Minggu, 01 Juli 2018 14:30:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Leny Kurniawati
Ini Tanggapan Kadisdik Bekasi Soal Pemecatan Guru di SDIT Daarul Maza
Robiatul Adawiyah, guru yang dipecat pihak sekolah karena beda pilihan politiknya. (sumber:Tribunnews)
Foto : istimewa
 

BEKASI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi Ali Fauzi, menanggapi terkait persoalan pemecatan terhadap tenaga pengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Daarul Maza Bekasi, Robiatul Adawiyah (28), akibat beda pilihan politik pada Pilkada 2018 lalu.

"Persoalan mengemuka akibat chat menyebar, sementara bukti surat pemecatan belum ada dari pihak sekolah," ungkap Ali Fauzi, Minggu (1/7/2018) kepada Infonitas.com

Ali berharap, persoalan tersebut tidak diperbesar mengingat situasi di Kota Bekasi sudah kondusif pasca Pilkada kemarin.

"Kami mengimbau agar pihak lain tidak mempolitisir persoalan ini demi menjaga situasi yang kondusif dan aman," tutur Ali.

Lanjut Ali, pihaknya juga mempersiapkan sekolah negeri sebagai tempat mengajar yang baru bagi Robiatul Adawiyah apabila dirinya keluar dari sekolah tersebut.

"Disdik mencoba guna memberikan solusi  agar meredam persoalan ini dengan mempersiapkan sekolah negeri bagi Robiatul Adawiyah," pungkasnya.

Diketahui, Robiatul Adawiyah (28) merupakan salah pengajar di  (SDIT) Daarul Maza Bekasi, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Karena beda pandangan terkait pilihan politik pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 dengan yayasan sekolah, Robiatul dipecat melalui pesan di WhatsApp. Meski informasi pemecatan ini belum dapat dipastikan kebenarannya, namun chat percakapan pemecatan Robiatul telah menjadi viral di media sosial.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda