Bekasi > Profil

Ina Marlina: Wanita Harus Mandiri

Jumat, 23 Maret 2018 14:56 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Indah Mulyanti

Ina Marlina
Ketua Umum DPP Asosiasi Muslimah Pengusaha Se-Indonesia (Alisa) ‘Khadijah’ ICMI, Ina Marlina
Foto : Indah Mulyanti

Share this








Ina Marlina mengatakan wanita harus mandiri dan tidak terlalu menggantungkan hidup dari laki-laki.

BEKASI - Ketua Umum DPP Asosiasi Muslimah Pengusaha Se-Indonesia (Alisa) ‘Khadijah’ ICMI, Ina Marlina mengakui sebelum menjadi pengusaha ia sempat menjadi seorang karyawan sebagai manager operasional di PT Sapta Saguna Courier Service and Cargo, terakhir di PT Jasa Angkasa Semesta.

"Sebagai seorang ibu, saya dituntut dan bertanggung jawab kepada anak saya untuk memberikan waktu lebih banyak bersama mereka. Sementara itu, sebagai karyawan tentu banyak menyita waktu. Saya memutuskan keluar dan menciptakan suatu usaha yang bisa dilakukan di dalam rumah," kata Ketua Umum DPP Alisa Khadijah ICMI yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Bekasi.

Bakat sebagai wirausaha sudah terlihat sejak usia 14 tahun. Pada 1982, ia mulai serius merintis membuat CV IM Mandiri Sejahtera dan PT Luthfiah Insan Mandiri (LIM) yang bergerak di bidang jasa.

Menurut Ina, wanita saat ini perlu sekali berbisnis. Ia menilai, para pengusaha lebih menyukai tenaga perempuan karena mereka menganggap perempuan itu lebih rapi, disiplin, dan telaten dalam mengerjakan sesuatu dibanding dengan kaum Adam.

"Kita lihat sekarang tenaga buruh lebih banyak perempuan. Kemungkinan bisa saja para lelaki terkena PHK dan banyak penganghuran. Jika para perempuan tidak berusaha dia tidak bisa membantu keluarganya,” tutur Ina. 

Meski sebagai pebisnis, namun dia tidak melupakan tugas sebagai seorang istri sekaligus ibu. Sukses menurutnya bisa menjadikan dirinya berkualitas.

"Berkualitas itu menjadi nilai diri sendiri sehingga mempunyai faktor kepercayaan bagi orang lain dan tentunya nilai ini bisa bermanfaat bagi umat serta memberikan sumbangsk bagi bangsa dan negara. Itu baru bisa dikatakan sukses," ujarnya.

Masih menurut Ina, sebagai wanita muslimah mencari rejeki adalah ibadah. Meski, wanita tidak wajib dalam mencari nafkah bagi keluarga. "Bukan berarti di rumah kita tidak bisa mencipakan sesuatu. Kita sebagai perempuan harus bisa mandiri dan memiliki wawasan luas. Sehingga, kita bisa mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya.