Senin, 08 Oktober 2018 18:15:00
Editor : Oktaviani | Reporter : Leny Kurniawati
Whatever Soal Nama yang Penting Fungsinya
Peresmian Gerai Pelayanan Publik Pondok Gede.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Kota Bekasi tidak memiliki nama Mal Pelayanan Publik Pondok Gede, namun Gerai Pelayanan Publik Pondok Gede. Gerai tersebut diresmikan pada Senin (8/10/2018). Penamaan gerai merupakan kesepakatan dengan perwakilan Kementerian ‎Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan Pemkot Bekasi.

"Whatever soal nama, yang penting itu fungsinya. Hanya saja mereka (perwakilan Kemenpan RB) interpretasinya apabila sudah ada satu mal pelayanan publik di Pasar Proyek, jangan ada lagi mal pelayanan publik. Namun, kita lain maksudnya. Kita ingin mendekatkan jarak antara si pemohon dengan pembuat izin," ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi kepada infonitas.com, disela-sela kesibukannya, Senin (8/10/2018).

Di Plaza Pondok Gede, lokasi tersebut merupakan Gerai Pelayanan Publik, tanahnya merupakan aset ‎milik Pemkot Bekasi yang disewakan kepada Transmart. Selama satu tahun ke depan, Pemkot Bekasi tidak dikenai biaya untuk menyewa lahan. Namun tahun berikutnya harus menyewa.

"Ini milik Pemda yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, nanti harga sewanya tidak boleh disamakan, harus harga spesial, jika tidak kami evaluasi saja‎," kata Pria yang akrab disapa Pepen ini.

Ia menambahkan, Soal sumber daya manusia (SDM) yang nantinya mengisi di Gerai Pelayanan Publik Pondok Gede, Pemkot Bekasi tidak kekurangan SDM.

"Kita banyak ASN (aparatur sipil negara) dan TKK (tenaga kerja kontrak), namun diberikan kursus singkat dan pelatihan," pungkasnya. 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda