Mega Yanti, Showroom Supervisor Cellini Summarecon Mal Bekasi
Bekasi > Profil

Mega Yanti, Showroom Supervisor Cellini Summarecon Mal Bekasi

Rabu, 21 Desember 2016 15:16 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Mega Yanti
Mega Yanti

Share this





Karir - Dunia marketing sudah tak asing bagi Mega Yanti. Kelahiran Jakarta, 27 April 1992 ini mengawali karier sebagai Telemarketing di salah satu perusahaan swasta. Selang enam bulan, ia mencoba peruntungannya di Celini sebagai Marketing Executive. Perjalanan kariernya kian menanjak sejak ia dipercaya menjabat Supervisor Showroom di Cellini Summarecon Mal Bekasi pada awal 2016. 

Bagi Ega, sapaan akrab Mega Yanti, kesuksesan dapat diraih dengan belajar dan bersyukur. “Kuncinya, jangan pernah puas dengan apa yang kita dapat. Terus belajar. Belajar tidak hanya di bangku sekolah saja. Bertemu banyak orang yang berbeda karakter itu juga belajar, karena kita dapat mengambil pengalaman hidup mereka,” tutur perempuan yang gemar travelling ini.

Sebagai seorang Supervisor bukanlah perkara mudah. Ega dituntut untuk meningkatkan jumlah pengunjung di showroom Cellini. “Bisnis ini bergerak dibidang jasa, kepercayaan konsumen adalah segalanya. Kami berusaha memberikan yang terbaik, baik dari segi pelayanan maupun kualitas barang. Komplain pasti ada. Di sinilah tantangannya, bagaimana kami memberikan solusi tepat untuk pelanggan,” pungkasnya.

Bekasi > Profil

Indra Charismiadji, Perkenalkan Sistem Pendidikan STEM

Selasa, 20 Desember 2016 13:50 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Indra Charismiadji
Indra Charismiadji

Share this





“STEM, model pembelajaran terpopuler di dunia dan efektif meningkatkan keterampilan anak.”

Eksekutif - Sebagai wujud tanggung jawab terhadap dunia pendidikan, Indra Charismiadji rela meninggalkan aktivitasnya di Amerika dan memutuskan kembali ke Indonesia. “Saya melihat pemberitaan bahwa pendidikan di Indonesia banyak masalah. Kalau bukan orang Indonesia sendiri yang memperbaiki, lalu siapa?,” katanya.

Indra mengatakan pendidikan di Indonesia saat ini hanya dinilai dari angka. Bukan mengedepankan kualitas dan kemampuan anak. Hal ini yang membawa Indonesia berada di peringkat 64 dari 65 negara yang masuk dalam survey yang dilakukan Program For International Student Assessment (PISA) tentang pendidikan dan kemampuan siswa sekolah.

Ironis memang. Hal ini yang membuat Indra mendirikan Eduspec Indonesia. Kelahiran 9 Maret 1976 ini berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapakan Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) atau Integrated Thematic Instruction (ITI). “Pembelajaran ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran. Secara ilmiah, pembelajaran tematik telah menunjukkan keberhasilan dalam memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik,” jelasnya.

Untuk memacu prestasi pendidikan, lanjut Indra, melalui lembaga pendidikannya tersebut Indra memperkenalkan sistem pendidikan berbasis science, technology, engineering dan mathematics (STEM). Proses pembelajaran ini melibatkan beberapa keahlian utama pada siswa, yakni kolaborasi, kreatif, berpikir kritis, komputerisasi, pemahaman budaya, dan mandiri dalam belajar dan berkarier. “STEM, model pembelajaran terpopuler di dunia dan efektif meningkatkan keterampilan anak,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

Rio Samantha, Operational Manager Nusantara Mitsubishi Motors

Selasa, 20 Desember 2016 13:36 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Rio Samantha
Rio Samantha

Share this





Karier - Rio Samantha mengawali kariernya sebagai salesman di Mercedes Benz pada 1998. Kariernya terus menanjak. Ia dipercaya menjabat sebagai sales manager diperusahaan yang sama. Sembilan kemudian, ia mencoba peruntungannya di Astrido Daihatsu. Kini, Rio melabuhkan kariernya di Nusantara Mitsubishi sebagai operational manager. 

Kelahiran Bagansiapiapi, 11 Agustus 1977 ini mengatakan dunia marketing menjadi passion dalam perjalanan kariernya. “Hobi di dunia otomotif membantu saya saat menawarkan produk ke konsumen. Kami bisa berdiskusi mengenai otomotif yang sedang tren,” kata lulusan manajemen Universitas Tarumanegara.

Untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal, bapak dua anak ini selalu mencurahkan semua kemampuannya. “Semoga pelayanan yang kami lakukan diterima masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Sukses buat kita semua,” tutupnya.

Bekasi > Profil

Erick Rinaldo, Head Marketing Tamansari Urbano

Selasa, 22 November 2016 14:02 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Handrian

Erick Rinaldo
Erick Rinaldo

Share this





Karir - Pasca lulus dari Arsitektur Universitas Indonesia pada 2011, Erick Rinaldo mengawali kariernya sebagai konsultan arsitek. Selang satu tahun, ia mencoba peruntungannya di salah satu developer swasta. Pada 2013, kelahiran 15 November 1989 ini bergabung pada PT Wijaya Karya Gedung (WIKA Gedung) dan ia dipercaya mengemban tugas sebagai Head Marketing Tamansari Urbano.

Pria yang gemar travelling ini tidak merasa kesulitan ketika terjun ke dunia marketing. Baginya, seorang arsitek juga memiliki jiwa seorang marketing. Erick mengatakan kunci menjadi seorang marketing adalah suka ‘ngobrol’ dengan banyak orang, mampu mempresentasikan produk yang dijual dan menyakinkan konsumen agar tertarik dengan produk tersebut. “Di arsitek pun saya belajar seperti marketing. Selain membuat desain, saya harus mempresentasikan dan menyakinkan klien agar tertarik dengan desain saya. Sehingga, tidak merasa kesulitan,” katanya.

Bagi Erick, “Dunia marketing itu fleksibel. Tidak akan bosen bekerja sebagai marketing, karena banyak kejutan setiap kita melakukan sesuatu. Inilah dinamikanya. Banyak bertemu orang, banyak ilmu.”

Bekasi > Profil

Mochamad Iftikar Maoreza, Bisnis, Wujud Impian dan Kemandirian

Kamis, 17 November 2016 11:25 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Akb

Mochamad Iftikar Maoreza
Mochamad Iftikar Maoreza

Share this





“Dengan menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas, market akan terbentuk dengan sendirinya.”

Eksekutif - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kiranya, majas ini sangat tepat menggambarkan Mochamad Iftikar Maoreza. Kegigihannya dalam membangun bisnis merupakan karakter yang diwariskan oleh sang ayah. Berkat kegigihannya pula dia dapat meraih kesuksesan saat ini.

“Saya tidak ingin seumur hidup bekerja dengan orang lain. Bekerja di tempat lain itu hanya sekadar mencari ilmu dan pengalaman. Saya pun tidak ingin bergabung dengan bisnis travel yang dibangun orang tua. Inilah alasan saya membangun MRZ Coffee. Bisnis ini wujud impian dan kemandirian saya,” katanya. Binis yang dirintisnya terbilang bukan bisnis yang bermodalkan kecil.

Kelahiran 30 Juni 1990 ini tak pernah membayangkan akan membangun bisnis coffee shop. Pasalnya, sebelum dirinya bekerja paruh waktu di coffee shop dibilangan Jakarta pada 2010, Reza bukanlah penggila kopi. “Rasa suka terhadap kopi mulai muncul saat kerja part time di coffee shop. Awalnya saya hanya tahu, kopi itu pahit. Ternyata banyak sensasi dan rasa yang muncul dari secangkir kopi. Saya mulai belajar, bagaimana membuat kopi enak. Setelah punya ilmu dan pengalaman, kenapa tidak buat usaha sendiri,” tuturnya. Pada 2015, Reza memutuskan membangun MRZ Coffee.

Bagi Reza, bisnis merupakan hobi. Itu sebabnya, kepuasan yang dicari tak hanya sekadar bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Lebih dari itu, ia ingin bisnis yang dijalankannya bisa bermanfaat bagi orang lain. “Selagi kita mampu melakukan yang terbaik, maka lakukanlah. Namun, ingat, kita harus yakin. Kerja keraslah dan iringi dengan doa. Tanpa doa, semua yang dilakukan hasilnya akan nihil,” katanya.

Reza mengakui bisnis coffee shop kian menjamur di kota-kota besar, tak terkecuali di Kota Bekasi. Untuk menjawab tantangan pasar dan menjaga eksistensi bisnisnya tersebut, ia menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas. “Dengan menawarkan harga yang kompetitif dan mengutamakan kualitas, market akan terbentuk dengan sendirinya,” tutupnya.

