Bogor > Laporan Utama

Sempur Semrawut, Warga Buat Petisi untuk Wali Kota Bogor

Senin, 20 Maret 2017 10:00 WIB
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Pertemuan warga Kelurahan Sempur dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Taman Ekspresi.
Pertemuan warga Kelurahan Sempur dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Taman Ekspresi.
Foto : istimewa

Share this








Setiap akhir pekan, parkir kendaraan dan PKL di kawasan Sempur membuat wilayah tersebut terlihat tidak beraturan.

BOGOR – Sejak diresmikan pada awal Februari lalu, Taman Sempur tak henti didatangi warga Bogor. Mereka datang untuk berolahraga atau sekadar nongkrong bersama teman-temannya. Hal ini lantas membuat parkiran liar dan pedagang kaki lima (PKL) menjamur di kawasan tersebut.

Banyaknya parkir liar dan PKL ini dikeluhkan warga Kelurahan Sempur. Mereka bilang, parkiran dan PKL ini membuat kawasan Taman Sempur jadi semrawut setiap Sabtu dan Minggunya. Hal ini juga membuat akses keluar-masuk warga setempat jadi terbatas.

Guna menuntaskan masalah itu, sejumlah warga Sempur menemui Wali Kota Bogor Bima Arya. Mereka menyampaikan keluh kesahnya kepada wali kota di Taman Ekspresi, Bogor Tengah.

“Kami kesulitan keluar saat hari Sabtu dan Minggu karena akses jalan tertutup sekalipun sudah diatur. Kami juga kesulitan saat penanganan emergency warga karena jalur evakuasi tersendat,” ujar Robert Napitupulu, warga Sempur Kidul RT 02/01 kepada wali kota.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan isi petisi dari warga Sempur langsung kepada Bima. Isi petisi tersebut yakni warga meminta untuk secepatnya disediakan tempat parkir darurat yang areanya diluar area sempur.

Petisi ini juga menyebut, nantinya, bagi warga Bogor yang berkunjung ke kawasan sempur dilarang membawa kendaraan. Selain itu, warga juga meminta sarana prasarana penunjang parkir, seperti rambu-rambu dilarang parkir dan berjualan di jalan badan, ditugaskan petugas yang bermental kuat, berdisiplin dan sanggup menangani kawasan Taman Sempur, serta warga menolak pembangunan food court di Sempur.

“Warga keberatan adanya food court karena malah semakin menarik pengunjung lebih banyak lagi. Harapan kami petisi ini bisa ditindaklanjuti secara cepat, sehingga warga kembali dapat merasakan kenyamanan akses jalan dan memiliki lahan parkir,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi warga, Bima menjelaskan bahwa kesemerawutan Sempur dikarenakan atusiasme warga yang luar biasa dan  memang perlu diantisipasi. Maka itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengkaji penerapan Car Free Day (CFD) di Sempur setiap hari Minggu. Pemkot juga akan mengatur sistem parkir di kawasan tersebut.

“Pembangunan food court itu sebenarnya untuk menata dan memberi tempat yang nyaman kepada PKL eksisting yang sudah ada dan tidak ada penambahan pedagang baru,” jelas Bima.