Bogor > Laporan Utama

Ada Tim Pengawas Ojek Online di Bogor

Rabu, 12 April 2017 14:22 WIB
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Ilustrasi - Ojek Online
Ilustrasi - Ojek Online
Foto : istimewa

Share this








Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) akan membentuk Tim Pengawas Ojek Online

BOGOR - Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Kendaraan Roda Dua Menggunakan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi, telah secara resmi diterbitkan Kota Bogor.

Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) akan membentuk Tim Pengawas Ojek Online.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Endang Suherman mengatakan, saat ini konsep mengenai pembentukan tim gabungan yang nantinya akan melaksanakan pengawasan dan pengendalian ojek online itu tengah dimatangkan.

Rencananya, tim ini beranggotakan 12 orang dengan pimpinan muspida sebagai pengarahnya. Mereka adalah wali kota, kapolresta, dandim, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sebagai penanggung jawab.

"Sambil menunggu terbentuknya tim ini, kami (Dishub) sudah mulai berjalan. Selain melakukan pengawasan di lapangan, kami juga terus memantau dan melakukan inventarisasi titik-titik lokasi mana saja yang biasanya dijadikan sebagai tempat mangkal para ojek online," jelas Endang.

Pengawasan yang telah berjalan sejak Perwali diterbitkan akan terus dilakukan. Hal ini sekaligus untuk mengendalikan keberadaan ojek online di Kota Bogor. “Sehingga operasional mereka (ojek online) dapat lebih diatur dan dikendalikan,” tegasnya.

Baca Juga : Kantor Pengelola Pasar Senen Dilempari Pakaian Dalam

Diterbitkannya Perwali tersebut sebagai tindak lanjut Pemkot Bogor pasca terjadinya gejolak antara angkot dan ojek online beberapa waktu lalu. Gejolak ini berujung ada aksi mogok para pengemudi angkot.

Perwali itu juga bertujuan untuk memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Sosialisasi terkait perwali ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai leading sector kepada para perusahaan penyedia jasa layanan angkutan berbasis aplikasi, termasuk kepada para pengemudinya.