Galeri

Rekonstruksi "Gladiator" Taman Palupuh

Kamis, 28 September 2017 11:08:11

  • Rekonstruksi "Gladiator" Taman Palupuh

  • Reka Adegan Pertarungan Gladiator

  • Saksi Yang Membawa Korban Saat Tak Sadarkan Diri

  • Kompol Ahmad Choerudin Memberikan Pernyataan Rekonstruksi

  • Tersangka MS Yang Diketahui Sebagai Wasit Dalam Pertarungan

  • Taman Palupuh TKP Arena Gladiator



Share this





Polisi melakukan giat rekonstruksi kematian Hilarius Cristian Evant Raharjo (15) korban tawuran ala gladiatordi Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sebanyak 14 adegan dimulai dari janjian untuk bertarung hingga Hilarius terkapar direka ulang oleh aparat Kepolsian bersama para saksi dan empat tersangka yang telah diringkus, Senin (25/09/2017). Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan, kegiatan rekonstruksi ini untuk memastikan bahwa kejadian tawuran ala gladiator itu ada. Ternyata kejadian itu benar adanya. "Untuk itu kami buat item per itemnya. Bisa dilihat saat rekonstruksi ini," ujarnya. Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Ahmad Chaerudin mengatakan, untuk perkembangan kasus gladiator, pihaknya sudah melakukan rekonstruksi dengan 14 adegan. "Tahapan-tahapan sudah dilakukan terkait saksi-saksi dengan perannya dan peran tersangka juga. Korban meninggalnya pada saat korban dipukul dibagikan perutnya," ungkap Chaerudin melanjutkan, korban saat dibawa dimotor sudah dalam keadaan meninggal dunia, jadi untuk BAP asa sampai rekonstruksi tidak ada perbedaan. Para tersangka dengan saksi-saksi menjelaskan secara jelas dan apa adanya. "Untuk saksi dilibatkan 14 saksi dengan empat tersangka. Alhamdulillah untuk mengingat lagi, mereka masih ingat. Untuk adegan sudah dilakukan satu adegan ada yang poin A, B ataupun C. Adegan No 12 yang menyebabkan korban meninggal, dipukul di bagian pipi dan perut," tambahnya. Korban saat di lapangan dan digotong oleh temannya masih bernafas, saat dibawa ke rumah sakit sudah meninggal sesuai keterangan saksi. Jadi lukanya ditendang dibagikan perut. "Kami masih memburu satu orang tersangka lagi, tahapan selanjutnya diperoses sesuai hukum yang berlaku.(Deni Januardi).