Bekasi > Pendidikan

Bahas Perubahan Iklim, Pelajar Jabotabek Ikut Simulasi Konferensi PBB

Jumat, 13 Oktober 2017 09:57 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Indah Mulyanti

Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di - Sekolah Victory Plus, Bekasi, Jawa Barat
Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di - Sekolah Victory Plus, Bekasi, Jawa Barat
Foto : Indah Mulyanti

Share this








Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang diselenggarakan pihaknya dengan mengajak siswa dari wilayah Jabodetabek dan Sekolah Herbeeck, Netherland

BEKASI - Sekolah Victory Plus kembali mengelar Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengusung tema “Perubahan Iklim”.

Diketahui, Simulasi Konferensi PBB adalah sebuah kegiatan simulasi akademis dari PBB yang bertujuan mendidik para pelajar mengenai kejadian dan masalah terbaru di dunia, topik khusus di dalam hubungan internasional, dunia diplomasi dan bagaimana PBB menanganinya. 

Ketua Pelaksan Simulasi Konferensi PBB Dave Blackburn mengatakan, kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang diselenggarakan pihaknya dengan mengajak siswa dari wilayah Jabodetabek dan Sekolah Herbeeck, Netherland.

"Tujuannya untuk melatih diplomasi dan kemampuan komunikasi untuk berbicara tentang isu-isu yang sedang hangat seperti perubahan iklim," jelasnya, Kamis (12/10).

Lanjut Dave, sebelum para peserta melakukan konferensi, mereka terlebih dahulu melakukan riset terkait tema yang akan dibawakan.

"Ada enam komite yang kami simulasikan dari komite-komite yang ada di PBB. Mereka diberikan tema untuk diteliti, dipresentasikan dan diperdebatkan kepada peserta lain dari negara-negara berbeda,” bebernya.

Lanjutnya, ada tiga hal utama yang menjadi target kegiatan ini. pertama,ajang melatih keahlian berkomunikasi, berdiplomasi dan keahlian berkerjasama.

Kedua, menambah pengetahuan yang sehubungan dengan tema perubahan iklim. Dimana, mereka harus belajar mencari informasi, berdiskusi bersama teman atau guru.

“Terakhir tentang perubahan sikap yang diharapkan adanya perubahan sikap untuk peduli terhadap lingkungan. Jadi ada aspek pengetahuan, keahlian dan sikap,” pungkasnya.