Kamis, 01 Februari 2018 16:40:00
Editor : Fauzi | Sumber : DBS.
Menimbang Reformasi Pendidikan ala Homeschooling
Ilustrasi Homeschooling.
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Mulai dikembangkan pada dekade 70-an, homeschooling bermula di tulisan mengenai reformasi pendidikan yang dilakukan oleh John Holt, Dorothy dan Raymond Moore. Homeschooling atau homeeducation dijadikan sebagai alternatif pendidikan normal. Di Indonesia, homeschooling diatur dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, dimana pendidikan keluarga dan lingkungan (sekolah rumah) disebut sebagai pendidikan informal yang diakui oleh negara.

Pengamat pendidikan Darmaningtyas menuturkan, saat ini praktik homeschooling melenceng dari ide awal pendiriannya, melembagakan homeschooling, sehingga hanya menjangkau kalangan tertentu dan berbiaya mahal. Padahal, saat ini banyak orang tua yang meminati homeschooling.

“Kosep awal homeschooling, harus mampu menjadi alternatif agar semua kalangan mendapatkan pendidikan. Sementara, ada beberap tokoh yang menginstitusikan homeschooling. Jadi, perlu evaluasi biaya, metodologi dan jam belajar homeschooling,” katanya.

Sementara, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman mengatakan, home schooling menjadi mahal adalah wajar, karena memerulukan tenaga pengajar yang ahli, harus ada standar tertentu dalam pendidikan anak. “Homeschooling boleh saja, selama anak dapat mengikuti proses belajar dengan senang.

Lepas dari pro-kontra homeschooling, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menerapkannya untuk buah hati Anda. Pertama, carilah informasi sebanyak-banyaknya, karena ini terkait masa depan buah hati Anda. Pastikan Anda memahami sistem ini melalui berbagai referensi, bukan sekadar mengikuti tren. Kalau perlu, tanya ke mereka yang sudah menerapkannya.

Kedua, ajak buah hati Anda berdiskusi tentang sistem pendidikan ini dengan bahasa yang membuat mereka nyaman dan mudah dimengerti. Sebab, sejatinya keputusan terkait homeschooling harus sesuai keinginan anak, karena mereka yang akan menjalaninya. Ketiga, Perhatikan kemampuan financial Anda. Jika terbatas, pilihlah homeschooling berbasis dalam negeri. Jika budget memungkinkan, Anda bisa memiliki homeschooling berkurikulum internasional dengan tenaga pengajar asing. Yang perlu diingat, homeschooling memiliki tujuan awal sebagai reformasi pendidikan

Baca Juga

Berikan Komentar Anda