Bogor > Laporan Utama

Di Bogor, Ojek Online Harus Punya Surat Tugas

Selasa, 11 April 2017 16:36 WIB
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Pihak angkot dan ojek online foto bersama unsur muspida Kota Bogor.
Pihak angkot dan ojek online foto bersama unsur muspida Kota Bogor.
Foto : istimewa

Share this








Ini merupakan bagian dari Peraturan Wali Kota tentang angkutan roda dua berbasis aplikasi.

BOGOR – Setiap pengendara (ojek online) wajib mempunyai surat tugas. Kira-kira seperti itulah bunyi salah satu syarat operasional ojek online yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang angkutan roda dua berbasis aplikasi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, Perwali tersebut diterbitkan berdasarkan beragam pertimbangan khusus. Salah satunya adalah keberadaan roda dua yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi di Kota Bogor telah menimbulkan berbagai dampak dalam penyelenggaraan angkutan umum.

"Terlebih lagi keberadaannya juga belum diatur dalam peraturan perundang-undangan," kata Bima seperti dikutip dari Republika.co.id, Selasa (11/4).

Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Kendaraan Roda Dua Menggunakan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi di Kota Bogor telah disahkan per tanggal 4 April lalu.

"Dengan diterbitkannya Perwali ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para operator atau penyelenggara ojek online. Yakni penyelenggara ojek online harus berbentuk badan usaha, selain itu mereka pun diwajibkan untuk memiliki cabang atau perwakilan yang tetap di Kota Bogor dan menunjuk penanggung jawabnya," kata Bima.

Syarat berikutnya, cabang atau perwakilan penyelenggara ojek online juga harus mendapatkan surat tugas dari penyelenggara ojek online dan menyampaikan data kendaraan pada dinas terkait.