Bogor > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Apindo Bogor : Upah Padat Karya Beratkan Pengusaha

Kamis, 09 November 2017 12:52 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Ronald Tanoso

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Apindo Kabupaten Bogor menilai tuntutan para buruh tentang Upah Padat Karya (UPK) memberatkan pengusaha.

BOGOR - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan kesanggupan para pengusaha menaikkan upah pekerja sekitar 8,71 persen sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Apindo Kabupaten Bogor Alexander Frans.

Menurutnya, kenaikan sebesar itu sudah cukup mempengaruhi beban pengeluaran dari para pengusaha yang mempekerjakan buruh. 

“Ini semua kan perlu ada pemikiran, perlu ada kesadaran dan juga dukungan bersama,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Kamis (9/11).

Dia mengungkapkan, seluruh pihak juga perlu menyamakan pemahaman tentang Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 yang mengatur ketenagakerjaan di Indonesia.

Selain itu, juga dia berpendapat bahwa tuntutan para buruh beberapa pekan lalu yang menginginkan Upah Padat Karya (UPK) dinilai memberatkan para pengusaha. 

“Padahal dalam PP tersebut tidak disebutkan seperti halnya dengan Undang-Undang Nomor 13/2003 yang membagi pengupahan menjadi UMK dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten. Jadi kami tetap mendukung PP 78 kecuali mau dirubah peraturannya,” tegasnya. 

Alex juga mengakui keberadaan dari Upah Padat Karya ini tentu semakin memberatkan pengusaha di kelompoknya. Dirinya juga menilai, jika hal tersebut terus dipaksakan, Alex khawatir, para pengusaha ini malah akan memindahkan investasinya ke luar Kabupaten Jawa Barat. 

“Takutnya nanti yang ada, para investor malah pergi dan buka investasi di luar Kabupaten ini,” pungkasnya.