Bekasi > Profil

Mega Yanti, Showroom Supervisor Cellini Summarecon Mal Bekasi

Rabu, 21 Desember 2016 15:16 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Mega Yanti
Mega Yanti

Share this





Karir - Dunia marketing sudah tak asing bagi Mega Yanti. Kelahiran Jakarta, 27 April 1992 ini mengawali karier sebagai Telemarketing di salah satu perusahaan swasta. Selang enam bulan, ia mencoba peruntungannya di Celini sebagai Marketing Executive. Perjalanan kariernya kian menanjak sejak ia dipercaya menjabat Supervisor Showroom di Cellini Summarecon Mal Bekasi pada awal 2016. 

Bagi Ega, sapaan akrab Mega Yanti, kesuksesan dapat diraih dengan belajar dan bersyukur. “Kuncinya, jangan pernah puas dengan apa yang kita dapat. Terus belajar. Belajar tidak hanya di bangku sekolah saja. Bertemu banyak orang yang berbeda karakter itu juga belajar, karena kita dapat mengambil pengalaman hidup mereka,” tutur perempuan yang gemar travelling ini.

Sebagai seorang Supervisor bukanlah perkara mudah. Ega dituntut untuk meningkatkan jumlah pengunjung di showroom Cellini. “Bisnis ini bergerak dibidang jasa, kepercayaan konsumen adalah segalanya. Kami berusaha memberikan yang terbaik, baik dari segi pelayanan maupun kualitas barang. Komplain pasti ada. Di sinilah tantangannya, bagaimana kami memberikan solusi tepat untuk pelanggan,” pungkasnya.

Bekasi > Profil

Sambut HUT Bekasi, Wawali Ahmad Syaikhu Rilis Buku

Rabu, 08 Februari 2017 19:42 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Yusuf Bachtiar

Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu
Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu

Share this





Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu, mengeluarkan buku yang merupakan kumpulan tulisannya di blog.

BEKASI - Jelang hari jadi Kota Bekasi yang ke- 20, Wakil Walikota (Wawali) Bekasi,  Ahmad Syaikhu merilis buku. Buku ini sebagai kado perayaan hari jadi Kota Bekasi. Pria kelahiran Cirebon itu mengeluarkan buku yang merupakan kumpulan tulisan dari blog pribadinya di salah satu situs media.

Sejak 2013, Ahmad Syaikhu yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu Mengaku, rutin membagikan tulisan di blog kompasiana.com. Dia mengatakan tulisannya merupakan pemaknaan terhadap perkembangn dan dinamika di Kota Bekasi.

“Ternyata sudah banyak artikelnya, untuk terdokumentasi dengan baik maka saya buku kan saja. Masyarakat Kota Bekasi juga bisa membacanya lengkap dalam satu buku,” Ucapnya saat ditemui Infonitas.com, Rabu (8/2/2017), di Kantor Pemerintah kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Selain itu, Pria lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi itu berharap buku ini bisa menjadi stimulus dalam membudayakan dan mempelopori budaya literasi di Kota Bekasi.

“Kota yang maju, kota yang memiliki tradisi kuat dalam literasi. Dalam banyak kesempatan saya selalu mendorong warga Kota Bekasi untuk menjadikan literasi sebagai gaya hidup,” katanya.

Perkembangan teknologi informasi, kata Ahmad, telah menyingkirkan tradisi literasi di tengah masyarakat. Ia beranggapan hal tersebut sebagai masalah yang serius terutama urusan melek media.

Terakhir, Ia berharap dengan merilis buku ini di usia Kota Bekasi yang ke 20 menjadi pemicu tumbuhnya budaya literasi. Usia ke 20 tahun Kota Bekasi harus menjadi titik awal bagi kita untuk menumbuhkan tradisi literasi.

Acara launching buku sendiri akan dilakukan pada Kamis (9/2) di Hotel Santika Kota Bekasi. Menurut rencana Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan isteri Netty Heryawan akan menghadiri acara launching Buku Bekasi Rumah Kita tersebut.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga sudah menyatakan kehadirannya di acara tersebut. Sejumlah pejabat dan tokoh politik akan hadiri launching buku karya Ahmad Syaikhu tersebut.

 

Bekasi > Profil

Sosok Tony Stark dari Bekasi

Senin, 06 Februari 2017 13:41 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yusuf Bachtiar

Endy Yusuf sedang memetintahkan mesin motornya menyalah hanya dengan suara.
Endy Yusuf sedang memetintahkan mesin motornya menyalah hanya dengan suara.

Share this





Endy Yusup menemukan teknologi sistem robotik yang memerintahkan peralatan kerja dengan suara, seperti Jarvis buatan Toni Stark dalam film Iron Man.

BEKASI - Bagi pecinta film mungkin tidak asing lagi dengan Tokoh Tony Stark sang super hero Iron Man. Dalam film karangan Marvels Studio itu dikisahkan Tony Stark adalah seorang ilmuwan handal yang telah menciptakan berbagai macam teknologi canggih, salah satunya adalah Jarvis, teknologi yang memungkinkan Tony Stark dapat memerintahkan peralatan kerjanya hanya dengan perintah suara.

Namun kecanggihan Jarvis ternyata tidak hanya dapat disaksikan di Film saja, di Bekasi Jawa Barat, ada sosok serupa Tony Stark yang telah menciptakan Jarvis. Endy Yusup pria yang kesehariannya bekerja sebagai Buruh di perusahaan otomotif itu berhasil mengadopsi teknologi serupa Jarvis ke dalam sepeda motornya, alhasil hanya dengan perintah suara dia dapat menghidupkan atau mematikan motornya.

Berawal dari ketertarikannya dengan sistem robotik, pria kelahiran Tasikmalaya itu mencoba mengotak-atik dan belajar melalui artikel di internet. Berkat ketertarikannyan itu dia mencoba untuk menanamkan sistem robotik di kendaraan pribadinya.

"Awalnya saya cuma tertarik aja sama sistem robotik, belajar otodidak aja cari-cari di intenet ternyata banyak, akhirnya saya terapin ke Motor," ucapnya saat dijumpai Infonitas.com, Senin (6/2/2017).

Berbasis Bluetooth

Jarvis ciptaan Endy merupakan sistem robotik berbasis bluetooth, dengan menanamkan perangkat bluetooth ke dalam motor dan memodifikasi sistem kelistrikan starter motor yang kemudian terkoneksi dengan perangkat Smartphone.

"Untuk perangkat lunaknya sendiri sebenernya sudah banyak perangkat lunak robotik tinggal kita modifikasi aja programnya, sesuaikan dengan perintah suara dan perangkat google talk di Smartphone," terang Endy

Lebih lanjut Endy menambahkan, sejauh ini penemuannya tersebut sudah diterapkan ke 10 unit motor. Namun, karya Edy ini belum dihakpatenkan. Dia berencana ingin membuat tim untuk memasarkan produk temuannya itu.

"Saya jujur gak begitu paham prosedur bikin hak paten, tapi pasti ada arah ke sana buat bikin hak paten, untuk pemasaran dan pengembangan baru bikin tim kecil-kecilan sejauh ini 10 unit yang sudah terpasang baru ke teman-teman dan orang dekat aja," tuturnya

Penemuan yang sudah dikembangkan selama enam bulan terakhir itu kata Endy tidak hanya dapat diterapkan ke sepeda motor, kendaraan roda empat pun bisa dipasangkan teknologi Jarvis ciptaan Endy.

"Untuk Mobil baru bisa menghidupkan dan menyalakan, saya mau kembangi ke sistem sentra lock juga biar gak hanya bisa hidupkan atau matikan mesin tapi bisa membuka dan mengunci mobik hanya dengan perintah suara," tandasnya

Bekasi > Profil

Indra Charismiadji, Perkenalkan Sistem Pendidikan STEM

Selasa, 20 Desember 2016 13:50 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Indra Charismiadji
Indra Charismiadji

Share this





“STEM, model pembelajaran terpopuler di dunia dan efektif meningkatkan keterampilan anak.”

Eksekutif - Sebagai wujud tanggung jawab terhadap dunia pendidikan, Indra Charismiadji rela meninggalkan aktivitasnya di Amerika dan memutuskan kembali ke Indonesia. “Saya melihat pemberitaan bahwa pendidikan di Indonesia banyak masalah. Kalau bukan orang Indonesia sendiri yang memperbaiki, lalu siapa?,” katanya.

Indra mengatakan pendidikan di Indonesia saat ini hanya dinilai dari angka. Bukan mengedepankan kualitas dan kemampuan anak. Hal ini yang membawa Indonesia berada di peringkat 64 dari 65 negara yang masuk dalam survey yang dilakukan Program For International Student Assessment (PISA) tentang pendidikan dan kemampuan siswa sekolah.

Ironis memang. Hal ini yang membuat Indra mendirikan Eduspec Indonesia. Kelahiran 9 Maret 1976 ini berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapakan Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) atau Integrated Thematic Instruction (ITI). “Pembelajaran ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran. Secara ilmiah, pembelajaran tematik telah menunjukkan keberhasilan dalam memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik,” jelasnya.

Untuk memacu prestasi pendidikan, lanjut Indra, melalui lembaga pendidikannya tersebut Indra memperkenalkan sistem pendidikan berbasis science, technology, engineering dan mathematics (STEM). Proses pembelajaran ini melibatkan beberapa keahlian utama pada siswa, yakni kolaborasi, kreatif, berpikir kritis, komputerisasi, pemahaman budaya, dan mandiri dalam belajar dan berkarier. “STEM, model pembelajaran terpopuler di dunia dan efektif meningkatkan keterampilan anak,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

Rio Samantha, Operational Manager Nusantara Mitsubishi Motors

Selasa, 20 Desember 2016 13:36 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Rio Samantha
Rio Samantha

Share this





Karier - Rio Samantha mengawali kariernya sebagai salesman di Mercedes Benz pada 1998. Kariernya terus menanjak. Ia dipercaya menjabat sebagai sales manager diperusahaan yang sama. Sembilan kemudian, ia mencoba peruntungannya di Astrido Daihatsu. Kini, Rio melabuhkan kariernya di Nusantara Mitsubishi sebagai operational manager. 

Kelahiran Bagansiapiapi, 11 Agustus 1977 ini mengatakan dunia marketing menjadi passion dalam perjalanan kariernya. “Hobi di dunia otomotif membantu saya saat menawarkan produk ke konsumen. Kami bisa berdiskusi mengenai otomotif yang sedang tren,” kata lulusan manajemen Universitas Tarumanegara.

Untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal, bapak dua anak ini selalu mencurahkan semua kemampuannya. “Semoga pelayanan yang kami lakukan diterima masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Sukses buat kita semua,” tutupnya.

Bekasi > Profil

Erick Rinaldo, Head Marketing Tamansari Urbano

Selasa, 22 November 2016 14:02 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Handrian

Erick Rinaldo
Erick Rinaldo

Share this





Karir - Pasca lulus dari Arsitektur Universitas Indonesia pada 2011, Erick Rinaldo mengawali kariernya sebagai konsultan arsitek. Selang satu tahun, ia mencoba peruntungannya di salah satu developer swasta. Pada 2013, kelahiran 15 November 1989 ini bergabung pada PT Wijaya Karya Gedung (WIKA Gedung) dan ia dipercaya mengemban tugas sebagai Head Marketing Tamansari Urbano.

Pria yang gemar travelling ini tidak merasa kesulitan ketika terjun ke dunia marketing. Baginya, seorang arsitek juga memiliki jiwa seorang marketing. Erick mengatakan kunci menjadi seorang marketing adalah suka ‘ngobrol’ dengan banyak orang, mampu mempresentasikan produk yang dijual dan menyakinkan konsumen agar tertarik dengan produk tersebut. “Di arsitek pun saya belajar seperti marketing. Selain membuat desain, saya harus mempresentasikan dan menyakinkan klien agar tertarik dengan desain saya. Sehingga, tidak merasa kesulitan,” katanya.

Bagi Erick, “Dunia marketing itu fleksibel. Tidak akan bosen bekerja sebagai marketing, karena banyak kejutan setiap kita melakukan sesuatu. Inilah dinamikanya. Banyak bertemu orang, banyak ilmu.”

Bekasi > Profil

Mochamad Iftikar Maoreza, Bisnis, Wujud Impian dan Kemandirian

Kamis, 17 November 2016 11:25 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Akb

Mochamad Iftikar Maoreza
Mochamad Iftikar Maoreza

Share this





“Dengan menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas, market akan terbentuk dengan sendirinya.”

Eksekutif - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kiranya, majas ini sangat tepat menggambarkan Mochamad Iftikar Maoreza. Kegigihannya dalam membangun bisnis merupakan karakter yang diwariskan oleh sang ayah. Berkat kegigihannya pula dia dapat meraih kesuksesan saat ini.

“Saya tidak ingin seumur hidup bekerja dengan orang lain. Bekerja di tempat lain itu hanya sekadar mencari ilmu dan pengalaman. Saya pun tidak ingin bergabung dengan bisnis travel yang dibangun orang tua. Inilah alasan saya membangun MRZ Coffee. Bisnis ini wujud impian dan kemandirian saya,” katanya. Binis yang dirintisnya terbilang bukan bisnis yang bermodalkan kecil.

Kelahiran 30 Juni 1990 ini tak pernah membayangkan akan membangun bisnis coffee shop. Pasalnya, sebelum dirinya bekerja paruh waktu di coffee shop dibilangan Jakarta pada 2010, Reza bukanlah penggila kopi. “Rasa suka terhadap kopi mulai muncul saat kerja part time di coffee shop. Awalnya saya hanya tahu, kopi itu pahit. Ternyata banyak sensasi dan rasa yang muncul dari secangkir kopi. Saya mulai belajar, bagaimana membuat kopi enak. Setelah punya ilmu dan pengalaman, kenapa tidak buat usaha sendiri,” tuturnya. Pada 2015, Reza memutuskan membangun MRZ Coffee.

Bagi Reza, bisnis merupakan hobi. Itu sebabnya, kepuasan yang dicari tak hanya sekadar bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Lebih dari itu, ia ingin bisnis yang dijalankannya bisa bermanfaat bagi orang lain. “Selagi kita mampu melakukan yang terbaik, maka lakukanlah. Namun, ingat, kita harus yakin. Kerja keraslah dan iringi dengan doa. Tanpa doa, semua yang dilakukan hasilnya akan nihil,” katanya.

Reza mengakui bisnis coffee shop kian menjamur di kota-kota besar, tak terkecuali di Kota Bekasi. Untuk menjawab tantangan pasar dan menjaga eksistensi bisnisnya tersebut, ia menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas. “Dengan menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas, market akan terbentuk dengan sendirinya,” tutupnya.

Bekasi > Profil

Andreas Irwan Herwanto, General Manager Sales & Marketing PT Langgeng Land

Kamis, 17 November 2016 11:05 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Andreas Irwan Herwanto
Andreas Irwan Herwanto

Share this





Karir - Andreas Irwan Herwanto mengawali kariernya saat masih duduk dibangku kuliah semester IV. Ia bekerja sebagai agen properti, multi level marketing hingga agen asuransi. Pasca lulus dari Manajemen Universitas Bina Nusantara Jakarta, kelahiran Jakarta, 26 Februari 1984 ini kembali melanjutkan kariernya di ERA Commerce pada 2003. Selang enam tahun, ia mencoba peruntungannya di McDonald Indonesia. Ia bertanggung jawab pada kegiatan ekspansi toko dan pengembangan bisnis perusahaan se-Indonesia. Namun, sejak Juni 2016 hingga saat ini ia melabuhkan kariernya di PT Langgeng Land sebagai General Manager Sales & Marketing.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini, mengatakan kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras dan persiapan yang baik. Inilah yang membawa pria yang gemar menonton film ini berada diposisinya saat ini. “Sebelum melakukan sesuatu perlu ada persiapan yang detail. Saya memiliki checklist, apa saja yang harus dilakukan, mana yang sudah dan belum. Semua tersistem dan terkontrol. Selain itu, dukungan keluarga, khususnya istri menjadi motivasi dalam hidup saya untuk memberikan sesuatu yang terbaik. Semoga Langgeng Land bisa menjadi 10 developer terbesar di Indonesia, sehingga bisa maju bersama, baik itu perusahaan maupun perjalanan karier saya,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

Anastasya Wahyuni, Public Relation and Digital Content Metropolitan Mal

Kamis, 20 Oktober 2016 13:38 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter :

Anastasya Wahyuni
Anastasya Wahyuni

Share this





Karir - Anastasya Wahyuni mengawali kariernya sebagai Public Relation and Digital Content Metropolitan Mal sejak tahun 2014. Dunia public relation (PR) telah menjadi passion dalam perjalanan karier lulusan STIKOM The London School of Public Relations Jakarta. “Dari kecil saya suka ngomong dan PR sepertinya cocok. Menjadi PR kita juga dapat memberikan informasi dan mengedukasi seseorang,” tuturnya.

Menurut kelahiran 8 Juni 1992, dalam bekerja ia selalu berusaha menggunakan hati agar mendapatkan hasil yang maksimal. “Saya diajari, ketika bekerja anggaplah seperti bekerja untuk Tuhan. Bukan bekerja untuk sesama. Apappun yang saya kerjakan dan lakukan, kerjakan sebisa mungkin agar hasilnya pun maksimal,” jelasnya. 

Bekasi > Profil

Neng Euis, Dari Hobi Hingga Bisnis

Rabu, 19 Oktober 2016 14:28 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Neng Euis
Neng Euis

Share this





“Pelayanan terbaik, mengutamakan citarasa, dan terus berinovasi menjadi langkah menjaga loyalitas konsumen.”

Eksekutif - Berawal dari kegemarannya berwisata kuliner, yang kemudian dia tuangkan dalam sebuah masakan melatarbelakangi Neng Euis mencoba peruntungannya di bisnis kuliner. Kelahiran 15 Agustus 1981 ini mengakui untuk membangun usaha, dirinya harus menguasai bidang tersebut. Untuk itu, sebelum membangun bisnis kuliner tersebut ia mengembangkan kemampuannya dalam mengolah makanan Indonesia.

Lulusan Diploma 3 di Akademi Perhotelan ini mengatakan kegemaran memasak berawal dari kegelisahan dan kepeduliannya terhadap kesehatan keluarga yang ia cintai. “Keluarga saya senang sekali pelesiran mencoba beragam makanan, namun kadang terlintas apakah yang kami makan itu higienis atau tidak. Dari situ saya mulai belajar masak,” tutur ibu dua anak ini.

 Istri dari Nuryadi Darmawan, Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi ini mengatakan masakan khas Betawi dipilihnya karena saat ini perlahan namun pasti, masakahan tersebut sudah mulai ditinggalkan masyarakat. “Masakan Betawi seperti jarang disentuh pebisnis, peluang bisnis terbuka lebar. Ini alasan saya membuka usaha ini. Selain itu, masakan ini sudah mulai dilupakan masyarakat Bekasi dan sekitarnya,” katanya , makanya saya memilih

Untuk menjaga eksistensi bisnis yang baru berjalan enam bulan ini, Euis berusaha untuk terus berinovasi menciptakan menu-menu baru. “Pelayanan terbaik, mengutamakan citarasa, dan terus berinovasi menjadi langkah menjaga loyalitas konsumen,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

M Iqbal Putra Anggada, Manager Drum Eatdustry

Rabu, 19 Oktober 2016 14:10 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Farid Hidayat

M Iqbal Putra Anggada
M Iqbal Putra Anggada

Share this





Karir - Makanan dan seni itu menyatu. Hal ini yang dirasakan M Iqbal Putra Anggada. Kelahiran 3 Mei 1987 ini mencoba mengaplikasikan hobinya di bidang seni ke dalam masakannya. “Masakan Indonesia berbeda dengan masakan Eropa yang tidak terlalu pedas dan bumbu tidak tajam. Masakan kita itu unik, banyak variannya, berani bumbu, pedas. Di sinilah seni dan tantangannya,” tuturnya.

Inilah yang membawa lulusan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini kembali ke Indonesia setelah berkelana di Eropa selama enam tahun di kapal pesiar Konkordia. “Masakan Indonesia masih banyak yang bisa dieksplor. Dalam menjalankan karier, saya percaya dengan kerja keras dan berdoa semua akan berjalan dengan baik, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” katanya.

Iqbal mengawali kariernya pada 2005 di Hotel Atlet Century Senayan sebagai koki. Pria yang gemar bermain musik ini juga pernah mencoba peruntungannya di Kapal Pesiar Konkordia sebagai koki. Saat ini ia melabuhkan kariernya di Drum Eatdustry sebagai manajer.