Bekasi > Usaha

Eksistensi ‘Bisnis’ Budaya Sanggar Tari Natya Dance Community

Rabu, 12 September 2018 17:08 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati

Natya Dance Community
Peserta didik di Natya Dance Community.
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Sanggar tari Natya Dance Community berupaya menjadi wadah pengenalan dan pelestarian budaya Nusantara, khususnya seni tari.

BEKASI – Berbisnis sekaligus melestarikan dan mengembangkan seni tari. Mungkin ini kalimat yang tepat untuk menggambarkan sanggar tari Natya Dance Community. Didirikan pada tahun 2011 lalu,  sanggar tari modifikasi klasik ini fokus pada beragam tari kreasi Nusantara. Mulai dari tarian khas Bali, Padang, Jawa dan Sunda.

Sang pemilik Nina Ldya mengatakan, pihaknya mendirikan sanggar tari ini bukan semata untuk usaha. Melainkan upaya untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan ragam budaya tari Nusantara, khususnya untuk anak-anak.

“Sanggar kami lebih ke detai gerak. Kategori usia yang mengikuti kelas tari di sanggar kami mulai dari usia 3 tahun hingga yang duduk di SMP. Indikator kami tari dasar, setelah menguasai tarian dasar, pasti bisa mengikuti selanjutnya,” jelas Nina.

Ditanya mengenai alasannya membuka sanggar tari ini, Nina mengatakan semua bermula dari hobi sekaligus profesi sebagai penari yang ia jalani. Menurutnya, dengan membuka sanggar tari ini, ia mampu mencetak bibit-bibit penari baru, sekaligus melestarikan seni tari Nusantara.

“Kami juga memiliki cabang di Bandung yang didirikan dua tahun lalu. Namun, yang di sana (Bandung) untuk kategori SMA hingga dewasa. Saat ini kami memiliki 25 murid dengan frekuensi latihan seminggu dua kali. Biaya yang dikenakan, mulai dari Rp 150 ribu hingga R 200 ribu,” paparnya.

Ditambahkan olehnya, selain tarian Nusantara dan modifikasi, sanggar tari Natya Dance Community juga membuka kelas koreografi, dancer, hingga modeling. “Kami ingin dari tempat ini virus budaya ditularkan ke generasi muda, melalui olah tubuh, pikir dan rasa. Tempat ini menjadi wadah kreasi generasi muda, khususnya di bidang tari. Apalagi ditengah gempuran budaya asing, masuk ke Indonesia tanpa filter. Fungsi dari seni tari adalah pendidikan karakter dengan basic kesenian," pungkasnya. 

 

Berita Terkait