Bogor > Kecantikan

Hati-Hati Krim Merkuri Sebabkan Kanker Kulit

Jumat, 06 Oktober 2017 13:09 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Arimbi M

Ilustrasi Wajah Cantik (Ist)
Ilustrasi Wajah Cantik (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Dokter Kecantikan Natasha Skin Care, Puti mengatakan krim yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kanker kulit.

BOGOR - Beberapa wanita pasti menganggap cantik identik dengan kulit yang putih. Sehingga, banyak wanita rela menghabiskan uang demi mendapatkan kulit putih. Salah satu perawatan yang paling banyak digunakan yaitu penggunaan krim pemutih kulit dan wajah.

Namun, maraknya krim pemutih untuk wajah membuat kemanannya dipertanyakan. Dokter Kecantikan Natasha Skin Care, Puti mengatakan, memang banyak krim mercuri yang sudah dijual bebas. Harga yang murah serta hasil yang cepat membuat orang tertarik membelinya. Padahal produk yang dapat memutihkan kulit secara instan itu wajib untuk diwaspadai.

"Kandungan yang dicampuran itu biasanya merkuri, terutama krim malam untuk wajah, sangat banyak ditemukan. Karena fungsi merkuri paling utama dalam produk kecantikan adalah menghilangkan noda hitam serta mencerahkan kulit wajah. Memang sulit mengetahui merkuri jika dilihat dengan mata. Namun, warna dan wangi dari krim bisa menjadi acuan,"jelasnya.

Pada dasarnya merkuri yang terkandung di dalam krim pemutih memiliki sifat karsinogenik. "Dunia medis sendiri tidak mengenal istilah krim pemutih kulit. Adanya krim untuk sekadar mencerahkan bagian kulit yang dirawat saja," kata Puti. 

Lanjut Puti, biasanya krim yang mencurigakan itu memiliki warna yang mencolok, teksturnya juga lengket dan memiliki bau yang wangi karena menutupi bau dari bahan kimia yang dicampurkan. Hasil terlihat dari satu minggu pemakaian, warna kulit juga tampak putih tidak alami dan pucat. Kalau krim yang aman hasilnya akan lebih lama karena menggunakan bahan-bahan yang aman,"jelasnya.

Jika pemakaian jangka panjang mengakibatkan gejala peripheral neuropathy atau rasa gatal, terbakar dan sakit di permukaan kulit. Lebih lanjut apabila paparan dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan tekanan iritasi kulit parah nya bisa menjadi kanker kulit.