Bogor > Laporan Utama

LP Pondok Rajeg Bobol, Tahanan Kabur

Jumat, 15 April 2016 17:12 WIB
Editor : Fauzi | Reporter :

Lapas Klas II A Cibinong.
Lapas Klas II A Cibinong.

Share this





Kasus tahanan kabur ini menjadi perhatian dan prioritas pihak Lapas, bersama Kepolisian dan TNI.

BOGOR – Dua tahanan Lapas Klas II A Cibinong, Cibinong, Kabupaten Bogor, melarikan diri selnya, Jumat (15/4/2016) dinihari.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kesatuan Keamanan Lapas Suprianto membenarkan hal tersebut.

"Benar ada tahanan kami yang kabur," katanya saat dihubungi melalui telepon selular kepada infonitas.com Jumat (15/4/2016).

Lanjutnya, namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, terkait kaburnya tahanan Lapas yang memiliki nama lain LP Pondok Rajeg tersebut.

"Nanti akan dijelaskan lebih rinci," singkatnya.

Data terhimpun, kedua tahanan yang melarikan diri adalah Dedy Hermanto bin Firman dengan kasus pencurian, serta Sufento bin Min Kiong dengan kasus narkotika.







Bogor > Laporan Utama

Karyawan Pajajaran Suites Hotel & Conference Bogor Donor Darah

Rabu, 21 Desember 2016 13:24 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Akb

Seorang peserta donor darah PSH Bogor.
Seorang peserta donor darah PSH Bogor.

Share this





Kegiatan donor darah sudah menjadi kegiatan rutin yang digelar per tiga bulan, dan telah berlangsung sejak dua tahun lalu.

BOGOR - Suasana di ruang Hegarmanah, Pajajaran Suites Hotel & Conference Bogor nampak berbeda dari biasanya. Puluhan karyawan nampak memenuhi ruangan hotel yang terletak di Jalan Pajajaran Raya No. 17 Kota Bogor ini. Ternyata puluhan karyawan ini rela antre untuk mendonorkan darahnya.

Acara donor darah tersebut merupakan inisiatif Pajajaran Suites Hotel & Conference bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor. Tak hanya diikuti oleh para karyawan, di kegiatan ini juga nampak beberapa orang tamu hotel dan undangan yang ikut terlibat.

Namun, untuk bisa mendonorkan darahnya, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya mereka harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit keturunan, seperti jantung atau diabetes.

"Intinya mereka harus sedang dalam keadaan sehat. Berusia minimal 17 tahun keatas dan berat badannya tidak boleh kurang dari 45 Kg. Selain itu, minimal dua hari kebelakang mereka tidak minum obat," ujar Staf Unit Tranfusi Darah PMI Bogor, Dr. Muhammad Fuad, Selasa (20/12/2016).

Sementara itu, Human Capital Manager Pajajaran Suite Hotel & Conference Bogor Sofyan Hadi mengatakan, donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang digelar per tiga bulan, dan telah berlangsung sejak dua tahun lalu.

Menurut dia, melakukan donor darah itu penting untuk kesehatan. Karena selain bisa memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh, donor darah juga bermanfaat untuk membantu masyarakat yang kekurangan atau sedang membutuhkan darah.

"Donor darah ini juga sebagai bagian dari aksi kemanusiaan. Dimana kita bisa belajar untuk saling berbagi dan memberi antar sesama, agar darah yang kita donorkan bisa bermanfaat," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya pun meminta kepada seluruh karyawan hotel agar ikut terlibat dalam aksi sosial ini. "Sebelumnya, kami juga sudah menginformasikan kepada para tamu hotel tentang kegiatan ini, dengan tujuan agar mereka mau ikut mendonorkan darahnya," imbuhnya.

Dalam kegiatan yang diselingi dengan coffee break ini, pihaknya menargetkan bisa mencapai 40 kantong darah. Hal itu sesuai dengan kantong darah yang disediakan oleh PMI Bogor.

"Kedepan kami ingin agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan lebih baik. Konsepnya mungkin nanti dengan adanya pertunjukan musik akustik, agar para peserta menjadi lebih santai dan tidak tegang sebelum mendonorkan darahnya," pungkas Sofyan. 







Bogor > Laporan Utama

Betonisasi Jalan Pasir Kuda Sebabkan Kemacetan Parah

Rabu, 21 September 2016 15:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter :

Kepala DBMSDA Kota Bogor Chusnul Rozaqi
Kepala DBMSDA Kota Bogor Chusnul Rozaqi

Share this





Kemacetan saat proyek betonisasi jalan merupakan hal yang wajar. Terlebih perbaikan jalan untuk kenyamanan masyarakat melintas jalan tersebut.

BOGOR BARAT – Akses jalan di wilayah Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat yang berbatasan langsung antara Kota dan Kabupaten Bogor, kini tengah dibenahi. Pengecoran dan betonisasi yang sedang dikerjakan sejak 3 minggu lalu, masih akan berlangsung hingga Minggu (20/11/2016) mendatang.

Dampak pembangunan jalan ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dilokasi tersebut. Terutama disaat jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari. Hal inipun dikeluhkan oleh para pengguna jalan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, perbaikan jalan sudah tentu menimbulkan kemacetan. Namun jika tidak diperbaiki atau didiamkan saja masyarakat juga akan mengeluh.

"Betonisasi memang memakan waktu lebih lama dibanding hanya pengaspalan biasa. Tapi perawatannya jauh lebih tahan lama sekitar 10 tahun," katanya kepada infonitas.com, Rabu (21/9/2016).

Chusnul menjelaskan, perbaikan jalan sepanjang 575 meter tersebut sebagai upaya meningkatkan kondisi jalan yang mengalami kerusakan hampir 30 persen. Pengerjaan pun dibagi menjadi 4 tahapan agar tidak terlalu berdampak terhadap kemacetan di lapangan.

"Tahapan tersebut yakni sisi utara ada 2 bagian yakni 350 meter dan 225 meter. Sementara sisi selatan juga dua bagian, 250 meter dan 325 meter. Hal itu agar hambatan lalu lintas tidak terlalu panjang," paparnya.

Menurutnya, dengan dibeton jalanan tidak mudah rusak dan genangan akibat drainase yang kurang bagus akan hilang. Sehingga jika nanti sudah selesai pengerjaan, jalanan dapat lebih nyaman dan kemacetan otomatis hilang.

"Masyarakat harus bijak menyikapinya. Kami disini tidak membiarkan jalan rusak melainkan langsung action dengan memperbaikinya," pungkas mantan Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah tersebut.







Bogor > Laporan Utama

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Kamar Mandi Masjid

Rabu, 21 September 2016 13:59 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Handrian

Ilustrasi Mayat Bayi.
Ilustrasi Mayat Bayi.

Share this





Mayat bayi perempuan ditemukan di dalam kaleng cat bekas berukuran 5 kilogram dan ditutupi handuk.

SUKAJAYA – Mayat bayi perempuan ditemukan warga di dalam toilet masjid di Kampung Urug Tonggoh, RT 03/04, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Urug Ata Iskandar mengatakan, penemuan mayat bayi tersebut berawal dari laporan salah seorang warga yang hendak mandi di toliet masjid, Rabu (21/9/2016) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Saat ditemukan, mayat bayi dimasukan ke dalam kaleng cat bekas berukuran 5 kilogram dan ditutupi handuk. Selain itu, juga masih terdapat ari-ari yang menempel di tubuh bayi.

"Mayat bayi perempuan ini diduga merupakan hasil hubungan gelap, sehingga ibunya membuang si bayi malang tersebut di toilet masjid," kata Ata saat dikonfirmasi infonitas.com, Rabu (21/9/2016).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cigudeg AKP Asep Saepudin membenarkan adanya tenemuan mayat bayi tersebut. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Iya ada, sekarang mayat bayi itu sudah dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan diotopsi," singkatnya.







Bogor > Laporan Utama

Kapolres Baru Bogor Ingin 1 Polsek Diisi 2 Polwan

Selasa, 30 Agustus 2016 17:00 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Budiyanto Rusli

Kapolres Bogor AKBP Andy M Dicky saat memberikan keterangan ke wartawan.
Kapolres Bogor AKBP Andy M Dicky saat memberikan keterangan ke wartawan.

Share this





Polwan memiliki peran vital dalam menjalankan kebijakan strategis.

CIBINONG - AKBP Andy M Dicky resmi menjabat sebagai Kapolres Bogor menggantikan AKBP Suyudi yang kini menjabat sebagai Wakapolres Jakarta Barat.

Meski terbilang baru, AKBP Andy sudah merancang program-program khusus. Satu di antaranya, penempatan dua polisi wanita (Polwan) di setiap wilayah sektoral.

Menurut dia, polwan memiliki karakter berbeda dan kelebihan tersendiri dibanding polisi laki-laki. Sehingga, perannya dalam menjalankan kebijakan strategis cukup penting. Terlebih, sebagai pengendali massa apabila terjadi demonstrasi.

Kondisi saat ini, Polres Bogor masih minim polwan.  Dari 31 polsek di wilayah Bogor, belum semua memiliki polwan. "Selain itu, mereka juga nantinya akan kami tugaskan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," kata mantan Kapolres Karawang, Selasa (30/8/2016).

Kasatlantas Polres Bogor AKP Silfia Sukma Rosa mengakui, saat ini, memang sudah tidak ada lagi diskriminasi gender di tubuh Korps Bhayangkara.

"Kesetaraan gender di kepolisian sudah bagus, karena polwan pun bisa melaksanakan tugas dan jabatan strategis yang sama dengan polisi laki-laki. Cuma bedanya di karakternya saja. Apabila polisi laki-laki keras dan tegas, maka polwan itu bisa lebih soft tapi juga tegas," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Puluhan Anggota DPRD Bogor Tidak Ikut Tes Urine

Jumat, 08 April 2016 10:56 WIB
Editor : Dany | Reporter : Dede Windo

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor saat melakukan tes urine di DPRD Kabupaten Bogor.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor saat melakukan tes urine di DPRD Kabupaten Bogor.

Share this





Dari 50 anggota DPRD Kabupaten Bogor, hanya 13 anggota dewan yang menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.

BOGOR – Anggota DPRD Kabupaten Bogor menjalani tes urine pada kamis (7/4/2016) sore. Namun, dari 50 anggota dewan tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor ini, hanya diikuti oleh 13 anggota dewan.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mengatakan, tes urine ini sengaja dilakukan mendadak. Pihaknya juga tidak mengetahui pasti keberadaan dari anggota dewan lainnya saat test urine berlangsung.

"Kami sudah berkomitmen, melalui kesepakatan bersama dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa anggota dewan berani melakukan tes urine," ujarnya kepada infonitas.com Jumat (8/4/2016) pagi.

Ade menjelaskan, dari total 50 anggota dewan, 15 orang anggota melakukan kunjungan dinas. Dan sisanya tidak diketahui keberadaannya. Tudingan pun muncul, apakah para anggota dewan ini "takut" untuk di test urine.

"Kami akan lanjutkan sampai semua anggota lengkap dan mengikuti test urine ini. Karena ini tidak ada pengecualian, seluruh aggota dewan wajib menjalaninya," ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Umum BNNK Bogor Gantara Lenggana mengatakan, belum semua anggota dewan yang menjalani test urine. Sedangkan 82 pegawai di Sekretariat DPRD sudah semuanya menjalani tes urine.

"Kami telah diminta oleh pihak sekretaris dewan menunggu hingga seluruh anggota dewan menjalani tes urine. Ini merupakan komitmen untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan DPRD," tuturnya.

 







Bogor > Laporan Utama

Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan di Parung

Kamis, 24 Maret 2016 14:41 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Ilustrasi
Ilustrasi

Share this





Polisi masih melakukan pendalaman kasus ini, guna mengetahui ada-tidaknya kasus pencabulan lain yang dilakukan oleh pelaku.

BOGOR – Aparat kepolisian dari Polsek Parung berhasil menciduk RA (18), remaja Kampung Sungaibaru, RT 19 RW 01, Desa Aurgading, Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, terkait pencabulan terhadap tiga murid SD di lantai dua Pasar Parung, Kabupaten Bogor.

“Pelaku terlebih dahulu berhasil diamankan oleh orangtua korban bersama warga yang kesal dengan ulah pelaku. Setelah kmai interograsi, pelaku mengakui telah melakukan pelecehan terhadap ketiga korbannya,” jelas Kapolsek Parung Kompol Asep Supriadi, Kamis (24/3/2016).

Kompol Asep melanjutkan, dalam aksinya pelaku membujuk korban dengan motif bisa mengajarkan ilmu sulap. Selain itu, korban juga diiming-imingi akan diberikan uang jajan.

"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan terus mengembangkan kasus ini. Kami menduga, pelaku sengaja mengincar anak-anak SD dan SMP untuk dijadikan korban," paparnya.

Mantan Wakapolsek Cileungsi itu menambahkan, para korban masih dimintai keterangan dan dilakukan visum oleh petugas medis.

"Kami menduga masih ada korban lain yang belum melapor dan saat ini pelaku sudah ditangani Unit PPA Polres Bogor," jelasnya.

Untuk diketahui, ketiga korban pelecehan dan pencabulan RA masing-masing berinisial AFC (9), YS (9) dan AS. Ketiganya merupakan warga Kampung Jati, RT 04 RW 05, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.







Bogor > Laporan Utama

Dua dari Tujuh Napi Kabur di Bogor Berhasil Ditangkap

Senin, 14 Maret 2016 20:18 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat Agus Toyib
Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat Agus Toyib

Share this





Kelima napi kabur yang masih berada di luar diimbau untuk segera menyerahkan diri, sebelum tertangkap oleh aparat gabungan dari Lapas dan Kepolisian

BOGOR - Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk menangkap narapidana (napi) yang kabur dari sel tahanan Lapas Klas IIA Paledang Bogor. Pasalnya, dua dari ketujuh napi yang kabur tersebut berhasil ditangkap oleh aparat Polsek Citeruep, Kabupaten Bogor pada Senin (14/3/2016) atau sehari setelah mereka kabur.

Kedua napi tersebut adalah Ramli bin Masur dengan perkara pencurian biasa (362 KUHP), ia divonis 10 bulan penjara. Masa kurungannya akan berakhir 30 Juli 2016 mendatang. Satu lagi adalah Andre Andriansyah bin Syahari divonis empat tahun penjara dengan kasus penganiayaan (351 KUHP) akan bebas September 2019.

Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat Agus Toyib mengaku saat ini tengah melakukan investigasi dengan memintai keterangan saksi, baik dari petugas maupun napi lain yang berada satu sel dengan mereka.

"Ada 3 sampai 4 petugas yang saat ini masih diperiksa, kami baru akan memberikan putusan terkait sanksi apa yang diberikan setelah selesai pemeriksaan itu," ujarnya kepada infonitas.com, Senin (14/3/2016).

Agus melanjutkan, kemungkinan besar para napi yang kabur tersebut akan dikenai sanksi tata tertib. Namun, ketika ditanya apa hukumannya, ia belum bisa memastikan.

"Ya bisa saja remisinya dicabut, yang jelas untuk saat ini kami masih lakukan pemeriksaan terlebih dahulu," lanjutnya.

Sedangkan untuk kelima napi yang masih buron hingga saat ini, ia berharap agar mereka segera menyerahkan diri. Jika tidak, cepat atau lambat aparat gabungan dari kepolisian dan lapas pasti akan menangkap mereka.

"Kalau dilihat dari cara mereka kabur, sepertinya hal ini sudah dipersiapkan sejak lama. Kemungkinan mereka mencari momen yang tepat dan menunggu kelengahan petugas untuk kabur. Maka itu, kami mendorong Kalapas untuk memperketat penjagaan, terutama di jam-jam rawan," jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Klas IIA Paledang Bogor Suharma berjanji akan memperketat pemeriksaan terhadap pengunjung lapas. Hal itu untuk memastikan tidak adanya barang yang dibawa dari luar kedalam lapas.

"Saat ini kami masih mendalami kasus ini. Terutama terkait bagaimana mereka memperoleh gergaji yang digunakan untuk kabur," tandasnya.

Diketahui, saat kejadian tersebut, total ada 10 petugas yang sedang berjaga. Namun menurutnya, keterbatasan SDM menjadi salah satu penyebabnya.

"Ya kalau bicara tentang petugas, disini memang masih kurang. Karena kan idealnya itu perbandingan antara petugas lapas dan napi adalah 1 banding 20," pungkasnya.

 







Bogor > Laporan Utama

Kejari Bogor Gelar Tes Urine Mendadak

Kamis, 10 Maret 2016 14:41 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Pegawai Kejari Bogor saat akan melakukan tes urine yang diadakan oleh BNN Kabupaten Bogor.
Pegawai Kejari Bogor saat akan melakukan tes urine yang diadakan oleh BNN Kabupaten Bogor.

Share this





Tes urine ini merupakan bagian dari Program P4BN Kejari Bogor yang dicanangkan sejak akhir tahun lalu.

BOGOR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Kamis (10/3/2016) menggelar tes urine di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bogor Katarina Endang Sarwestri mengatakan, tes yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini merupakan bagian dari bentuk kerjasama instansinya dengan BNN Kabupaten Bogor, sebagai bentuk komitmen bersih dari narkoba.

"Ini tes urine yang pertama kali di Kejari Bogor. Nantinya, jika ada pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba, akan kami lakukan assessment atau pembinaan sesuai aturan berlaku," tuturnya kepada Infonitas.com, Kamis (10/3/2016).

Sementara itu, Kasubag Humas BBN Bogor Gantara Langgana menyampaikan, untuk hasil dari tes urine ini sendiri secepatnya akan disampaikan kepada pihak Kejari Bogor. Termasuk sanksi yang nantinya akan didapat oleh pegawai, jika positif menggunakan narkoba juga akan diserahkan kepada pihak Kejari.

"Ini bentuk komitmen screening awal program P4BN di lingkup Kejari Bogor. Kami bekerjasama atas permintaan Kejari Bogor," singkatnya.

 







Bogor > Laporan Utama

Pria Pengidap Epilepsi Tewas Tenggelam di Situ Cikaret Cibinong

Jumat, 12 Februari 2016 14:08 WIB
Editor : Denny | Reporter : M Nashrudin Albaany

Mayat pria penderita epilepsi diangkat dari Situ Cikaret, Cibinong
Mayat pria penderita epilepsi diangkat dari Situ Cikaret, Cibinong

Share this





Diketahui sebelumnya, korban sempat mandi di Situ Cikaret kemudian epilepsinya kambuh dan tenggelam.

CIBINONG - Arifin Budi Cahyanto (21) ditemukan warga tewas mengambang di Situ Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Diketahui, korban merupakan pengidap epilepsi, warga Kampung Gudang, RT 04/01, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistiyo Pudjo, penemuan mayat korban terjadi pada Kamis (11/2/2016). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh para pemancing.

"Berdasarkan keterangan dari saksi mata yang sedang memancing di situ tersebut, mereka lihat sesosok mayat pria mengambang. Lalu mereka segera melaporkan ke Bimmas dan Babinsa, kemudian di cek TKP dengan menggunakan 2 getek milik warga. Dan ternyata benar, ada seorang mayat laki-laki," ujarnya, Jumat (12/2/2016).

Sementara itu, Kasie Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Aksomo mengatakan, korban diketahui tenggelam pada saat sedang mandi. Namun, karena penyakit korban kambuh akhirnya ia tenggelam.

"Korban sebenarnya sedang mandi bersama teman-temannya, tapi ketika temannya pulang ia masih mandi. Saat temannya pulang, ternyata penyakit epilepsinya kambuh dan karena tak ada yang menolong, ia pun tenggelam," paparnya.

Korban kemudian dievakuasi oleh 15 orang dari regu Alfa Team Reaksi Cepat (TRC). "Saat ditemukan korban dalam kondisi kaku dengan mulut berbusa. Saat ini korban sudah dibawa ke RSUD Cibinong untuk dilakukan autopsi," tandasnya.







Bogor > Laporan Utama

Bima Minta dana Kompensasi TPA Galuga Diawasi

Kamis, 04 Februari 2016 13:44 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Adi Wijaya

Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto
Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Share this





Selain meminta dana kompensasi diawasi dengan ketat sejak pembagian hingga pertanggungjawabannya, Bima meminta pembangunan TPA Nambo segera direalisasi.

BOGOR - Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor sepakat untuk mengevaluasi hal-hal yang selama ini menjadi catatan terkait dengan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan, baik Pemkot maupun Pemkab Bogor akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan warga sekitar TPA Galuga.

"Akan kami perhatikan, seperti pengolahan limbah, saluran air dan kesehatan," ujarnya, Kamis (4/2/2016).

Upaya lainnya menurut Bima, akan dilakukan evaluasi yang cukup mendasar dalam hal kesepakatan Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam masalah pemberian kompensasi terhadap warga, seperti misalnya penyalurannya bagaimana supaya warga bisa merasakan langsung.

"Tim kecil secara teknis akan menginvetarisir apa saja yang bisa diprioritaskan terkait pembenahan di Galuga," ungkapnya.

Politisi PAN itu menambahkan, ada beberapa poin yang disampaikan warga dan itu sudah list-nya, seperti bagaimana perhatian harus diberikan untuk mencegah limbah masuk ke pemukiman warga di tiga desa, yaitu Desa Cijujung, Desa Galuga dan Desa Dukuh.

"Kami sepakat dalam MoU yang akan ditulis ulang ini mengevaluasi teknisnya bagaimana. Dari Pemkot menyetorkan ke Kabupaten dan nanti dievaluasi jumlahnya berapa. Apakah pembayarannya perbulan, pertiga bulan atau apakah masuk ke kas daerah atau ke desa. Nah, evaluasinya di tim teknis, agar manfaatnya terasa bagi warga," tandasnya.

Bima menambahkan di tahun ini pihaknya menganggarkan Rp 621 juta untuk kompensasi TPA Galuga. Ia pun meminta tiga hal diperhatikan terkait dana kompensasi ini. Pertama, tepat sasaran. Kedua, mekanisme pertanggungjawabannya. Dan ketiga, terminnya.

“Alternatif lainnya untuk menangani permasalah sampah di Kota Bogor hanya satu, mempercepat pembangunan TPA Nambo.

"Kami suarakan terus ke pemerintah pusat dan provinsi supaya mempercepat (pembangunan TPA) Nambo," tuntasnya.