Bogor > Laporan Utama

Legitnya Bisnis Oleh-oleh Kota Hujan

Senin, 15 Mei 2017 09:00 WIB
Editor : Admin | Reporter : Arimbi Margono

Ilustrasi kuliner Bogor
Ilustrasi kuliner Bogor
Foto : Deni Januardi

Share this








Pemerintah kota genjot koneksitas usaha oleh-oleh Bogor karena masih jadi primadona sumber penghasilan warga.

Info Utama - Kota Bogor menjadi salah satu destinasi wisata paling dekat dengan Ibukota Jakarta. Dataran tinggi Puncak, Kebun Raya Bogor, wisata kuliner, Istana Bogor, hingga wisata sejarah menjadi tujuan banyak orang datang ke Kota Hujan ini. Berkembangnya sektor pariwisata ini pun terus memunculkan banyak peluang bisnis sampingan lainnya. Salah satunya adalah bisnis oleh-oleh Khas Bogor. Semula, kota ini hanya dikenal dengan produk komoditas unggulan seperti umbi talas, manisan pala, asinan bogor dan Roti Unyil. Seiring perkembangan zaman, komoditas unggulan itu berinovasi. Berubah bentuk menjadi bentuk olahan yang lebih modern. Sebut saja nama kue lapis talas, bolu talas, kue bolu jambu biji, kue singkong, dan berbagai bentuk olahan lainnya.Meski, bahan baku utama yang dipakai tetap berbasis local knowledge.

Tidak mengherankan bila bisnis ‘buah tangan’ khas daerah ini memberi peluang usaha dan keuntungan yang menjanjikan. Sentuhan teknologi pangan mampu membawa status makanan tradisional menjadi kekinian. Hal ini dimulai dari pemilihan bahan, sanitasi yang terjaga, tahapan pengolahan sesuai standar, hingga kemasan menarik untuk mempromosikan cita rasa spesifik, unik, dan mengikuti produk yang sedang tren. Syahlan Rasyidi, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor mengatakan faktor yang mempengaruhi perkembangan oleh-oleh khas Bogor yaitu , tumbuhnya keterampilan dan kreativitas masyarakat, meningkatnya perekonomian di Bogor dan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.

Syahlan melanjutkan, Pemda sangat senang karena masyarakat Kota Bogor sudah pandai membaca pasar yang dibutuhkan konsumen. Makanya kami ikut berkontribusi untuk membantu mereka mengikuti pameran dalam daerah dan luar daerah. “Misalnya bisa  bekerja sama dengan mall dan hotel. Intinya kami membantu juga dalam segi promosi mereka,"jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Annas Rasman menambahkan perkembangan industri oleh-oleh di Indonesia memiliki potensi yang tinggi apa lagi Bogor sekarang sudah menjadi salah satu Kota Wisata yang memiliki potensi yang cukup tinggi. Karena Sabtu dan Minggu Bogor pasti dipenuhi oleh wisatawan dari beberap daerah khususnya dari Jakarta. Hal ini secara tidak langsung membantu untuk sumber pendapatan daerah. Itu mengapa, kami berusaha untuk bisa mengembangkan pengusaha yang terkena dampak langsung dari pariwisata Bogor ini. “Terutama pengusaha UKM,"katanya. Anas juga menjelaskan penyebab industri oleh-oleh belum berkembang dengan baik yaitu belum adanya koneksitas. Belum maksimalnya bahan baku misalnya, atau masalah SDM juga sangat berpengaruh, dan juga segi promosi. Makanya Dinas Koperasi dan UMKM membuat program Bazar UKM dan Koperasi Online.

Di era digital saat ini, Pemda fokus mendukung pelaku usaha di bidang pemsaran online. Agar oleh-oleh khas bogor pun bisa dibeli secara online ke seluruh indonesia. Tapi kedepannya kami juga ingin membuka sentra pusat oleh-oleh di Bogor. “Sambil terus membuat pelatihan dan mengikut sertakan mereka dalam berbagai bazar," tutup Annas.