Bogor > Laporan Utama

PT PGI Tidak Keberatan Terminal Baranangsiang Dikelola Pusat

Selasa, 20 September 2016 17:14 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Terminal Baranangsiang
Foto : istimewa

Share this








Yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat oleh Pemkot Bogor yakni aset terminal termasuk dengan design terminal dari PT PGI.

BOGOR TIMUR – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah siap melakukan serah terima pengelolaan Terminal Baranangsiang ke pemerintah pusat. Semua hal yang menyangkut permasalahan itu, secara hukum saat ini sedang dikaji.

"Kami sedang menyiapkan semuanya, termasuk untuk perpindahan perjanjian antara Pemkot ke pemerintah pusat. Soal optimalisasi Terminal Baranangsiang juga akan terus kami bahas bersama dengan pemerintah pusat," katanya, Selasa (20/9/2016).

Sementara itu, menanggapi hal ini Corporate Sekretaris PT. Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) Firman Dwinanto mengatakan, pihaknya tidak merasa keberatan apabila pengelolaan Terminal Baranangsiang diserahkan kepada pemerintah pusat.

"Ini merupakan amanat undang-undang, jadi kita tetap hormati dan tidak keberatan. Tapi yang menjadi catatan, Pemkot Bogor tidak boleh menggugurkan perjanjian kerjasama yang sudah ada dengan kami," tuturnya.

Kendati demikian, Firman juga berharap, design terminal yang telah direvisi agar tidak digantungkan kembali oleh Pemkot Bogor. "Ya, karena kami itu sudah melakukan revisi sebanyak 22 kali. Terakhir, kami telah berikan design terminal yang diminta oleh Walikota kepadanya dengan melihat kepada kearifan lokal," jelasnya.

Dia juga menambahkan, yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat oleh Pemkot Bogor yakni aset terminal termasuk dengan design terminal dari PT PGI. "Kami sudah sampaikan kepada pak Wali, agar design kami yang sudah beberapa kali direvisi itu segera disepakati terlebih dahulu, karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Terminal Baranangsiang yang akan menerbitkan adalah Pemkot Bogor," terangnya.

Hal itu ia harapkan dengan tujuan agar kedepan pihaknya tidak kesulitan dalam mengurus IMB nya. "Kalau dari Kementrian sendiri, dalam hal ini sudah menyetujuinya," pungkasnya.