Bogor > Laporan Utama

Tiga Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polsek Bojong Gede

Selasa, 10 Oktober 2017 17:06 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

peredaran uang palsu di bojong gede
Barang bukti uang palsu yang disita Polsek Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Tiga orang pengedar uang palsu dibekuk aparat Polsek Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Bukan hanya pecahan rupiah, mata uang Euro palsu jadi barang buktinya.

BOGOR – Kasus peredaran uang palsu muncul di wilayah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Tiga orang pengedar uang palsu berhasil dibekuk aparat Polsek Bojong Gede. Dari tangan ketiganya diperoleh barang bukti uang palsu pecahan rupiah dan Euro. 

Penangkapan tersangka berawal aparat Polsek Bojong Gede berhasil menciduk tersangka BS alias Ucung yang ingin membeli minuman sebesar Rp 250 ribu dengan pecahan uang Rp 50 ribu. 

Modus tersangka ternyata tercium pemilik toko kelontong, Bagus. Pemilik toko ini kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bojong Gede pada Sabtu (7/10/2017).

Laporan itu dikembangkan oleh Satresrim Polsek Bojong Gede dan berhasil menangkap tersangka HH alias Ombeng. Dia ini adalah orang yang memberikan uang tersebut ke Ucung. 

Pengembangan terus dilakukan hingga akhirnya tersangka lain yang menyimpan uang palsu AAH alias Ki Mahesa Tilas juga ikut diamankan. Dari rumah AAH, polisi mendapatkan barang bukti berupa pecahan uang diduga palsu Rp 50 ribu sebanyak Rp 400 ribu. Bahkan, bukan hanya rupiah, polisi juga mengamankan uang euro yang diduga palsu milik AAH.

"Ini adalah tindak pidana diduga uang palsu, pelaku ini ditngkap berdasarkan informasi dari masyarakat. Kemudian digeledah ditemukan barang bukti berupa mata uang Euro dan dolar Singapura,” kata Kapolsek Bojong Gede, AKP Agus Sinaga di Mapolsek Bojong Gede, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).

“Setelah dilakukan pemeriksaan mereka diduga mengedarkan uang palsu, dan dikenakan pasal 245 KUHP, UU RI no 7 pasal 36 ayat 2 dan ayat 3, yaitu pidana penjara selama 15 tahun," Agus.

Menurut pengakuan tersangka, uang tersebut didapat membeli dari seorang bernama, Aseng. Namun, Aseng sampai saat ini masih dalam pengejaran polisi.

"Alamat tidak tahu dikarenakan transaksi jual beli uang palsunya Aseng datang ke rumah pelaku AAH.  Pelaku dengan transaksi jual beli uang palsu yaitu 1 : 3, uang asli Rp 100 ribu dapat uang palsu Rp 300 ribu. Pelaku mengenal Aseng selama kurang lebih 4 bulan dan membelinya baru sekali sebesar Rp 1.500 ribu dengan membayar Rp 500 ribu," terang Agus.