Kasus Pembunuhan Pembantu Menemui Titik Terang
Bogor > Laporan Utama

Kasus Pembunuhan Pembantu Menemui Titik Terang

Jumat, 15 April 2016 16:24 WIB
Editor : Fauzi | Sumber : Dbs

Ilustrasi
Ilustrasi

Share this





Dugaan sementara, kasus pembantu tewas mengenaskan ini dilatarbelakangi cekcok diantara kedua korban.

BOGOR – Kasus tewasnya dua pembantu rumah tangga berusia lanjut, Tanu (72) dan Sutarmi (58) mulai menemui titik terang.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Didik Purwanto menerangkan, dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui Tanu bertugas sebagai tukang kebun, sementara Sutarmi bekerja sebagai pembantu di dalam rumah.

“Keterangan yang diperoleh, keduanya sering cekcok soal pembagian kerja. Tapi, masih didalami dan dicari motifnya,” jelas Didik, Jumat (15/4/2016).

Ditambahkan olehnya, dugaan sementara berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, Tanu menghabisi Sutarmi, kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri.

Sementara itu, keluarga Sutarmi mengaku terpukul dengan kejadian yang menimpa anggota keluarga mereka. Paino (65), paman korban mengatakan, pihka keluarga kaget dan terpukul dengan peristiwa ini. Namun, mereka menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke kepolisian, serta berharap hukuman seadil-adilnya.

“Keluarga enggak tahu harus bagaimana, kita pasrah saja. Tapi, kita berharap hukuman seadil-adilnya,” harap Paino.







Bogor > Laporan Utama

Tanggapi Keluhan Warga, Bima Sidak Ke Kelurahan Baranangsiang

Jumat, 09 September 2016 15:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Farid Hidayat

Walikota Bogor sidak ke Kelurahan Baranangsiang.
Walikota Bogor sidak ke Kelurahan Baranangsiang.

Share this





JPO Babakan Perumnas harus segera diperbaiki. Begitupun saluran air di Jalan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur.

BOGOR TIMUR – Walikota Bogor Bima Arya mengecek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Babakan Perumnas yang menghubungkan wilayah Baranangsiang dan Sukasari.

Kondisi jembatan, saat ini, sudah tidak laik. Besi-besi tiang penyangga jembatan telah mengalami pengeroposan. Bima berjanji akan memerintahkan Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemukiman sebagai langkah awal perbaikan.

“Apakah bisa hanya dengan perbaikan atau harus pembangunan total. Itu yang harus dicek terlebih dahulu. Anggarannya pun akan diusulkan ke APBD tahun depan,” kata Bima yang didampingi Lurah Baranangsiang, Camat Bogor Timur dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Jumat (9/9/2016).

Usai meninjau jembatan, rombongan melanjutkan sidak ke saluran air yang berada di Jalan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur. Sama halnya dengan jembatan, kondisi saluran air juga sudah mengalami pendangkalan sehingga kerap mengakibatkan banjir saat hujan atau saat pintu air di Bendung Katulampa dibuka.

"Nanti akan kami carikan solusinya. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan menormalisasikan saluran dari bangunan yang berada di atasnya," tuntas Politisi PAN ini.







Bogor > Laporan Utama

Dua Pembantu Tewas Mengenaskan di Perumahan Danau Bogor

Jumat, 15 April 2016 13:44 WIB
Editor : Fauzi | Sumber : DBS

Ilustrasi Penemuan Mayat
Ilustrasi Penemuan Mayat

Share this





Tidak ada barang-barang yang hilang dari rumah tempat ditemukannya dua pembantu tewas.

BOGOR – Tragis, dua pembantu rumah tangga berusia lanjut ditemukan dengan kondisi mengenaskan di rumah majikannya, di Perumahan Danau Bogor Raya B6, No.11, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kamis (14/4/2016).

Kapolsek Bogor Timur Kompol Didik Purwanto menjelaskan, jasad keduanya kali pertama ditemukan oleh petugas keamanan komplek, Dudung (39). Jasad pertama yang ditemukan Dudung adalah Tanu (72) yang tergantung di tiang samping rumah majikannya.

“Kemudian, jasad berikutnya yang ditemukan adalah Sutarmi (58) yang berada di toren penampungan air yang ditanam di halaman rumah. Ada luka di bagian kepala,” jelas Didik, Kamis (14/4/2016) malam.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan pemilik rumah, diketahui tidak ada barang-barang yang hilang. Sementara barang bukti yang diamankan antara lain, helm warna hitam, tas warna cokelat, tas hitam, handphone, sarung mobil dan uang runai Rp 700.000.

“Kita masih selidiki motifnya. Sementara sejumlah saksi sudah dimintai keterangan,” pungkas Didik.







Bogor > Laporan Utama

Wakil Wali Kota Bogor Hadiri Seminar Bulan K3 di PLN Bogor Timur

Selasa, 29 Maret 2016 16:58 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Adi Wijaya

Usmar Hariman (berpeci) saat menghadiri seminar K3 PLN Kota Bogor.
Usmar Hariman (berpeci) saat menghadiri seminar K3 PLN Kota Bogor.

Share this





Usmar berharap Bulan K3 kali ini bisa meningkatkan kesadaran pemilik dan pekerja mengenai pentingnya keselatan kerja dan kesehatan.

BOGOR - Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PLN Kota Bogor menggelar seminar K3 di aula PLN Bogor Timur, Selasa (29/3/2016). Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang hadir dalam kegiatan menyampaikan, setiap perusahaan memiliki Standar Operasional Pelayanan (SOP) sendiri-sendiri yang artinya tidak bisa disamaratakan.

Karenanya, lanjut Usmar, K3 menjadi sangat penting, namun untuk standarisasi minimal K3 tersebut ada kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan.

"Yang paling penting adalah sumber daya manusia di perusahaan itu. Dari hasil statistik masih dibawah rata-rata," saat membuka seminar.

Jika ada perusahaan yang memiliki kepentingan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya, sambungnya, otomatis akan mempengaruhi produktivitas perusahaan.

"Kalau ada yang sakit maka akan mempengaruhi produktivitas yang berarti hasilnya juga akan menurun. Nah di sinilah pentingnya perusahaan meng-update kaitan dengan K3 ini," tandasnya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, selain SDM dan budaya keselamatan kerja, dirinya juga ingin mengusulkan untuk memperhatikan teknologi.

“Peran teknologi akan mempermudah bagi SDM yang ada di lapangan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja,” tutupnya.

Untuk diketahui, jumlah kecelakaan kerja di Kota Bogor hingga tahun 2015 tercatat sebanyak 215 kali dan termasuk kategori terendah untuk tingkat nasional. Namun, angka ini terus menurun dibanding tahun sebelumnya.







Bogor > Laporan Utama

Ini Harapan Bima Soal Penataan Kawasan Jalan R3

Jumat, 12 Februari 2016 20:25 WIB
Editor : Fauzi | Reporter :

Bima Arya saat menerima pemaparan penataan kawasan Jalan R3.
Bima Arya saat menerima pemaparan penataan kawasan Jalan R3.

Share this





Bima berharap agar penataan kawasan Jalan R3 dimatangkan, guna menghindari tumpang tindih.

BOGOR – Camat Bogor Timur (Botim) Sudjatmiko memaparkan rencana penataan kawasan Jalan R3 dihadapan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Jumat (12/1/2016).

Rencana, kawasan tersebut akan dijadikan sebagai kawasan ecowisata dan eduwisata di Kota Bogor, serta dilengkapi dengan  kios dan toko berbagai jenis tanaman hias, buah-buahan dan tanaman obat-obatan, tempat sampah dengan sistem pengolahan di Simpang R3 Bantar Kemang, hingga Tugu Bogoh Ka Bogor.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, apabila hal ini dapat terealisasi maka akan menjadi sesuatu yang luar biasa dan dahsyat.

"Catatannya, perlu ditentukan centrumnya dimana. Untuk gerbangnya harus megah. Harus ada penanda kawasan yang unik." ujarnya di Balai Kota Bogor, Jumat (12/2/2016).

Dalam kesempatan tersebut Bima juga meminta agar konsep yang ada saat ini lebih dimatangkan lagi. Dirinya bahkan berencana melakukan peninjauan ke lokasi pada pekan depan.

Tak hanya itu, diakuinya ia akan segera mengkonsultasikan dengan beberapa pihak terkait perihal penamaan bagi kawasan yang akan dikembangkan tersebut.

"Jangka pendeknya adalah penataan dan penanaman. Sementara jangka panjangnya adalah pembangunan gerbang serta penataan secara keseluruhan kawasan R3 sebagai destinasi edu dan eco wisata," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Camat Botim Paparkan Penataan Kawasan Jalan R3

Jumat, 12 Februari 2016 20:04 WIB
Editor : Fauzi | Reporter :

Camat Bogor Timur Sudjatmiko saat memberikan pemaparan di Balai Kota Bogor.
Camat Bogor Timur Sudjatmiko saat memberikan pemaparan di Balai Kota Bogor.

Share this





Penataan kawasan Jalan R3 diharapkan dapat mendukung terwujudkan kawasan eco dan edu wisata.

BOGOR - Camat Bogor Timur (Botim) Sudjatmiko bersama unsur Muspika, aparatur wilayah dan tokoh masyarakat mempresentasikan rencana pengembangan kawasan R3 menjadi destinasi eco dan edu Wisata Kawasan R3, Kecamatan Bogor Timur kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Jumat (12/1/2016).

Dalam paparannya, Sudjatmiko menyampaikan rencana pengembangan kawasan R3 sebagai zona destinasi eco dan edu wisata di Kota Bogor. Dimana akan dibangun kios dan toko berbagai jenis tanaman hias, buah-buahan dan tanaman obat-obatan.

"Kami akan jadikan kawasan R3 sebagai kawasan tradisional Sunda. Sebagai langkah awal, selama ini kami bersama Muspika dan pihak lainnya rutin membersihkan dan menata. Sehingga terlihat lebih rapi dan bersih," ujarnya.

Selain itu, Sudjatmiko juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan para pedagang tanaman hias telah melakukan berbagai upaya untuk mempercantik kawasan yang menjadi jalan alternatif menuju Bendung Katulampa tersebut.

"Kami sudah gotong royong membangun satu saung per 100 meter. Dan saat ini sudah ada tujuh saung di kawasan R3. Hal ini sebagai identitas Sunda yang dilengkapi dengan burung-burung," tambahnya.

Dengan begitu, dirinya berharap jika kawasan ini sudah tertata dan berkembang dengan baik, tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) yang setiap tahun diselenggarakan oleh IPB di Kota Bogor.







Bogor > Laporan Utama

Katulampa Siaga 1, Anak-Anak Asyik Mancing

Senin, 16 November 2015 20:58 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Anak-anak asyik memancing usai hujan deras.
Anak-anak asyik memancing usai hujan deras.

Share this





Saat aliran air Bendungan Katulampa mengalir deras, biasanya lebih banyak ikan yang bisa ditangkap oleh warga.

BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada siang ini mengakibatkan debit air di Bendungan Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Bogor menjadi semakin meningkat. Diketahui pada pukul 16.00 WIB Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 210 sentimeter atau dalam posisi siaga-1.

Meski berstatus siaga-1, warga di sekitar Bendungan Katulampa tidak khawatir. Bahkan, setelah hujan reda, sejumlah remaja dan anak-anak terlihat asyik memancing di bantaran Sungai Ciliwung  yang tengah mengalir deras.

Salah seorang warga bernama Maman (18) mengatakan, jika dirinya tidak takut dengan aliran air Sungai yang ada di sekitar Bendungan Katulampa.

"Sudah biasa mancing di sini, justru kalau deres begini biasa ikannya malah banyak kang," ujarnya kepada Infonitas.com, Senin (16/11/2015).

Dikatakannya, sembari melihat aliran air di Bendungan Katulampa, Maman mengisi waktu dengan mencari ikan bersama dengan beberapa orang temannya.

"Ya dari semalam airnya sudah tinggi, tapi tadi pagi mulai turun. Dan sekarang setelah hujan airnya nambah lagi," tuturnya polos.

Hujan yang mengguyur wilayah Bogor pada siang tadi sempat reda pada pukul 16.00. Namun kini hujan kembali terjadi, Andi Sudirman selaku pengawas Bendungan Katulampa mengatakan jika hujan deras terus terjadi maka tidak menutup kemungkinan debit air di Bendungan Katulampa akan semakin meningkat.

“Hal ini akan berpotensi menyebabkan banjir di kawasan Jakarta pada malam hari nanti,” tukasnya.

 







Bogor > Laporan Utama

Polisi di Bogor Dilaporkan ke Polda Jawa Barat, Pangkalnya Utang Piutang

Senin, 09 November 2015 19:28 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu Muntinanto

AKP Maulana Mukarom (kemeja putih).
AKP Maulana Mukarom (kemeja putih).

Share this





Kasus ini hanyalah masalah utang piutang yang melibatkan oknum polisi S. Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor Kota meminta S bertanggung jawab.

BOGOR - Menanggapi adanya penggeledahan rumah milik Maurits Yonin AR pada 22 Oktober 2015 lalu yang berujung pelaporan oknum polisi berinisial S dan A ke Bid. Propam Polda Jawa Barat. Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor Kota AKP Maulana Mukarom angkat suara.

AKP Maulana mengatakan, ia mendatangi rumah tersebut setelah adanya laporan terkait penggeledahan yang dilakukan oleh S dan A. Ia pun mengatakan dirinya diperintahkan langsung oleh Polda Jawa Barat untuk mengecek ke lokasi.

“Saya lakukan penggeledahan, namun sebelumnya saya perkenalkan diri kepada pemilik rumah. Lalu saya tunjukkan Surat Perintah (Sprint), si pemilik rumah mempersilakan agar tudingan dari oknum tersebut tidak terbukti," ujarnya kepada sejumlah awak media, Senin (09/11/15).

Lanjutnya, ia pun bertanya kepada D yang merupakan sekuriti di rumah korban. D mengatakan adanya maksud jahat dari A dan S. Lalu dirinya bertanya soal A dan S ini, saksi D pun menjawab bahwa mereka adalah anggota polisi.

“Saya baru tahu dari anggota saya kalau S adalah anggota Polres Bogor Kota. S pun berkata kepada saya, ini hanya masalah piutang dan akan diselesaikan. Kemudian rombongan mereka pun satu per satu pergi. Dan S saya suruh untuk bertanggung jawab karena membuat ketidaknyamanan kepada pemilik rumah," jelasnya lebih lanjut.

Untuk diketahui, kejadian ini dipicu ketika Maurits Yonin AR seorang warga sipil melaporkan penggeledahan tak sesuai prosedur hukum tersebut ke Polda Jawa Barat. Laporan tersebut dengan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi tanpa adanya Surat Perintah (Sprint) pada Kamis (22/10/15) sekira pukul 09.00 WIB.







Bogor > Laporan Utama

Polisi di Bogor Dilaporkan ke Polda Jawa Barat, Begini Keterangan Saksi

Senin, 09 November 2015 17:57 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Bayu Erlangga

Ilustrasi
Ilustrasi

Share this





Dari keterangan saksi yang juga sopir pemilik rumah, dua anggota polisi yang melakukan penggeledahan sempat menawarkan ‘kerja sama’.

BOGOR - Kasus penggeledahan rumah milik Maurits Yonin AR oleh dua orang oknum polisi di Bogor dilaporkan sang pemilik ke Polda Jawa Barat.

Saksi mata sekaligus sekuriti rumah yang berinisial D (33) mengungkapkan, peristiwa ini berawal dari kedatangan dua oknum polisi berinisial A dan S yang mengaku berdinas di Polsek Bogor Timur.

"Sebelumnya saya sempat melarang, karena mereka tidak menjelaskan tujuannya," ujarnya kepada sejumlah awak media, Senin (9/11/2015).

Dilanjutkan olehnya, dirinya terpaksa mengikuti kedua oknum polisi tersebut. Hal ini dilakukan karena ia takut ada hal yang tidak diinginkan, terlebih D melihat gelagat oknum polisi itu mencurigakan dan langsung memaksa masuk.

“Polisi juga sempat mengajak rekan saya, seorang juru masak di rumah ini untuk kerja sama. Dia diminta untuk menaruh narkoba di rumah ini. Rekan saya menolaknya, sehingga polisi juga sempat memaksanya,” lanjutnya.

D menuturkan, setelah melihat kejadian itu, dirinya langsung menghubungi kerabat pemilik rumah yang bertugas di Polda Jawa Barat. Laporan tersebut ditindak lanjuti dengan datangnya Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor Kota AKP Maulana Mukarom bersama anggotanya ke lokasi.

