Batas Waktu Proyek Pedestarian Kebun Raya Bogor
Bogor > Laporan Utama

Batas Waktu Proyek Pedestarian Kebun Raya Bogor

Kamis, 22 Desember 2016 13:03 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Akb

Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin.

Share this





Politisi PPP ini menegaskan, apabila pekerjaan tak selesai tepat waktu dengan dalih cuaca, alasan tersebut tidak dapat diterima.

BOGOR – Proyek pedestarian tengah berjalan di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB) saat ini. Batas waktu habis kontrak diketahui hari ini, Kamis (22/12/2016) dengan nilai anggaransekitar RP32 miliar. Tetapi, pembangunan belum kunjung rampung yang dilakukan oleh PT Wiraloka Sejati.

“Kalau tak beres tepat waktu mesti diberikan sanksi. Entah dikenakan denda, diputus kontrak atau black list. Kalau ada rekomendasi perpanjangan waktu, harus melihat apa dasarnya,”kata Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin di GOR Padjajaran, Tanah Sareal, Bogor, Rabu (21/12/2016) malam.

Politisi PPP ini menegaskan, apabila pekerjaan tak selesai tepat waktu dengan dalih cuaca, alasan tersebut tidak dapat diterima.

"Semua orang tahu Bogor Kota Hujan, jadi tak bisa jadi alasan. Seharusnya sudah ada perencanaan yang matang terkait hal ini sebelum mengerjakan proyek," katanya.

Menurut Zaenul, Pemkot harus bertindak tegas bila proyek tak selesai tepat pada waktunya.

"Kalau proyek lain telat disanksi, kenapa pedestrian masih dipertanyakan? Yang jelas Komisi C akan mendatangi proyek itu untuk memeriksa spek di lapangan. Jika ada yang beda, kami akan panggil konsultan pengawasnya,"tegasnya.







Bogor > Laporan Utama

Mengintip Sensasi Arung Jeram di Cisadane

Selasa, 27 Desember 2016 15:57 WIB
Editor : Hanafie | Reporter : Akb

Arung jeram Cisadane
Arung jeram Cisadane

Share this





Menantang arus, bermain air bersama teman dan keluarga dengan harga terjangkau.

BOGOR – Libur Natal dan Tahun Baru tentunya tidak terlepas dari momentum berkumpul bersama keluarga, kekasih, dan teman. Berbagai kegiatan menarik dapat dilakukan bersama-sama  dan tak jarang menjadi pilihan yaitu melakukan wisata, sambil olahraga yaitu rafting.

Kepenatan Kota Jakarta, misalnya, dapat sekejap saja ditinggalkan dengan menuju Sungai Cisadane, Bogor. Lokasi rafting dapat ditemukan dan tanpa berlama-lama menempuh jarak jauh.

Terletak di Jalan Kolonel Bustomi nomor 44, Caringin, Bogor, wahana rafting langsung dapat dirasakan lewat derasnya aliran Sungai Cisadane.

Di sana, para wisatawan bisa mencoba sensasi permainan rafting atau arung jeram. Menyusuri Sungai Cisadane dengan menggunakan perahu karet lengkap dengan beberapa peralatan lainnya seperti helm, jaket pelampung, dayung dan skipper yang sudah disediakan di tempat wisata olahraga air.

"Biaya yang bisa dikeluarkan untuk rafting di sini relatif, berada di kisaran Rp195 ribu sampai Rp250 per orang. Semua ini tergantung dari pilihan paket yang dipilih wisatawan. Tergantung jarak yang ingin ditempuh dan lamanya waktu bermain rafting," ujar Chief Manager Alamanda Rafting, Imam, kepada Infonitas.com di Caringin, Senin (26/12/2016).

Menurutnya, setiap perahu karet akan diisi oleh enam orang peserta rafting dan dibimbing oleh salah seorang pemandu. Safety atau keselamatan peserta rafting menjadi garansi utama dalam mengenalkan salah satu olahraga ekstrim tersebut.

"Nantinya para wisatawan akan mendayung perahu karet dan menelusuri arus Sungai Cisadane. Tantangan lainnya yaitu melewati bendungan setinggi 3 meter dengan kemiringan hampir 90 derajat,"ujarnya.

