Bogor > Komunitas

Beginilah kalau Saudagar Nusantara ‘Kopdar’

Minggu, 29 Oktober 2017 19:47 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Nasarudin Albaany

Suasana Kopdar Saudagar Nusantara (KSN) 2017 di Bogor.
Suasana Kopdar Saudagar Nusantara (KSN) 2017 di Bogor.
Foto : Nasarudin Albaany

Share this








Guna memupuk semangat berwirausaha, ribuan pebisnis dari seluruh Indonesia hadiri Kopdar Saudagar Nusantara (KSN) 2017.

BOGOR-Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (28-29 Agustus) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor.

Founder KSN 2017, Rendy Saputra mengatakan, kegiatan ini digelar atas dasar gagasan dan ide untuk mengumpulkan para pebisnis baik pemula, menengah maupun besar, melalui kegiatan Kopdar yang kemudian dikembangkan menjadi semangat Saudagar Nusantara.

"Melalui kegiatan KSN 2017, kami ingin mengajak para pengusaha dan seluruh elemen untuk mengkampanyekan sekaligus mengimplementasikan konsep berdaya. Berdaya mulai dari alam rasa atau perasaan, sehingga nantinya bisa menjadi sikap optimis," ujarnya di SICC, Bogor.

Rendy menyebutkan, ada 3 hal mengenai konsep pesan berdaya yang akan disampaikan dalam kopdar ini. Yakni,berdaya melalui perasaan, pikiran dan ketiga tindakan. Menurutnya, hal itu penting mengingat saat ini ekonomi Indonesia seperti jalan ditempat, akibat belum berubahnya cara berpikir menjadi cara berpikir berdaya.

"Kenapa ekonomi kita begini-begini saja, seolah mengalami perlambatan. Ya, karena cara berpikir atau mindset masyarakat harusnya diubah dengan mindset berdaya," kata dia. 

Maka dari itu, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin para pengusaha yang hadir dapat membuktikan arti dari adanya tindakan berdaya demi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih, selama ini mereka hanya berkomunikasi melalui dunia maya, meskipun ada beberapa kali pertemuan kecil.

Pria yang menjabat sebagai Koordinator Nasional Serikat Saudagar Nusantara ini berharap, melalui kopdar ini pemerintah mau melihat dan memberikan dukungan semangat bagi para pelaku usaha asal Indonesia. Dukungan itu bisa berupa kemudahan perizinan dalam berwirausaha. 

"Kami juga berharap adanya pendanaan tepat sasaran, dan pemerintah bersedia memberikan kemudahan akses pasar, anggaran edukasi tepat guna. Intinya arah pemikiran kami untuk pemerintah sangat sederhana, yakni tolong buka komunikasi dengan pelaku UMKM seluas-luasnya," pungkasnya.