Bogor > Laporan Utama

Kurangi Tumpukan Penumpang, Pemkot Bogor Perbanyak Transportasi Masal

Selasa, 12 September 2017 12:01 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Yatti Febriningsih

Penumpukan penumpang di Stasiun Bogor
Ilustrasi - Penumpukkan penumpang di Stasiun Bogor
Foto : istimewa

Share this








Mulai dari underpass, bus rappid transit (BRT) hingga Transit Oriented Development (TOD) diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor

BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya menyoroti tingginya angka penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bogor. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), penumpang kereta api mencapai 600 ribu orang per hari.

Tingginya angka ini, lanjut Bima, harus dicarikan solusi agar tak terjadi penumpukkan di stasiun. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan yang ada di Stasiun Bogor.

“Kami butuh percepatan (pembangunan), karena kalau tidak akan menumpuk semua. Arus penumpang commuters semakin tinggi, saat ini ada 600 ribu penumpang commuters dalam satu hari. Saat ini kan penumpang turunnya di stasiun Kota (Bogor). Kalau tidak diatur dengan baik, maka akan jadi penumpukan luar biasa,” beber Bima dalam keterangan tertulis Kementrian Perhubungan yang diterima Infonitas.com, Selasa (12/9/2017).

Untuk itu, Bima mengatakan akan segera menyiapkan beragai fasilitas pendukung di area stasiun seperti underpass hingga Bus Rappid Transit (BRT). Diharapkan solusi ini dapat mengurangi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor.

“Makanya ini kan akselerasi, Insya Allah akan ada underpass, insya Allah BRT-nya akan didorong, public transport dibenahi, aksesnya diperbaiki. Demikian juga Sukaresmi, ketika ada stop over, akan mengurangi sebagian besar penumpang yang turun di stasiun Bogor, ini sangat membantu,” katanya.

Bima juga mengatakan menyambut baik rencana Kemnterian Pehubungan bersama Kementrian BUMN untuk membangun Transit Oriented Development (TOD) di area stasiun. Dimana rencananya pembangunan ini akan mulai dilakukan pada 5 Oktober 2017.

“Pemerintah Kota Bogor beserta jajarannya sangat siap, tinggal bagaimana kami dengan Kementerian dan PT Waskita mengatur siapa mengerjakan apa. MOU ini menjadi dasarnya. Semoga ini dapat mengurangi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor,” tukasnya.