Jika lelah mendayung, Alamanda Rafting, ternyata juga menyuguhkan masakan khas Sunda yang bisa dinikmati oleh pengunjung di saung-saung yang terletak di pinggir sungai. Makanan tersedia, tak usah takut kelaparan.

"Kami juga sediakan titian jembatan goyang dan flyingfox secara gratis. Tak lupa kami sediakan asuransi bagi para wisatawan," tuturnya. 

Imam mengatakan, pihaknya selalu mengutamakan keselamatan para peserta arung jeram, dengan adanya para pemandu yang sudah profesional.

"Rafting Alamanda ini terbuka untuk ratusan peserta karena lahan area Alamanda luas dan kami beroperasi setiap hari dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore,"pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Aset Terminal Baranangsiang Segera Dilimpahkan

Rabu, 21 Desember 2016 19:42 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Akb

Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.
Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

Share this





Menyepakati pengalihan aset Terminal Baranangsiang Tipe A akan diserahkan pada 28 Desember mendatang.

BOGOR - Dalam rangka menjalankan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Bogor melalui Sekertaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyatakan bahwa penandatanganan pengalihan aset terminal Baranangsiang Kota Bogor akan dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2016.

"Kita telah menyepakati pengalihan aset Terminal Baranangsiang Tipe A akan diserahkan pada 28 Desember mendatang karena ini harus disegerakan," jelasnya kepada Infonitas.com di GOR Padjajaran, Bogor, Rabu (21/12/2016).

Ia menjelaskan, sisa waktu yang digunakan sebelum tanggal 28 Desember 2016 akan digunakan untuk melakukan verifikasi terkait dengan lokasi, status kepemilikan dan termasuk kerjasama antara Pemkot dengan PT PGI yang akan merevitalisasi Terminal Baranangsiang.

"Nantinya semua kewenangan berada di Pemerintah Pusat," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah menandatangani design yang diserahkan oleh PT PGI kepada Pemerintah Kota Bogor terkait revitalisasi Terminal Baranangsiang.

"Saya berharap Terminal yang akan dibangun nanti bisa memfasilitasi angkot dan dibuat surat kesepakatannya," jelasnya.

Ia menekankan, tanggal 28 Desember mendatang akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan penandatangan Berita Acara serah terima Terminal Baranangsiang Kota Bogor antara Sekda Kota Bogor dengan Sekjen Direktorat Jendral Perhubungan.

"Nantinya juga ada sekitar 38 orang pegawai Kementrian Perhubungan di Terminal Baranangsiang yang diserahkan ke Pusat yang terdiri 12 orang tenaga kontrak atau outsourching dan sisanya 26 dari PNS,"pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Revitalisasi Blok F dan Tampung Seluruh PKL

Rabu, 21 Desember 2016 19:19 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Akb

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman
Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman

Share this





Tujuan Pemkot Bogor terancam gagal dengan Rencana Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) melakukan Revitalisasi Blok F.

BOGOR - Rencana Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) melakukan Revitalisasi Blok F, Pasar Kebon Kembang untuk memenangkan salah satu calon investor yakni PT Braja Mustika masih terganjal sejumlah masalah.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman angkat bicara. Menurut Usmar, Revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang merupakan fase akhir penataan dari Pasar Kebon Kembang. Sehingga hal ini menanggung beban persoalan-persoalan yang cukup berat.

"Revitalisasi Pasar Kebon Kembang harus menampung seluruh pedagang eksisting. Baik PKL binaan dan PKL yang berada di sana yang kurang lebih, kalau saya melihat di KAK sebanyak 450 pedagang," terangnya kepada Infonitas.com di Pedestrian Kebun Raya Bogor, Rabu (21/12/2016).

Ia menjelaskan, apabila konsep dari PT Braja Mustika tidak bisa mengakomodir para pedagang yang berada di sana, maka tujuan Pemkot Bogor tidak dapat tercapai.

"Kalau konsepnya tidak ada basement untuk PKL sudah pasti salah itu. Karena untuk menampung PKL di situ sudah didata oleh Dinas KUMKM berjumlah sebanyak 450 PKL," jelasnya.

Sementara, terkait rekomendasi yang dilayangkan Komis B DPRD Kota Bogor agar Wali Kota memperhatikan  proses ulang Beauty Contest Revitalisasi Blok F, Pasar Kebon Kembang, mulai terjawab.

 "Apa konteksnya Komisi B memberikan rekomendasi saya tidak tahu. Pastinya bila Komisi B telah merekomendasikan berarti hal tersebut sudah sangat teknis dan mereka sudah berkomunikasi dengan pasar. Terkait hal ini, hak prerogatif tetap berada di tangan Wali Kota Bogor," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Jika Pekerjaan Pedestrian Meleset, PT Wiraloka Sejati Bisa Kena Sanksi

Selasa, 20 Desember 2016 20:49 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Akb

Proyek Pedestrian di sekeliling Kebun Raya Bogor.
Proyek Pedestrian di sekeliling Kebun Raya Bogor.

Share this





Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, dari hasil laporan Dinas Bina Marga dan SDA di sisa waktu dua hari menjelang batas kontrak bobot.

BOGOR - Pengerjaan Pedestrian di sekililing Kebun Raya Bogor yang dikerjakan oleh PT Wiraloka Sejati memiliki batas waktu pengerjaan selama 150 hari. Terhitung sejak 26 Juli-22 Desember 2016 mendatang.

Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, dari hasil laporan Dinas Bina Marga dan SDA di sisa waktu dua hari menjelang batas kontrak bobot.

"Saat ini pekerjaan sudah hampir 95 persen dan saat ini tengah proses penyelesaian," jelas Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman kepada Infonitas.com di Balai Kota Bogor, Selasa (20/12/2016).

Usamar juga menjelaskan, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai proyek Rp 32,39 miliar. Proyek tersebut, kata dia, dalam realisasi penyerapan anggaran kegiatannya masih jauh. Sebab, menurutnya Dinas Bina Marga dan SDA realisasi penyerapan anggaran kegiatannya masih dibawah 50 persen.

"Karena sumber dana proyek pedestarian dari DAK yang mekanisme harus diusulkan ke pusat sesuai progres dan aturan berlaku, akan jauh mungkin bila dibandingkan dengan SP2D yang masuk BPKAD,"ujarnya.

Menurut Usmar Hariman, langkah Pemkot Bogor ketika proyek pedestarian tidak selesai sesuai batas akhir kontrak yakni 22 Desember, Pemerintah akan memberikan kesempatan 50 hari kalender sesuai Peppres Nomor 4 Tahun 2015.

"Tetapi, sebelum perpanjangan addendum perjanjian kontrak, harus melalui tahapan evaluasi terhadap pekerjaan terlebih dahulu. Seperti adanya beberapa hari yang tidal bisa memulai pekerjaan karna intensitas hujan yang tinggi. Bila masih least batas juga waktu pengerjaannya kontraktor bisa kena penalti. Tapi insya Allah ini bisa selesai tepat waktu," tutup politisi Partai Demokrat itu.







Bogor > Laporan Utama

1.410 Personel Gabungan Siap Lakukan Operasi Natal dan Tahun Baru

Selasa, 20 Desember 2016 14:15 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto di Makapolresta Bogor, Selasa (20/12/2016).
Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto di Makapolresta Bogor, Selasa (20/12/2016).

Share this





Pihak gereja juga diminta oleh Kapolres Bogor agar dapat menyurati pihaknya agar kelancaran pengamanan.

BOGOR - Menjelang datangnya natal dan tahun baru, sebanyak 1.410 personil gabungan dari unsur Kepolisian dibantu oleh TNI dan elemen keamanan lainnya akan menggelar Operasi Lalu lintas (Lilin) di sejumlah wilayah Kota Bogor.

Operasi Lilin akan dimulai sejak tanggal 21 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017 dengan titik fokus pada enam kecamatan Kota Bogor.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, 1.410 personel dikerahkan berasal dari Polres Bogor sejumlah 675 orang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kota Bogor serta Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) dan instansi terkait lainnya berjumlah 735 personel.

"Operasi Lilin ini, selain mengamankan lajur kendaraan lalu lintas, juga akan mengamankan 63 gereja di Kota Bogor terutama pada malam kebaktian atau misal yang terdiri dari 8 gereja besar, 12 gereja sedang dan 43 gereja kecil," tuturnya kepada Infonitas.com usai menggelar rapat Operasi Lilin 2016 di Makopolresta, Selasa (20/12/2016).

Ia juga menambahkan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan pihak gereja untuk mendapatkan gambaran jumlah para jamaah yang mengikuti malam natal.

