Bogor > Laporan Utama

Penerimaan Siswa Berkebutuhan Khusus di Bogor Berdasarkan Domisili

Rabu, 11 Oktober 2017 11:30 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi penyandang disabilitas
Ilustrasi penyandang disabilitas
Foto :

Share this








Disdik Kota Bogor mengungkapkan penerimaan siswa berkebutuhan khusus akan berdasarkan domisili pada tahun ajaran baru mendatang.

BOGOR - Masih adanya sekolah inklusif yang mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan jumlah lebih banyak di banding sekolah reguler, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengeluarkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut rencananya akan diberlakukan tahun depan pada saat pendaftaran calon siswa baru. 

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, di Kota Bogor sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah inklusif ada 57 sekolah. 57 sekolah tersebut terdiri dari delapan PAUD, 37 Sekolah Dasar (SD) dan 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah-sekolah yang ditunjuk ini gurunya menjadi prioritas untuk diikutsertakan pelatihan. 

"Kalau sekolah inklusif ini kejauhan untuk ABK, maka sekolah yang paling dekat wajib menerima ABK, karena memang sebenarnya saat ini semua sekolah sudah diwajibkan menerima ABK," ujarnya, Rabu (11/10/2017).

Fahrudin menuturkan, meski sekolah inklusif jumlahnya sudah banyak dan sekolah-sekolah reguler juga dapat menerima ABK, ada sekolah inklusif yang mendapat kepercayaan lebih dari orang tua. Kepercayaan ini membuat sekolah tersebut jumlah siswa ABKnya lebih banyak. Padahal idealnya siswa ABK pada satu kelas tiga sampai lima orang dari jumlah siswa 20 orang. 

"Jadi kedepan begitu mau masuk SD, ABK akan dipetakan terlebih dahulu. Sekolah akan melaporkan ke Disdik dan tidak bisa langsung diterima sama sekolah. Sebaliknya, Disdik akan mengundang orang tua calon siswa untuk berdiskusi bersama untuk menentukan sekolah berdasarkan domisi terdekat," jelasnya. 

Menurut dia, kebijakan ini untuk mengurangi beban sekolah inklusif yang jumlah ABKnya banyak. Dan tentunya pengawasan terhadap ABK pun menjadi lebih optimal. Hal menarik dari sekolah inklusif juga membuat anak tanpa hambatan menjadi lebih peka dan peduli terhadap ABK. 

"Karena nanti anak tanpa hambatan bisa ikut mendampingi ABK. Dan bagi ABK, mereka bisa lebih mandiri sebab di kedepan mereka hidup di tengah orang-orang tanpa hambatan," tukas dia.