Bekasi > Profil

Wanita Ideal Bagi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi

Sabtu, 24 Maret 2018 11:40 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Leny Kurniawati

Daddy Kusradi
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daddy Kusradi
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Wanita ideal bagi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi harus mandiri dan tidak melupakan kodratnya.

BEKASI - Seiring berkembangnya zaman, wanita tidak lagi hanya kenal dengan istilah sumur, dapur dan kasur saja. Emansipasi lantas mendorong para wanitaagar mendapat hak dan kesempatan yang sama layaknya laki-laki. Hanya saja, terkadang masih banyak yang memaknai emansipasi dengan salah.

Bagi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusradi, figur wanitamodern atau dikenal dengan wanita zaman now adalah wanita mandiri yang tidak lupa terhadap kodratnya.

Mandiri dalam arti seorang wanita harus memiliki kemampuan, life skill agar tidak selalu menggantungkan hidup kepada laki-laki dan memiliki ketahanan pribadi.

Sedangkan yang dimaksud tidak lupa kodrat, wanita harus tetap mau menikah, melahirkan, menyusi, merawat, mendidik anak, dan berbakti kepada suami, keluarga, serta lingkungannya.

"Harus mandiri dan tidak tergantung kepada lawan jenis makanya wanita harus punya life skill. Tapi juga tidak ingkar terhadap kodrat. Ia juga harus punya ketahanan pribadi dan bisa mengikuti perkembangan zaman apalagi di tengah perkembangan teknologi digital," ujar Dady Kusradi, Jumat (23/3/2018) di kantornya.

Dengan life skill wanita bisa memenuhi kebutuhan dirinya, mereka bisa tetap mengaktualisasi dirinya. Meskipun sudah berumah tangga, menjadi istri dan ibu.

Dady juga mengomentari maraknya prilaku kekerasan terhadap wanita. Menurut dia, ini adalah salah satu dampak dari pemahaman kodrat yang salah.

Misal, menganggap bahwa wanita mahluk yang lemah dan harus senantiasa dilindungi. Berpikir harus taat sepenuhnya kepada suami dan keluarga meski suami salah.

"Menganggap dirinya lemah dan harus dilindungi itu pemahaman akan kodrat yang salah. Ini yang mengakibatkan perempuan sering jadi korban. Perempuan sebagai istri tidak boleh diam saja ketika suami mengajak ke hal-hal tidak baik apalagi berlaku kasar. Harus bisa menolak atau menghindarinya," kata dia.

Dia berpesan, agar bisa memiliki pondasi yang kuat sehingga tidak menjadi korban kekerasan lawan jenis.

Wanita yang secara kodrat memang menarik bagi laki-laki. Itu sebabnya, wanita harus bisa membawa diri dengan baik sehingga tidak memancing perilaku kekerasan.

"Ada pelaku ada korban. Semua timbul karena ada peluang dan kesempatan. Jadi, sebisa mungkin para wanita harus menjaga agar tidak memancing lawan jenis. Intinya yang perlu perempuan kejar itu inner beauty bukan fisik," tandasnya.

Bagi dia, wanita ideal adalah perempuan yang taat kepada suami, melahirkan, menyusui, menjaga dan merawat anak-anaknya serta memiliki peran di dalam rumah maupun di masyarakat. "Karena cantik itu relatif," pungkasnya.