"Kami juga butuh support dari pihak gereja untuk mengamankan malam natal agar bisa memetakan para petugas kepolisian di lokasi dan kami meminta pihak gereja segera menyurati kami," jelasnya.

Dalam hal ini, Suyudi mengintruksikan kepada jajaran kapolsek untuk siaga dan menertibkan segala hal yang mengganggu keamanan dalam Operasi Lilin 2016.

"Kami akan tindak tegas hal-hal yang mengganggu ketertiban juga dalam operasi ini. Seperti penyakit masyarakat yakni miras, petasan, merecon dan hal-hal yang mengganggu lainnya seperti tawuran dan premanisme yang merupakan target kami dalam operasi ini," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

395 Bangunan Langgar Perda di Bogor

Senin, 19 Desember 2016 20:54 WIB
Editor : | Reporter : Akb

Lokasi Pembangunan Proyek Gedung Baru DPRD Bogor, salah satu bangunan yang belum memiliki IMB.
Lokasi Pembangunan Proyek Gedung Baru DPRD Bogor, salah satu bangunan yang belum memiliki IMB.

Share this





Dinas Wasbangkim Kota Bogor mencatat sebanyak 395 bangunan dinyatakan telah melanggar Perda 7/2006 hingga akhir tahun 2016.

BOGOR - Sejumlah pembangunan di Kota Bogor masih banyak ditemukan bermasalah dan melanggar peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2006 tentang Bangunan dan Gedung.

Dinas Pengawasan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor mencatat sebanyak 395 bangunan dinyatakan telah melanggar Perda 7/2006 hingga akhir tahun 2016.

"Sedikit menurun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya berjumlah 530 bangunan," ujar Kepala Bidang Pengawasan Diswasbangkim Kota Bogor, Agnes Andriani kepada Infonitas.com, Bogor, Senin (19/12/2016).

Ia menambahkan, dari jumlah bangunan yang melanggar tersebut, mayoritas bangunan rumah tinggal dan sisanya non rumah tinggal. Seperti halnya toko, kios, termasuk tower.

"Pelanggaran mereka (pemilik bangunan) melaksanakan pembangunan tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ada juga bangunan yang tidak sesuai dengan site plan,” ungkapnya.

Selain itu, 395 berkas bangunan dikatakannya bermasalah berdasarkan hasil pengawasan dan pengendalian. Saat ini pihaknya sudah melimpahkan berkas kepada Satpol PP.

"Bangunan-bangunan tidak memiliki IMB, satu kali teguran itu sudah dapat dilimpahkan ke Satpol PP. Sedangkan bangunan tidak sesuai IMB prosesnya tiga kali teguran sebelum dilimpahkan ke Satpol PP, " jelasnya.

Meski begitu, dia mengungkapkan, dalam perjalanannya sebagian pemilik sudah memenuhi aturan berlaku dengan cara mengurus hingga ada yang sudah memiliki IMB.

"Dari jumlah tersebut juga didapati bangunan-bangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kami tegur. Paling banyak terdapat di wilayah Bogor Tengah,"pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui SKPD terkait saat ini tengah menggodok revisi Perda Nomor 7 Tahun 2016 menyusul terbitnya Permen PUPR 5/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung.

Sekedar informasi, Perda tentang Bangunan Gedung nantinya akan mengatur mengenai bangunan hijau dan bangunan benda cagar budaya.







Bogor > Laporan Utama

Jelang Natal, Satpol PP Kota Bogor Melakaukan Razia di Berbagai Tempat

Senin, 19 Desember 2016 19:43 WIB
Editor : | Reporter : Akb

Ratusan botol miras dimusnahkan Satpol PP, Kota Bogor di Mako Satpol PP, Jalan Padjajaran, Bogor, Senin (19/12/2016).
Ratusan botol miras dimusnahkan Satpol PP, Kota Bogor di Mako Satpol PP, Jalan Padjajaran, Bogor, Senin (19/12/2016).

Share this





Dari miras hingga gepeng,Satpol PP terus pantau hingga Natal dan tahun baru di kawasan Bogor.

BOGOR - Menjelang Natal dan Tahun Baru 2017, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor terus melakukan pengawasan dan pengamanan di wilayah Kota Bogor. Satpol PP, berfokus menggelar operasi dengan sasaran penjualan minuman keras (Miras), Pekerja Seks Komersial (PSK), gepeng dan penyakit masyarakat lainnya.

Alhasil, sebanyak 200 botol minuman keras (Miras) berbagai merk hasil operasi dalam waktu dekat ini berhasil disita oleh Satpol PP Kota Bogor.

"Hari ini kita musnahkan semua miras hasil razia hari Jumat kemarin," ujar Kepala Satpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi kepada Infonitas.com di Mako Satpol PP, Jalan Padjajaran, Senin (19/12/2016).

Ratusan botol miras dimusnahkan Satpol PP, Kota Bogor di Mako Satpol PP, Jalan Padjajaran, Bogor, Senin (19/12/2016).

Herry menjelaskan, miras yang dimusnahkan adalah hasil operasi razia yang dilakukan disejumlah lokasi, di antaranya di kawasan seputaran Taman Topi, Jalan Pengadilan, Jalan Padjajaran dan Terminal Bubulak.

Tak hanya itu, Satpol PP Kota Bogor juga berhasil mengamankan enam orang Wanita Tuna Susila (WTS).

"Untuk WTS yang kami tangkap  langsung diserahkan ke Dinas Sosial Kota Bogor," tuturnya.

Sementara itu, Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP, Asep Permana mengatakan sebanyak 20 personel Satpol PP ditutunkan dengan tujuan mengintensifkan giat preventif hal-hal yang mengganggu ketentraman masyarakat dan ketertiban umum menjelang natal dan tahun baru.

"Razia akan terus dilakukan menjelang perayaan Natal dan tahun baru nanti. Kami juga akan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi lokasi yang berpotensi adanya penjualan miras," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Tewas Usai Tenggak Kopi dan Makan Pizza

Senin, 19 Desember 2016 18:44 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Akb

Sitroneli (21), mahasiswi Universitas Djuanda Bogor Tewas di Palangkaraya saat mengikuti program pertukaran pelajar.
Sitroneli (21), mahasiswi Universitas Djuanda Bogor Tewas di Palangkaraya saat mengikuti program pertukaran pelajar.

Share this





Kabar duka menyelimuti Universitas Djuanda, Bogor. Seorang mahasiswa tewas di Cafe Rollas, Palangka Raya.

BOGOR - Seorang mahasiswi asal Universitas Djuanda Kota Bogor, Sitroneli (21) diduga tewas usai minum kopi dan makan pizza di Cafe Rollas, Jalan Antang I, Palangka Raya, pada Minggu (18/12/2016). Humas Universitas Djuanda, Nurwati angkat bicara terkait hal tersebut.

"Betul, mahasiswi kami meninggal di sana," ujar Nuwati saat dihubungi Infonitas.com, Bogor, Senin (19/12/2016).

Meski demikian, ia belum mengetahui pasti penyebab kematian Sitroneli.

"Saat ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pak Andi masih di Palangkaraya untuk memastikan apakah penyebab kematian mahasiswi tersebut,”katanya.

Ia menerangkan Sitroneli merupakan mahasiswi jurusan PGSD Fakultas FKIP, Universitas Djuanda Kota Bogor.

"Dia (Sitroneli) jurusan FKIP dan berasal dari Bangka Belitung dan di sana (Palangkaraya) sedang melakukan program pertukaran pelajar,"pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Lucu, Ratusan Anak PAUD Lakukan Senam Pinguin

Rabu, 14 Desember 2016 13:49 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Adi Wijaya

Ratusan Anak PAUD melakukan Senam Pinguin di GOR Padjajaran, Rabu (14/12/2016)
Ratusan Anak PAUD melakukan Senam Pinguin di GOR Padjajaran, Rabu (14/12/2016)

Share this





Mereka belajar, dan juga bermain bersama dengan menghapal senam pinguin. Anak-anak dengan ceria bersama-sama melakukan senam.

BOGOR - Anak-anak PAUD dari berbagai sekolah PAUD pada enam kecamatan di Kota Bogor berkumpul bersama dalam acara Gebyar PAUD Kota Bogor ketiga di Stadion Gor Padjajaran, Rabu (14/12/2016).

Kecerian anak-anak berusia 4-5 tahun terlihat saat melakukan senam pinguin. Mereka berlanggak-lenggok meniru gerakan hewan asal Kutub Utara itu dengan memakai topeng pinguin.