Bekasi > Profil

Andreas Irwan Herwanto, General Manager Sales & Marketing PT Langgeng Land

Kamis, 17 November 2016 11:05 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Andreas Irwan Herwanto
Andreas Irwan Herwanto

Share this





Karir - Andreas Irwan Herwanto mengawali kariernya saat masih duduk dibangku kuliah semester IV. Ia bekerja sebagai agen properti, multi level marketing hingga agen asuransi. Pasca lulus dari Manajemen Universitas Bina Nusantara Jakarta, kelahiran Jakarta, 26 Februari 1984 ini kembali melanjutkan kariernya di ERA Commerce pada 2003. Selang enam tahun, ia mencoba peruntungannya di McDonald Indonesia. Ia bertanggung jawab pada kegiatan ekspansi toko dan pengembangan bisnis perusahaan se-Indonesia. Namun, sejak Juni 2016 hingga saat ini ia melabuhkan kariernya di PT Langgeng Land sebagai General Manager Sales & Marketing.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini, mengatakan kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras dan persiapan yang baik. Inilah yang membawa pria yang gemar menonton film ini berada diposisinya saat ini. “Sebelum melakukan sesuatu perlu ada persiapan yang detail. Saya memiliki checklist, apa saja yang harus dilakukan, mana yang sudah dan belum. Semua tersistem dan terkontrol. Selain itu, dukungan keluarga, khususnya istri menjadi motivasi dalam hidup saya untuk memberikan sesuatu yang terbaik. Semoga Langgeng Land bisa menjadi 10 developer terbesar di Indonesia, sehingga bisa maju bersama, baik itu perusahaan maupun perjalanan karier saya,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

Anastasya Wahyuni, Public Relation and Digital Content Metropolitan Mal

Kamis, 20 Oktober 2016 13:38 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter :

Anastasya Wahyuni
Anastasya Wahyuni

Share this





Karir - Anastasya Wahyuni mengawali kariernya sebagai Public Relation and Digital Content Metropolitan Mal sejak tahun 2014. Dunia public relation (PR) telah menjadi passion dalam perjalanan karier lulusan STIKOM The London School of Public Relations Jakarta. “Dari kecil saya suka ngomong dan PR sepertinya cocok. Menjadi PR kita juga dapat memberikan informasi dan mengedukasi seseorang,” tuturnya.

Menurut kelahiran 8 Juni 1992, dalam bekerja ia selalu berusaha menggunakan hati agar mendapatkan hasil yang maksimal. “Saya diajari, ketika bekerja anggaplah seperti bekerja untuk Tuhan. Bukan bekerja untuk sesama. Apappun yang saya kerjakan dan lakukan, kerjakan sebisa mungkin agar hasilnya pun maksimal,” jelasnya. 

Bekasi > Profil

Neng Euis, Dari Hobi Hingga Bisnis

Rabu, 19 Oktober 2016 14:28 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Neng Euis
Neng Euis

Share this





“Pelayanan terbaik, mengutamakan citarasa, dan terus berinovasi menjadi langkah menjaga loyalitas konsumen.”

Eksekutif - Berawal dari kegemarannya berwisata kuliner, yang kemudian dia tuangkan dalam sebuah masakan melatarbelakangi Neng Euis mencoba peruntungannya di bisnis kuliner. Kelahiran 15 Agustus 1981 ini mengakui untuk membangun usaha, dirinya harus menguasai bidang tersebut. Untuk itu, sebelum membangun bisnis kuliner tersebut ia mengembangkan kemampuannya dalam mengolah makanan Indonesia.

Lulusan Diploma 3 di Akademi Perhotelan ini mengatakan kegemaran memasak berawal dari kegelisahan dan kepeduliannya terhadap kesehatan keluarga yang ia cintai. “Keluarga saya senang sekali pelesiran mencoba beragam makanan, namun kadang terlintas apakah yang kami makan itu higienis atau tidak. Dari situ saya mulai belajar masak,” tutur ibu dua anak ini.

 Istri dari Nuryadi Darmawan, Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi ini mengatakan masakan khas Betawi dipilihnya karena saat ini perlahan namun pasti, masakahan tersebut sudah mulai ditinggalkan masyarakat. “Masakan Betawi seperti jarang disentuh pebisnis, peluang bisnis terbuka lebar. Ini alasan saya membuka usaha ini. Selain itu, masakan ini sudah mulai dilupakan masyarakat Bekasi dan sekitarnya,” katanya , makanya saya memilih

Untuk menjaga eksistensi bisnis yang baru berjalan enam bulan ini, Euis berusaha untuk terus berinovasi menciptakan menu-menu baru. “Pelayanan terbaik, mengutamakan citarasa, dan terus berinovasi menjadi langkah menjaga loyalitas konsumen,” tutupnya. 

