Bekasi > Properti

Bekasi Jadi Area Favorit Memburu Properti Tahun Ini

Kamis, 01 Februari 2018 14:42 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

properti bekasi
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Bekasi menjadi area favorit memburu properti tahun ini dibandingkan kota-kota penyangga Ibu Kota lainnya.

BEKASI - Sempat menjadi bahan kelakar netizen di media sosial, Bekasi kini menjelma menjadi kota yang menjanjikan untuk mengembangkan bisnis properti, letaknya yang berdekatan dengan ibu kota Jakarta ditambah dengan masifnya pembangunan infrastruktur, membuat Bekasi kini menjadi incaran para investor properti ataupun pencari properti.

Menurut Ali Tranghanda, pengamat properti dari Indonesia Properti Watch (IPW) kawasan Timur Jakarta termasuk Bekasi tahun 2018 nanti diperkirakan akan menjadi kawasan yang paling banyak diburu oleh pencari properti, karena memang area ini sekarang banyak dibangun sarana transportasi dan infrastruktur seperti LRT dan Tol Becakayu.

Tidak hanya itu, salah satu hal yang membuat kota ini nantinya banyak dicari pembeli properti karena harga jual rumah di sana relatif lebih bersahabat jika dibandingkan dengan dengan daerah penyangga lainnya. Untuk sekedar catatan rata-rata harga rumah di Bekasi adalah Rp 500 juta hingga Rp 816 juta  

“Dibandingkan dengan harga tanah di daerah penyangga lainnya seperti Serpong, BSD atau pun Depok, harga tanah di Bekasi masih murah, jadi hal ini menjadi salah satu pemicu mengapa Bekasi banyak dipilih pencari rumah,” kata Ali.

Selain harga, lonjakan kenaikan jumlah penduduk di kota Bekasi pun bisa dijadikan salah satu faktor semakin seksinya pasar properti di Bekasi. Berdasarkan catatan Bada Pusat Statistik Kota Bekasi jumlah penduduk di Bekasi terus meningkat setiap tahunnya, untuk tahun 2017 saja jumlah penduduk di Bekasi mencapai 2.873.484 jiwa. 

Sementara, menurut Eddy Ganefo Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) memprediksikan tahun 2018 mendatang segmentasi untuk di kelas menegah masih cukup menggiurkan, ia menilai tahun 2018 mendatang akan banyak pengembang yang mengicar kelas ini untuk pembangunan proyek properti.

Segmen kelas menengah yang ia maksud adalah mereka dengan kemampuan daya beli rumah seharga di bawah Rp 500 juta, menurutnya ceruk pasar untuk di segmen tersebut sangat besar, hal ini akan berbeda untuk produk-produk di kelas atas, yang dinilai akan menurun karena tergerus kondisi perekomian yang belum stabil.     

“Apa lagi untuk rumah-rumah subsidi untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, saya memprediksikan, rumah untuk di segmen tersebut nantinya akan sangat banyak di cari,” kata Eddy.