“Lalu saya ceritakan kepada Pak Kasat apa yang terjadi. Kemudian Pak Kasat bersama jajaran Satnarkoba melakukan penggeledahan dan hasilnya nihil,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu sopir pemilik rumah berinisial S menuturkan, dirinya terus mengikuti penggeledahan pertama. Dijelaskan olehnya, penggeledahan pertama dilakukan ke rumah bagian atas. Dua oknum polisi tersebut memeriksa semua ruangan, lalu S berbalik ke bawah.

“Ada yang bisik ke saya, mau naruh barang untuk kerja sama tidak? Lalu saya menolak. Saya langsung ke bawah karena takut. Saat menggeledah tidak ada temuan, maka itu bisik-bisik. Dan saya tetap tidak mau," tegasnya.

Sang pemilik rumah, Maurits Yonin AR mengatakan, pihaknya tidak mengetahui motif dari kedua oknum polisi tersebut. Namun, beruntung ada Kasat Narkoba Polres Bogor Kota AKP Maulana Mukarom yang juga datang untuk mengantisiasi maksud jahat dari keduanya.

“Semua peristiwa pada tanggal 22 Oktober 2015 sudah terekam di Closed Circuit Television (CCTV) teras rumah. Jika pelaku oknum polisi yang tidak mengaku, silakan saja, semua bukti ada di CCTV,” paparnya.

Maurits juga menegaskan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Polda Jawa Barat (Jabar). Diketahui laporan tersebut Nomor: LPB /848/X /2015/Jabar tanggal 23 Oktober 2015 ke Polda Jawa Barat.

“Kami sudah laporkan semua ke Polda Jawa Barat, bahkan seluruh saksi saya bawa ke Polda Jawa Barat. Untuk sekarang biarkan Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kasus ini,” pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Dua Oknum Polisi Nakal di Bogor Timur Dilaporkan ke Polda Jawa Barat

Senin, 09 November 2015 16:52 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Bayu Erlangga

Ilustrasi sabu-sabu.
Ilustrasi sabu-sabu.

Share this





Kedua oknum polisi tersebut diduga melakukan penggeledahan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur kepolisian.

BOGOR – Dua oknum polisi berinisial A dan S yang bertugas di Polsek Bogor Timur dilaporkan ke Bid. Propam Polda Jawa Barat oleh Maurits Yonin AR, warga Jl. Gatot Kaca V, No.5, RT 006 RW 15, Bantarjati, Bogor Utara terkait perbuatan tidak menyenangkan.

Perbuatan tidak menyenangkan dimaksud adalah penggeledahan yang dilakukan keduanya di rumah Maurits yang tanpa menunjukan Surat Perintah (Sprint) pada Kamis (22/10/20150 lalu. Tak hanya itu, keduanya juga diduga berniat menjebak pemilik rumah dengan meletakan narkoba saat melakukan penggeledahan.

Menurut penuturan Maurits Yonin AR, kejadian bermula saat kedua oknum polisi tersebut datang ke rumahnya. Diiduga keduanya akan melakukan aksi penjebakan saat melakukan penggeledahan rumah tersebut.

"Bahkan mereka para oknum polisi tersebut, sebelumnya sempat memaksa pembantu rumah saya untuk menyimpan narkotika jenis sabu-sabu di dalam rumah," ungkapnya kepada sejumlah awak media, Senin (09/11/15).

Dilanjutkan olehnya, selang beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 11.20 WIB, datang Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor Kota AKP Maulana Mukarom dan anak buahnya atas laporan dari pihak keluarga pemilik rumah. Selain itu, rombongan tersebut juga untuk melakukan pengecekan, karena mendapatkan laporan adanya narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kilogram di rumah tersebut.

"Pak Kasat kemudian melakukan penggeledahan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Lalu mengenalkan diri ke saya dan meminta izin sebelum menggeledah rumah," lanjut Maurits Yonin.

Namun, saat tim Satnarkoba melakukan penggeledahan, ternyata tidak ditemukan barang yang dimaksud. "

Terus pas dilakukan penggeledahan oleh tim dari Satnarkoba, dua orang oknum polisi tersebut satu per satu pergi meninggalkan rumah saya" tambahnya.

Maurits juga menambahkan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Polda Jawa Barat dengan Nomor LPB /848/X /2015/Jabar tanggal 23 Oktober 2015.

“Sudah saya laporkan semua ke Polda Jabar, bahkan seluruh saksi saya bawa ke Polda Jabar. Untuk sekarang biarkan Polda Jabar melakukan penyelidikan kasus ini,” pungkasnya.