bogor
Bogor > Laporan Utama

Wakil Walikota Bogor Sidak Proyek Pedestrian Kebun Raya Bogor

Kamis, 22 Desember 2016 10:55 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Leny Kurniawati

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman sidak pedestrian Kebun Raya Bogor, Rabu (21/12/2016).
Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman sidak pedestrian Kebun Raya Bogor, Rabu (21/12/2016).

Share this





Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman sidak di proyek pedestrian Kebun Raya Bogor dan menemukan 3 item pengerjaan belum kelar.

BOGOR – Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman melakukan inspeksi mendadak proyek pembangunan pedestrian Kebun Raya Bogor, Rabu (21/12/2016). Inspeksi itu dilakukan menjelang habisnya masa kontrak pengerjaan sarana umum tersebut. Masa kontrak pengerjaan pedestrian tersebut berakhir 22 Desember 2016.

Dari hasil inspeksi itu, Usmar menemukan 3  item yang belum dikerjakan PT WIraloka Sejati, kontraktor pedestrian tersebut. Yakni pengaspalan di depan Jalan Otista, utilitas, serta pembersihan kawasan pedestrian. “Tidak mungkin pekerjaan itu kelar hingga batas akhir,” ujarnya, di sela-sela waktu inspeksi.

Usmar menjelaskan, perlu adanya koordinasi antar lintas intansi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tentang rekomendasi yang akan diberikan dari pengawas mengenai hal teknis yang tidak bisa dikerjakan pada waktu tertentu. “Toleransi bisa diberikan waktu tujuh hari kedepan,” katanya.

Usmar menjelaskan, ketiga hal yang belum diselesaikan pihak kontraktor akan dikaji sebagai bahan untuk merekomendasikan apakah pihak kontraktor bisa diberikan toleransi perpanjangan waktu atau tidak. "Bila sudah diberikan perpanjangan waktu, namun tidak bisa kelar, kontraktor harus dikenakan sanksi,” tuturnya.







Bogor > Laporan Utama

Tingkatkan Minat Baca Anak Lewat Bogor Educational Fair 2016

Selasa, 30 Agustus 2016 10:43 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

Kegiatan Bogor Educational Fair 2016.
Kegiatan Bogor Educational Fair 2016.

Share this





Acara khusus untuk para pelajar dari TK hingga SMA. Diisi dengan berbagai lomba.

BOGOR - Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya’. Pepatah ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Kerap didengungkan dalam proses belajar mengajar di pendidikan formal.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang hanya mengetahui, tetapi belum mau untuk memahami. Alhasil, sejak dulu, aktivitas membaca tidak juga membudaya di Indonesia.

Berdasar rilis yang dikeluarkan The United Nations Organization for Education, Science and Culture (UNESCO), minat baca di Indonesia hanya sebesar 0,001 persen per tahun. Padahal, jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Artinya, dari 1000 hanya 1 anak yang mampu menyelesaikan satu buku.

Bandingkan dengan anak-anak di benua Eropa. Rilis UNESCO pada 2012 menyatakan, anak-anak di benua Eropa mampu membaca 25 buku dalam satu tahun.

Sehingga, wajar saja, jika kualitas anak-anak Indonesia masih kalah dengan anak-anak di benua Eropa. "Mereka tidak hanya sebatas mampu membaca apa yang tertulis, tapi juga mampu membaca yang tersirat, baik dalam lingkungan dan kehidupan, karena semua merupakan satu kesatuan," kata Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman kepada infonitas.com, Selasa (30/8/2016).

Atas dasar itulah, digelar "Bogor Educational Fair 2016". Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 29-31 Agustus 2016 di Hall B Gedung Olah Raga (GOR) Pajajaran, Kota Bogor. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta bisa membaca beragam buku gratis.

Agar lebih semarak, kegiatan juga diisi dengan berbagai lomba bagi anak tingkat TK/PAUD dan siswa SD, SMP, serta SMA/SMK.

Bagi anak PAUD/TK hingga siswa SD kelas 1 sampai 3, disediakan lomba mewarnai, ada juga lomba menulis siswa SD 1 hingga 4. Untuk kelas 4 sampai 6 dan SMP, disediakan lomba menggambar. Secara khusus, ada lomba menulis essay bagi siswa SMP dan SMA. Tiga juara terbaik akan diberikan tropi, piagam, dan tabungan pendidikan.

“Bagaimanapun, membaca adalah kunci pendidikan. Kami berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan minat baca anak sejak dini,” pungkasnya.