Jumat, 06 Juli 2018 10:15:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Leny Kurniawati
Lolos PPDB Online, Calon Siswa Punya Waktu Daftar Ulang Dua Hari
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP sederajat di Kota Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP sederajat di Kota Bekasi berakhir sudah pukul 15.00 WIB pada hari Kamis (5/7/2018).

Selanjutnya, siswa yang berhasil lolos seleksi diberikan waktu untuk lapor diri atau daftar ulang dalam dua hari ke depan mulai tanggal 6-7 Juli 2018.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan siswa yang tidak melakukan daftar ulang sesuai batas waktu yang ditentukan akan dinyatakan mengundurkan diri.

"Siswa harus segera lapor diri atau daftar ulang di sekolah tempat mereka diterima," kata dia.

Setelah melakukan daftar ulang, pada tanggal 8 Juli 2019, Disdik akan mengumumkan jumlah bangku kosong.

"Bangku kosong ini terjadi karena siswa yang lulus PPDB tidak mendaftar ulang. Maka bangkunya kami nyatakan kosong," kata Inayatullah.

Jika diketahui ada bangku kosong, Dinas Pendidikan akan kembali menggelar seleksi tahap kedua, khusus untuk jalur zonasi dari tanggal 9-11 Juli 2018.

"Siswa yang gagal seleksi hari ini, bisa mencoba lagi pada seleksi tahap kedua. Memperebutkan kuota bangku kosong yang tersedia akibat siswa tidak daftar ulang," tandasnya.

Disebutkannya, kuota penerimaan peserta didik baru di Kota Bekasi untuk SMP Negeri tahun ini sebanyak 14.934. Penerimaan ini dibagi menjadi beberapa jalur diantaranya jalur umum dalam kota 24 persen, umum luar kota 5 persen, jalur zonasi 40 persen, jalur afirmasi (siswa miskin) 25 persen, dan jalur prestasi satu persen, serta jalur jalur maslahat guru atau khusus anak guru sebanyak 5 persen.

Secara keseluruhan, lanjut Inayatullah, proses PPDB online tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Nyaris tak ada persoalan verifikasi nomor induk kependudukan (NIK) di hari proses pendaftaran PPDB online yang berlangsung selama tiga hari.

"Bagi yang gaptek (tidak paham teknologi) sekolah membantu mendaftarkan dan memantau," pungkasnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda