Bogor > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Buruh Bogor Tuntut Kenaikan UMK 2018 Rp 3,9 Juta

Kamis, 09 November 2017 10:48 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Tuntutan kenaikan UMK 2018 sebesar Rp 3,9 juta oleh buruh Bogor sesuai dengan tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Bogor.

BOGOR – Tuntutan meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang dilakukan buruh di berbagai daerah kian kencang. Tak terkecuali di wilayah penyangga Ibu Kota seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menuntut kenaikan UMK yang dirasa kurang kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Dono Darsono mengatakan, pihaknya meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 650 ribu menjadi Rp 3,9 juta pada 2018. 

Menurutnya, angka tersebut setara dengan 20 persen dari jumlah nilai UMK tahun 2017, yaitu sekitar Rp. 3,2 juta. Begitu juga dengan kenaikan upah sektoral.

“Kami mendorong Bupati Bogor dan para dewan khususnya kepada Ketua DPRD untuk ikut merekomendasikan permintaan kenaikan UMK ke Gubernur Jawa Barat,” tegasnya, saat dikonfirmasi Infonitas.com, Kamis (9/11).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan beberapa survei harga kebutuhan pokok ke sejumlah pasar. Hal ini dilakukan agar dapat meyakinkan angka yang diusulkannya bersama para buruh sesuai dengan tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Bogor. 

“Jadi angka yang kita tuntut ini kuat dan masuk akal karena disesuaikan dengan tingkat KHL yang ada di Kabupaten Bogor,” tegasnya.