Bekasi > Profil

M Iqbal Putra Anggada, Manager Drum Eatdustry

Rabu, 19 Oktober 2016 14:10 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Farid Hidayat

M Iqbal Putra Anggada
M Iqbal Putra Anggada

Share this





Karir - Makanan dan seni itu menyatu. Hal ini yang dirasakan M Iqbal Putra Anggada. Kelahiran 3 Mei 1987 ini mencoba mengaplikasikan hobinya di bidang seni ke dalam masakannya. “Masakan Indonesia berbeda dengan masakan Eropa yang tidak terlalu pedas dan bumbu tidak tajam. Masakan kita itu unik, banyak variannya, berani bumbu, pedas. Di sinilah seni dan tantangannya,” tuturnya.

Inilah yang membawa lulusan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini kembali ke Indonesia setelah berkelana di Eropa selama enam tahun di kapal pesiar Konkordia. “Masakan Indonesia masih banyak yang bisa dieksplor. Dalam menjalankan karier, saya percaya dengan kerja keras dan berdoa semua akan berjalan dengan baik, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” katanya.

Iqbal mengawali kariernya pada 2005 di Hotel Atlet Century Senayan sebagai koki. Pria yang gemar bermain musik ini juga pernah mencoba peruntungannya di Kapal Pesiar Konkordia sebagai koki. Saat ini ia melabuhkan kariernya di Drum Eatdustry sebagai manajer.

Bekasi > Profil

Dian Apriyanti Dewi, Public Relations Grand Metropolitan Mal

Senin, 19 September 2016 16:26 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Dian Apriyanti Dewi
Dian Apriyanti Dewi

Share this





Karir - Dian Apriyanti Dewi mengawali karirnya sebagai Account Executive di Prambos Radio tahun 2011. Kemudian, pada Agustus 2013 ia bergabung ke Grand Metropolitan Mal, Bekasi Selatan sebagai public relations (PR) hingga saat ini. Menurut lulusan Public Relations Universitas Interstudi Jakarta ini sebagai seorang PR ia berusaha menjembatani antara konsumen dan mal tempat dirinya bekerja. “Bagaimana menjalin hubungan kepada masyarakat dan media, serta membangun komunikasi dengan pemerintah setempat,” tuturnya.

Tak hanya itu, kelahiran 14 April 1988 ini dituntut untuk terus kreatif dan berinovasi guna mengembangkan Grand Metropolitan Mal. “Pekerjaan ini menuntut saya untuk menentukan strategi tepat untuk menarik pengunjung agar datang ke mal kami. Salah satunya dengan pengadakan even dan promosi,” tutup perempuan yang gemar travelling ini.

Bekasi > Profil

Beny Surya, Siap Kembangkan Bakat dan Kreativitas Pemuda Bekasi

Kamis, 15 September 2016 15:40 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Beny Surya
Beny Surya

Share this





Tokoh - Pada medio Mei, Musyawarah Kota KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Bekasi menetapkan Benny Surya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) KNPI Kota Bekasi periode 2016-2019. Kelahiran Jakarta, 22 Januari 1980 ini berhak mengemban tugas ini setelah mengungguli dua kandidat lainnya, Kurniawan Rachmatullah dan Surya Simatupang.

KNPI merupakan induk dari lebih kurang 150 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Sebagai Ketua DPK KNPI Kota Bekasi, ayah satu anak ini ingin mewujudkan KNPI Kota Bekasi yang berdaulat dan bermartabat untuk mempertahankan UUD 1945. “Saya ingin membangun pemuda ekonomi kreatif, pemuda sosial dan bertanggung jawab, pemuda sehat dan cerdas, pemuda nasionalis serta pemuda berkarakter Pancasila,” jelas Colle, sapaan akrab Benny Surya.

Selain itu, Colle berharap melalui wadah ini ia ingin pemuda-pemudi Bekasi memiliki daya saing dan siap berkompetisi di era globalisasi ini dengan meningkatkan kualitas intelektual, moralitas dan keterampilan.”KNPI harus menjadi wadah pemuda Bekasi untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Kami akan berikan pelatihan, seperti menyablon, membuat batik, memahat, bermusik ataupun mengembangkan budaya Bekasi. Bagi pemuda-pemudi yang ingin menjadi wirausaha, akan kami bantu. Untuk itu, semua pihak harus saling bersinergi membangun kepemudaan Kota Bekasi,” katanya.

Figur pria yang gemar bermain sepak bola dan musik ini sudah tak asing bagi kalangan pemuda Bekasi. Colle tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa STIE Mulya Pratama, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bekasi, Ketua I Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), PSSI. Saat ini ia aktif di KONI Kota Bekasi dan tercatat sebagai redaktur surat kabar lokal Bekasi.