Serunya, senam pinguin tersebut juga turut diikuti Ketua Bunda PAUD Kota Bogor, Yane Ardian dan juga Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

"Senam Pinguin ini kita lakukan tanpa latihan, tetapi dengan cara menyebarkan video tarian pinguin ke berbagai sekolah PAUD untuk mempersiapkan Gebyar PAUD ketiga di Kota Bogor," ujar Lindawati, Ketua PAUD Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor kepada Infonitas.com, di Gor, Rabu (14/12/2016).

Ia juga menjelaskan, peserta yang dilibatkan dalam Gebyar PAUD Kota Bogor ketiga ini berjumlah 780 anak PAUD. "Peserta yang mengikuti senam pinguin berjumlah 750, 30 peserta lainnya melakukan pertunjukan drum band," jelasnya.

Lindawati mengakui, jumlah peserta yang mengikuti Gebyar PAUD Kota Bogor lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. "Senam Pinguin ini dilakukan sebagai forum silaturahmi juga antara anak-anak PAUD, guru pembimbing PAUD dan juga anak-anak PAUD," jelasnya.

Ia juga mengatakan, dalam hal ini Pemerintah Kita Bogor telah mendukung secara penuh program-program yang dijalankan oleh perkumpulan PAUD Kota Bogor. "Kita berharap pemerintah bisa terus mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini," pungkasnya.







Bogor > Laporan Utama

Revitalisasi Pasar Kebon Kembang

Rabu, 07 Desember 2016 21:25 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Akb

Blok F, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor.
Blok F, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor.

Share this





Kehadiran investor dianggap mampu untuk membenahi Pasar Kebon Kmebang, Bogor.

BOGOR  - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor tengah merekomendasikan kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto agar proses Revitalisasi Blok F, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor yang sedang ditangani PD Pasar Pakuan Jaya segera diulangi.

Hal ini bukanlah tanpa alasan, DPRD melalui Komisi B menilai bahwa peserta tunggal Beauty Contest yakni PT Braja Mustika tidak memenuhi persyaratan-yang tercantum pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) PD PPJ Kota Bogor.

Guna menegaskan hal ini, Komisi B DPRD Kota Bogor tertanggal 28 November 2016 lalu telah melayangkan surat bernomor 1725/71/B/XI/2016 perihal rekomendasi Komisi B atas kegiatan revitalisasi pasar Blok F kepada Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono.

Ketua Komisi B Mardinus Haji Tulis menjelaskan, didalam KAK bangunan hasil revitalisasi harus mampu menampung 178 pedagang eksisting dan 142 PKL binaan. Di samping itu, diwajibkan juga bangunannya mampu menampung 80 pedagang dari ruko Nyi Raja Permas dan 350 PKL yang berjualan di sekitar Blok F.

"Bangunan hasil revitalisasi juga harus menyiapkan fasilitas pendukung, antara lain lahan parkir, bongkar muat, pengelolaan sampah dan air limbah," tuturnya kepada Infonitas.com, Rabu (07/12/2016) di Tugu Kujang.

Lebih lanjut, Mardinus menegaskan, berdasarkan rapat kerja Komisi B dengan PD PPJ pada 22 dan 25 November 2016, hasil seleksi administrasi tinggal menyisakan satu perusahaan yakni PT. Braja Mustika,  namun seleksi administrasi tersebut juga dipaparkan tanpa adanya pembanding dalam proses seleksi berikutnya.

Sementara itu, Menurut Mardinus,  proposal yang diajukan perusahaan calon pemenang seperti yang dipaparkan PD PPJ kepada Komisi B, rencana pembangunan lantai dasar yang diwacanakan PT Braja Mustika hanya mencakup 183 kios dan Lantai satu 312 kios serta lantai atas untuk parkir.

"Jelas disini tidak sesuai KAK, karena menurut peraturan yang berlaku peserta yang lolos tahap administrasi, teknis dan finansial harus memenuhi aturan dalam KAK agar bisa lolos," tegasnya.

Sekedar informasi, DPRD Kota Bogor pun telah menerbitkan surat bernomor 530/1010-DPRD tertanggal 6 Desember 2016 perihal rekomendasi atas kegiatan revitalisasi Pasar Blok F untuk segera diulangi. Surat tersebut telah ditandatangani Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono dan ditujukan kepada Walikota Bogor Bima Arya.